07 November 2009

Hadirin yang tak diundang

Hari ini aku menghadiri sebuah acara tanpa undangan. Hanya karena ibuku tak punya teman ke sebuah partumpolan dan minta diantar, maka aku terpaksa ikut datang, makan dan memberikan amplop 'ganti ni boras.' Soalnya, ini acara partumpolan anak perempuan dari seorang boru marga kami, ibuku merasa wajib hadir setelah ditelepon dan disungguli oleh pengundang.

Sebenarnya, tak bisa dikatakan bahwa aku termasuk 'tamu tak diundang.' Yang punya acara memang masih terbilang dongan sapunguan, tetapi untuk acara partumpolan itu aku memang tak mendapat undangan formal. Lazimnya, memang untuk dongan sapunguan berlaku undangan verbal berupa pengumuman di partangiangan yang diakhiri dengan pernyataan 'las on ma undangan di hita sasudena molo pe so sahat annon kartu manang surat undangan.'

Bagaimana pun juga, meski dengan setengah hati, aku menghabiskan jam makan siang plus plus di acara partumpolan, tanpa mengenal baik siapa yang beracara, dan tanpa memberi salam pada calon pengantin. Akh, acara halak Batak...yang penting uduran atau horong kita kita terlihat ramai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.