15 Agustus 2009

Bagaimana mengenali seseorang adalah pelayan Allah ?

Banyak orang mengaku dirinya pelayan Allah atau dikenal sebagai pelayan Allah dari jabatan formalnya di dalam suatu lembaga gereja atau pelayanan.

Ada juga yang disebut sebagai pelayan Allah dari aktivitas kerohanian dan sosial yang aktif dijalankannya.

Tetapi, ketika Rasul Paulus hendak menunjukkan dia adalah pelayan Allah, maka yang dijabarkannya bukanlah jabatan Pendeta, Sintua, Penatua, Diaken, Evangelis, Guru Huria, Guru Injil,...apalagi gelar-gelar akademis teologis (STh, MTh, MDiv, Doktor Theologia., ...) yang sama sekali tak berkaitan dengan apa yang diimani.

Seorang pelayan Allah dikenal dari karakternya dan perilakunya baik ketika mengabarkan Injil Kerajaan Allah, maupun dalam kehidupannya secara umum. Beginilah menurut Paulus :

Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu : dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;

dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela

ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat, atau ketika dipuji; ketika dianggap penipu, namun dipercayai,

sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;

sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

( 2 Korintus : 4 -10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.