Kalau mau mengikuti logika manusia, kehadiran Yesus Kristus di bumi untuk menebus dosa manusia adalah hal yang aneh. Orang Kristen percaya bahwa dengan kematian dan kebangkitanNya, Yesus telah mengalahkan kuasa maut. Lho, bukankah Yesus adalah Tuhan, untuk apa harus ada pertunjukan kematian dan kebangkitan itu ?
Jika dikatakan Yesus menebus manusia dari iblis, bukankah Tuhan yang berkuasa dan dengan mudah Dia dapat mengambil manusia dari tangan iblis ?
Banyak penjelasan mengenai kedatangan Yesus dan pekerjaanNya di bumi. Tetapi, tidak ada satu penjelasan pun yang bisa memuaskan logika kita.
Memang, itulah soalnya. Kedatangan Yesus di bumi bukanlah mengikuti logika manusia, melainkan logika Allah.
Dalam logika Allah, manusia yang telah jatuh ke dalam dosa harus dihukum dan - masih dalam logika Allah - hukum itu tak akan dibatalkan. Tetapi, Allah mau manusia bebas dari hukuman itu. Untuk itu, Seseorang mengambil alih hukuman itu dan menjalani kematian yang merupakan upah dosa. Dengan lunasnya hukuman itu dijalani, maka manusia kembali dapat hidup benar di hadapan Allah.
Allah telah membuat Seseorang yang tidak berdosa menjadi dosa dan membawaNya ke Bukit Golgota dan membiarkannya mati tergantung di kayu salib.
Seseorang telah mati menjalani hukuman kita manusia.
Dia kemudian bangkit.
Jika kita ada di dalam Dia, maka kita beroleh hak atas pembenaran oleh Allah.
Itulah logika Allah.
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
( 2 Korintus 5 : 21 )
10 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.