Sepanjang hari ini televisi menayangkan sidang Mahkamah Konstitusi yang memperdengarkan rekaman telepon antara adik seorang tersangka koruptor yang berkonspirasi dengan pengacaranya dan beberapa pejabat publik, termasuk di Kejaksaan dan Kepolisian, untuk menciptakan skenario yang menjebak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dengan cara yang menjijikkan, para pejabat tinggi dan bawahannya yang korup itu mengangkangi hukum dan etika.
Di manakah Tuhan ketika mereka mengucapkan sumpah jabatan ? Di manakah Tuhan ketika mereka menistai penegakan keadilan dan membohongi rakyat banyak ?
Apakah arti jabatan yang terhormat, pangkat yang tinggi, reputasi yang dielu-elukan selama ini ?
Beberapa konferensi pers yang digelar sebelum dan sesudah sidang MK tersebut hanya mempertegas bahwa : ada yang berdusta di antara kita. Siapa ?
Tak sulit melihatnya.
03 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.