03 Agustus 2009

Mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri

Untuk apakah manusia hidup ? tanyaku kepada isteriku sehabis mengantar anakku ke sekolah.

Bayangkan, ujarku, jika pola ini kita jalani bertahun-tahun yang akan datang. Aku akan mengantar ke sekolah ribuan kali. Persis seperti yang dahulu dilakukan oleh ayahku untuk kami anak-anaknya. Sekarang bapak sudah tidak ada; aku mengulangi siklus yang dilakukannya.

Soal rutinitas mengantar sekolah hanyalah contoh kecil dari hidup cuma sekedar pengulangan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita.

Skenario yang lazim : Orang dilahirkan, mengejar pendidikan tinggi, menggapai karir yang sukses, mencapai tingkat penghasilan yang super...untuk apa ? Untuk hidup. Lalu, hidup untuk apa ?

Bagaimana jika : sekolah kandas, karir mentok bahkan terkapar oleh PHK, hidup dari mengais rejeki... bagaimana mau bicara tentang menikmati hidup ? Lalu, hidup untuk apa ?


Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

( 2 Korintus 5 : 15)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.