07 Desember 2009

Licik

Betapa licik hati manusia
Lancar memilih kata, terampil menata kalimat
Fasih menggerakkan lidah, bersegara menebarkan senyum
Tetapi juga,
Tak sungkan mengurai air mata, tak malu menghiba-hiba

Betapa licik si pendusta
Sehingga hati manusia tak sadar telah dikuasainya

Betapa dalam dusta di hati yang licik
Menjungkirbalikkan pikiran dan perasaan
Tak ragu menggunakan segala cara
Memuaskan keinginannya yang tersembunyi

Betapa licik kita manusia
Bersembunyi di balik kata
Bersembunyi di balik fakta
Bersembunyi di balik kepercayaan
Bersembunyi di balik cinta
Bersembunyi di balik logika
Bersembunyi di balik kesetiaan

Tak peduli apa yang dijadikan tempat persembunyiaan
Hati yang licik akhirnya cuma untuk melayani nafsu kedagingan

Tapi siapa yang percaya ?
Semuanya terbungkus rapi
Bak kado ulang tahun berwarna warni berpita cantik
Siapa percaya di dalamnya anak ular yang siap memagut ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.