20 November 2009

Mencobai diri sendiri

Ketika masih kanak-kanak, kita merasa aman dan nyaman dengan perhatian yang diberikan oleh orang-orang sekitar kita setiap kali kita menangis dan merengek-rengek.

Beranjak dewasa, kita merasa tenteram berada di antara orang-orang yang peduli dan bersimpati dengan pergumulan hidup kita.

Rasa aman, nyaman, tenteram yang berasal dari dukungan orang-orang ketika kita sedang menderita kadang-kadang membuat kita kecanduan. Alih-alih menggunakan kesempatan yang kita miliki untuk menolong orang lain, kita sering membatasi diri dan mencari-cari alasan menderita agar mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain.

Marilah kita lihat di sekitar kita. Begitu banyak orang yang sempurna fisiknya mengeluhkan nasib. Begitu banyak orang dicukupi Tuhan segala kebutuhan finansialnya menyesali hidup. Begitu banyak orang yang diberi teman bersungut-sungut tentang sepinya dunia.

Hita manisia ini sebenarnya sedang melayani kemauan dan keinginan sendiri. Dan dengan itu, kita sedang mencobai diri sendiri. Bukankah ada Firman yang mengatakan itu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.