Lagi.
Siang tadi menghadiri pemakaman seorang dongan sahuta. Usianya baru saja melampaui kepala 4, anaknya dua : masih SD. Di rumah duka yang sederhana dengan sound system seadanya acara berlangsung.
Tak berlama-lama. Ini bukan acara adat na gok seperti parsarimatuaon atau parasaurmatuaon. Holan mangido tangiang, begitu yang berulang-ulang diucapkan. Sebelum jam 3 ambulans dan rombongan pengantar berarak menuju pemakaman.
Seorang lagi anak manusia menuju Tuhannya.
Masing-masing kita menunggu giliran. Tak melihat usia, tak melihat status. Na sa jolma ingkon mate. Lagu itu kudengar lagi hari ini. Dan mengingatkanku akan hari-hariku sendiri.
07 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.