Untuk apakah manusia hidup ? tanyaku kepada isteriku sehabis mengantar anakku ke sekolah.
Bayangkan, ujarku, jika pola ini kita jalani bertahun-tahun yang akan datang. Aku akan mengantar ke sekolah ribuan kali. Persis seperti yang dahulu dilakukan oleh ayahku untuk kami anak-anaknya. Sekarang bapak sudah tidak ada; aku mengulangi siklus yang dilakukannya.
Soal rutinitas mengantar sekolah hanyalah contoh kecil dari hidup cuma sekedar pengulangan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelum kita.
Skenario yang lazim : Orang dilahirkan, mengejar pendidikan tinggi, menggapai karir yang sukses, mencapai tingkat penghasilan yang super...untuk apa ? Untuk hidup. Lalu, hidup untuk apa ?
Bagaimana jika : sekolah kandas, karir mentok bahkan terkapar oleh PHK, hidup dari mengais rejeki... bagaimana mau bicara tentang menikmati hidup ? Lalu, hidup untuk apa ?
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
( 2 Korintus 5 : 15)
03 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.