22 Agustus 2009

Menghadiri (lagi) adat parsaurmatuaon

Tubuh ringkih dan tua yang terbujur kaku di dalam peti mati itu tak terusik oleh riuhnya musik dan suara orang-orang yang berbalas kata melalui pengeras suara untuk menjalankan adat parsaurmatuaon.

Lima ratus orang lebih kerabat almarhum berkumpul di dalam rumah dan di bawah tenda yang dipasang di halaman dan di jalan depan rumah. Aku satu di antaranya sebagai dongan sahuta yang juga menurut hubungan marga juga adalah hula-hula parsiat.

Aku tak pernah berinteraksi dengan almarhum semasa hidupnya, bahkan aku sama sekali tak mengenalnya. Aku pernah dua tiga kali saling menyapa dengan salah satu menantunya.

Menggunakan waktuku hari ini untuk menghadiri acara ini dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00 yang sebagian besar digunakan untuk duduk menunggu, ada pertanyaan yang mengusik di hati : produktifkah hari-hari orang Batak ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.