Jadi meskipun aku telah menyedihkan hatimu dengan suratku itu, namu aku tidak menyesalkannya. Memang pernah aku menyesalkannya, karena aku lihat, bahwa itu menyedihkan hatimu -- kendatipun untuk seketika saja lamanya --,
namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. Sebab dukacitamu itu adalah menurut kehendak Allah, sehingga kamu sedikitpun tidak dirugikan oleh karena kami.
( 2 Korintus 7 : 8-9 )
28 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.