29 November 2009

Sebuah partangiangan

Ada partangiangan dari punguan marga sore hari tadi.

Dimulai terlambat hampir satu jam.

Maka kepada pengkhotbah dititipkan pesan, "Unang pola ganjang-ganjang bahen hamu jamita muna i."

Entah karena dikejar waktu atau memang kurang menyiapkan, khotbah yang disampaikan terasa hambar, tanpa greget. Orang-orang pun tampaknya tak tertarik mendengarkan, inginnya cepat-cepat selesai.

Setelah khotbah dan berbagai doa, partangiangan berakhir, dilanjutkan dengan makan malam. Lalu dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai adminstrasi punguan dan urusan adat.

Begitulah. Akhirnya selesai hampir dua jam dari jadwal biasanya.

Namanya partangiangan, tetapi intinya adalah kumpul-kumpul. Mungkin juga untuk setor muka.

22 November 2009

Hari istirahat

Selepas kebaktian dari gereja, kami sekeluarga dan beberapa orang kerabat menggunakan hari libur untuk berjalan-jalan di pantai. Bukan pantai wisata yang indah, tapi jaraknya cuma sejam lebih sedikit dari kota. Berhenti dari keseharian dan mengambil waktu untuk menyegarkan diri dari kepenatan kerja selama enam hari, kami menikmati suara deburan ombak dan kelembutan pasir putih.

Menjelang malam kami kembali ke kota dengan hati yang lebih ringan.

Manusia membutuhkan istirahat.

Manusia diperintahkan Tuhan untuk istirahat satu hari dalam seminggu.

Hari Minggu adalah hari untuk berhenti bekerja.

Hari Minggu adalah hari untuk memperat relasi dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan alam.

21 November 2009

Mendung di luar, mendung di dalam

Hujan akan segera turun, seseorang berkata lirih seperti untuk dirinya sendiri

Kelam membentang langit
Awan kusam bertindihan menghempang sinar matahari

Tak ada lagi yang layak dinanti, terdengar lagi suara itu seperti menuduh

Aku mencengkeram jeruji waktu
Mencoba menyangkali daun-daun yang berluruhan

Mendung ini tak sedang berdusta
Kelam kusam di luar
Juga di dalam

20 November 2009

Mencobai diri sendiri

Ketika masih kanak-kanak, kita merasa aman dan nyaman dengan perhatian yang diberikan oleh orang-orang sekitar kita setiap kali kita menangis dan merengek-rengek.

Beranjak dewasa, kita merasa tenteram berada di antara orang-orang yang peduli dan bersimpati dengan pergumulan hidup kita.

Rasa aman, nyaman, tenteram yang berasal dari dukungan orang-orang ketika kita sedang menderita kadang-kadang membuat kita kecanduan. Alih-alih menggunakan kesempatan yang kita miliki untuk menolong orang lain, kita sering membatasi diri dan mencari-cari alasan menderita agar mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain.

Marilah kita lihat di sekitar kita. Begitu banyak orang yang sempurna fisiknya mengeluhkan nasib. Begitu banyak orang dicukupi Tuhan segala kebutuhan finansialnya menyesali hidup. Begitu banyak orang yang diberi teman bersungut-sungut tentang sepinya dunia.

Hita manisia ini sebenarnya sedang melayani kemauan dan keinginan sendiri. Dan dengan itu, kita sedang mencobai diri sendiri. Bukankah ada Firman yang mengatakan itu ?

19 November 2009

2012

Heboh film "2012" bukan saja karena orang membeludak datang ke bioskop untuk menontonnya, tetapi juga beberapa orang merasa perlu 'menyatakan kebenaran' tentang kesesatan film tersebut.

Tanggal 21 Desember 2012 menjadi akhir dari dunia yang kita kenal. Sebagian menyebutnya sebagai kiamat.

Sebagai orang Kristen, kita tak perlu khawatir tentang 2012. Masih ada 2 tahun rentang waktu sebelum saat itu tiba. Di dalam rentang waktu itu apa pun bisa terjadi. Mungkin Tuhan Yesus sudah datang kembali. Mungkin kita sudah mati, dengan alasan apa pun.

Nah, kalau kita sudah mati, apakah artinya 21.12.2012 ? Penghakiman terakhir berlaku bagi mereka yang hidup dan mati.

18 November 2009

Kekayaan itu seperti api

Kekayaan itu - menurutku - mirip api.

Api sangat berguna dalam kehidupan. Api yang dapat dikendalikan digunakan untuk memasak, melebur logam, menjadi alat penerang.

Api yang tak terkendali akan membakar habis benda-benda berharga kita, bahkan kadang-kadang juga nyawa manusia.

Harta yang tak dikendalikan menjadi berkat bagi banyak orang.

Harta yang tak terkendali membakar kepekaan terhadap sesama, membakar tubuh, membakar jiwa.

17 November 2009

Allah itu Maha Kasih dan Pengampun ?

Sungguh sulit memahami hakekat Allah. Ia Maha Esa, tetapi bisa seperti banyak karena ada di mana-mana. Ia Maha Tahu, tetapi bisa membiarkan manusia membuat keputusan yang keliru.

Lalu, ada lagi : Allah Maha Kasih.

Lantas bagaimana dengan penderitaan orang-orang yang dilanda bencana ? Orang-orang yang terlahir cacat ? Orang-orang yang tak bisa lepas dari cengkeraman penguasa dan majikan yang lalim ? Apakah Allah tidak mengasihi mereka ?

Allah itu Maha Pengampun ? Akankah Ia meluputkan semua orang yang berdosa dari hukuman ?

Mari kita baca apa yang dikatakan oleh Nahum :

TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas,
TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah
TUHAN itu pembalas kepada para lawan-lawan-Nya

Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa,
tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah.

(Nahum 1 : 2, 3a)

Sungguh teramat congkak orang-orang yang merasa paling mengerti mengenai Tuhan, Firman Tuhan dan sifat Tuhan! Bagaimanakah mungkin ciptaan bisa memahami sepenuhnya mengenai Penciptanya ? Tidakkah kita seharusnya rendah hati ketika kita berbeda pandangan dengan orang lain mengenai Sang Pencipta dan bukan menyombongkan diri sebagai orang yang paling paham dan paling kenal Tuhan ?

16 November 2009

Peganglah apa yang ada padamu

Mudahnya mengakses informasi telah juga menyebabkan kita mudah mendapatkan berbagai ajaran yang terkait dengan kekristenan. Ragam ajaran yang tersedia luar biasa banyaknya : mulai dari yang sejalan dengan apa yang kita kenal selama ini hingga yang bertolak belakang; dan di sepanjang spektrum itu semua mengaku bahwa ajarannya adalah yang murni sesuai Firman Tuhan.

Kita bisa dibuat bingung oleh keadaan ini. Mulai mempertanyakan sedikit hal, kemudian banyak hal, lalu mulai meragukan sedikit hal, kemudian banyak hal, akhirnya meragukan Firman Tuhan dan pada puncaknya meragukan Tuhan.

Bagaimanakah kita sebagai orang Kristen menyikapi berbagai ajaran ? Perlukah kita mati-matian mengejar jawaban yang 100% benar tanpa cela ? Akh, itu utopis.

Sebagai seorang Kristen , tentu kita telah mendapatkan banyak ajaran-ajaran dasar. Tentang ajaran dasar, banyak aliran Kristen yang sepaham dan mungkin kita sendiri juga merasa sangat paham dan mengenal. Nah, ketika kita dibingungkan oleh rupa-rupa pengajaran itu, baiklah kita tetap teguh dengan ajaran dasar yang telah kita terima. Marilah kita terus hidup dalam kasih yang nyata-nyata merupakan perintah eksplisit dari Tuhan Yesus.


Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang

(Wahyu 2 : 25)

15 November 2009

Parkir di gereja : Memang kalau Kristen seperti apa ?

Ke gereja pagi ini, aku memarkirkan mobil di tempat yang disediakan di halaman gereja. Di sebelah tempatku parkir masih ada sisa tempat luang untuk satu mobil lagi. Seorang pengunjung gereja yang datang hampir bersamaan denganku, alih-alih mengambil tempat itu, memarkirkan mobilnya bersilangan dengan tempat parkir yang kosong, sehingga tempat kosong itu tidak bisa diisi mobil lain. Hal itu dilakukan sang pengemudi agar mobilnya bisa langsung menghadap gerbang keluar.

Petugas konsistori yang membantu untuk mengatur perparkiran mencoba menjelaskan kondisi yang tidak layak itu, mengingat halaman gereja cukup sempit sehingga perlu digunakan dengan efisien. Tetapi, sang pengemudi yang juga pengunjung gereja tersebut bergeming, tak mau memindahkan mobilnya. Diusulkan agar sang pemilik mobil pindah ke jalan di depan gereja (masih ada tempat), dia juga tak mau. Ngotot ditempat yang dipilihnya, tak peduli dia telah menyebabkan ada lahan parkir yang menjadi tak bisa dipakai oleh jemaat lain.

Tak peduli !

Huh, sungguh mengenaskan kelakukan sebagian orang Kristen. Boro-boro peduli pada sesama manusia secara umu, pada sesama anggota gereja juga tak mau tahu. Egois. Akh, itulah... Betapa sulitnya hati ini sekarang untuk merasa nyaman dan aman jika bertemu orang sesama Kristen... 'memangnya kalau Kristen sudah kayak mana kali rupanya' ?

14 November 2009

Hutang

Hutang bukan hanya soal uang.

Jika kita mengajak orang lain (marhara) untuk hadir dalam suatu acara adat dan ikut dalam rombongan kita, maka sebenarnya kita telah berhutang untuk melakukan hal yang sama bagi orang tersebut pada kesempatan lain.

Semakin sering kita membawa rombongan ke acara adat. semakin banyak hutang kita kepada orang lain.

Duh, susahnya jadi orang Batak... Hutang uang saja sudah banyak, harus ditambah pula dengan hutang adat!

13 November 2009

Marria raja

Sudah hampir tengah malam. Habis pulang marria raja di tempat keluarga yang baru saja ditinggal mati salah seorang anggotanya.

Untunglah acaranya tidak berlarut-larut; tetapi, telah larut malam karena dimulainya baru pukul 21.

Ah....berapa ria raja lagi yang akan kuhadiri ?

12 November 2009

Kabar lewat telepon

Kabar lewat telepon. Singkat saja. Beliau akhirnya dipanggil pulang oleh Tuhan setelah berjuang bertahun-tahun melawan penyakitnya dan beberapa hari terkapar di ICU.

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.

Terpujilah Tuhan.

11 November 2009

Negeri para penipu

Beberapa hari ini televisi tak henti-hentinya menayangkan segala pernyataan, sidang, fakta dan opini terkait kasus KPK. Orang-orang yang terlibat dan tersangka menjadi 'penjahat' semuanya menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Semua terlihat bersih.

Hampir semuanya menunjukkan kebenaran dan kejujuran dengan bersumpah.

Tapi, pernyataan dan fakta yang disodorkan saling bertentangan.

Tentunya, ada yang berdusta. Atau, setidak-tidaknya berpura-pura. Atau, setidak-tidaknya menyamarkan kebenaran.

Tampaknya, terlalu banyak yang menipu.

Di televisi kita menyaksikan para penipu yang menyandang jabatan-jabatan terhormat sedang mempermainkan rakyat. Tak cukupkah hanya dalam pemilu rakyat dibohongi dengan janji-janji dan harapan ?

10 November 2009

Gelisah

Gelisah bisa datang begitu saja. Kita tak tahu dari mana asalnya dan sejak kapan mulai muncul.

Gelisah kadang tak bisa dikaitkan dengan kejadian lain : entah yang sudah lalu atau yang akan datang.

Gelisah pun tak tentu kaitannya dengan apa yang sedang berlangsung di depan mata.

Gelisah datang mengganggu.

Gelisah menebar seribu tanya.
Kemudian mengolok-olok dengan sejuta alternatif jawaban.

Gelisah tak perlu dipahami.
Gelisah harus dibuang.
Caranya ?
"Berharaplah kepada Tuhan."

09 November 2009

Hidup manusia

Mengunjungi seorang kerabat yang terbaring tak sadar dan tanpa daya di ruang ICU malam ini membuatku teringat akan almarhum ayah yang di akhir hayatnya juga harus tersengal-sengal dengan alat bantu pernafasan.

Pada harinya - suatu hari nanti - kita akan melepaskan nyawa dan roh kembali kepada Pemiliknya.

Bilakah hari itu tiba untuk kita ?

Dengan cara apakah ia akan tiba ?

Daripada mencoba menjawab pertanyaan yang mustahil terjawab, bukankah lebih baik berpikir dan bertindak sungguh-sungguh menjalani hidup yang saat ini masih kita miliki ?

08 November 2009

Partangiangan

Dimulai sedikit lewat dari pukul 20.00, partangiangan dongan sahuta yang aku hadiri baru berakhir menjelang pukul 22.00. Seperti biasanya, acaranya relatif kering : beryanyi; berdoa dari kaum bapa, kaum ibu dan nyonya rumah; mengumpulkan dana untuk punguan; diakhiri dengan hidangan jajanan kecil dan air mineral.

Partangiangan bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial di lingkungan tempat tinggal.

Dapatkah wadah ini dibuat menjadi lebih bermanfaat ?

07 November 2009

Hadirin yang tak diundang

Hari ini aku menghadiri sebuah acara tanpa undangan. Hanya karena ibuku tak punya teman ke sebuah partumpolan dan minta diantar, maka aku terpaksa ikut datang, makan dan memberikan amplop 'ganti ni boras.' Soalnya, ini acara partumpolan anak perempuan dari seorang boru marga kami, ibuku merasa wajib hadir setelah ditelepon dan disungguli oleh pengundang.

Sebenarnya, tak bisa dikatakan bahwa aku termasuk 'tamu tak diundang.' Yang punya acara memang masih terbilang dongan sapunguan, tetapi untuk acara partumpolan itu aku memang tak mendapat undangan formal. Lazimnya, memang untuk dongan sapunguan berlaku undangan verbal berupa pengumuman di partangiangan yang diakhiri dengan pernyataan 'las on ma undangan di hita sasudena molo pe so sahat annon kartu manang surat undangan.'

Bagaimana pun juga, meski dengan setengah hati, aku menghabiskan jam makan siang plus plus di acara partumpolan, tanpa mengenal baik siapa yang beracara, dan tanpa memberi salam pada calon pengantin. Akh, acara halak Batak...yang penting uduran atau horong kita kita terlihat ramai.

06 November 2009

Membuat rencana

Membuat rencana adalah seperti hendak mendikte masa depan

Membuat rencana seperti sedang menyuratkan takdir sendiri

Segalanya menjadi terduga, segalanya menjadi terjabarkan

Tetapi, siapakah manusia ?
Yang bisa berkata, "Besok aku akan ke kota X ?" dan
Pasti akan berada di Kota X besok ?

Tuhanlah pemilik masa

Ketika membuat rencana, marilah kita menyerahkannya kepada Tuhan dengan kepasrahan yang penuh, bahwa segala sesuatu ada dalam kendaliNya

05 November 2009

Selamat pagi

Bangun subuh-subuh, membuka jendela mata, melihat dunia menanti matahari pagi
Hari apa hari ini ? Tentu saja Hari Kamis.
Tanggal 5 November 2009

Bagaimana caranya membuat hari ini sebagai hari yang bersejarah ?

Ada sejarah yang diantarkan kepada kita
Ada sejarah yang kita tuliskan sendiri

Bagaimana caranya menuliskan hari ini ke dalam sejarah ?

Buatlah sesuatu yang layak dicatat dalam sejarah

04 November 2009

Menatap masa depan

Berapa panjangkah jalan yang telah kita lewati ?
Apakah yang telah kita dapat dan perbuat sepanjang perjalanan itu ?

Berapa panjangkah jalan yang masih akan kita lalui ?
Apakah yang akan kita dapat dan perbuat sepanjang perjalanan itu ?

Menghitung-hitung hari, membanding-bandingkan catatan perjalanan
Membanding-bandingkan nasib, mereka-reka masa depan
Apakah yang akan kita lalui di sepanjang perjalanan di hadapan kita ?
Akankah masa depan hanya sekedar pengulangan masa lalu, kecuali
hari demi hari kita semakin renta, dan langkah semakin terkulai ?

Mencoba meneropong masa depan berbekal pengetahuan masa lalu
Akankah kita catatan yang kita tinggalkan di ujung perjalanan ini, hanya
beberapa baris kata dan tanggal di palang bersilang :
"XYZ, lahir di xyz tgl xx-yy-zz, meninggal tgl cc-qq-vv"

Tak lebih.

Menatap masa depan :
Bagaimanakah kita bisa membuat sejarah yang
lebih dari sekedar kata dan tanggal di palang bersilang ?

03 November 2009

Jabatan

Sepanjang hari ini televisi menayangkan sidang Mahkamah Konstitusi yang memperdengarkan rekaman telepon antara adik seorang tersangka koruptor yang berkonspirasi dengan pengacaranya dan beberapa pejabat publik, termasuk di Kejaksaan dan Kepolisian, untuk menciptakan skenario yang menjebak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dengan cara yang menjijikkan, para pejabat tinggi dan bawahannya yang korup itu mengangkangi hukum dan etika.

Di manakah Tuhan ketika mereka mengucapkan sumpah jabatan ? Di manakah Tuhan ketika mereka menistai penegakan keadilan dan membohongi rakyat banyak ?

Apakah arti jabatan yang terhormat, pangkat yang tinggi, reputasi yang dielu-elukan selama ini ?

Beberapa konferensi pers yang digelar sebelum dan sesudah sidang MK tersebut hanya mempertegas bahwa : ada yang berdusta di antara kita. Siapa ?

Tak sulit melihatnya.

02 November 2009

Membuka kenangan

Menyusun foto-foto lama dan men-scan-nya agar bisa disimpan dalam format digital, mau tak mau membuka kenangan yang lama tertumpuk di sudut hati.

Wajah-wajah yang akrab...yang sekarang sudah pergi ke alam lain.
Ada foto bapak. Aku mencintaimu, Pak.
Ada foto ompung. Horas, ompung...!

Wajah-wajah yang begitu muda.
Foto istriku yang bagaikan gadis ingusan.
Foto anakku yang baru berusia beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan.
Foto diriku sendiri dengan berbagai tampang yang tak kukenali.
Foto ibuku yang - pastilah - pernah belia.
Foto adik-adikku.
Foto orang-orang yang sangat kukenal...yang sekarang semakin jauh.

Menata foto lama ke dalam arsip elektronik adalah juga
menata kenangan ke dalam pengalaman hidup yang lebih baru

Mengingat bahwa yang pernah ada...sekarang sudah tak ada
Mengingat bahwa yang dulu muda ... sekarang sudah menjadi tua
adalah
Menyadari bahwa suatu hari kita tak akan lagi ada di bumi ini
Menyadari bahwa pertambahan usia adalah kepastian yang tak terbantahkan

Dimulai dari membuka kenangan-kenangan lama...

01 November 2009

Kurang

Selalu ada yang masih belum kita miliki
Selalu ada yang masih belum kita lakukan

Selalu ada yang belum sempurna

Selalu ada yang masih kurang

Sehingga kita tak pernah kekurangan alasan untuk mengeluh,
untuk bersedih, untuk kecewa, untuk marah, untuk menyesal

Hati dan pikiran kita tertuju kepada apa yang masih kurang
Maka kita tak pernah sungguh-sungguh menikmati kelimpahan kasihNya