Mencintaimu, kekasihku
Adalah amanat
Adalah sumpah
Mencintaimu, kekasihku
Ada kalanya aku harus membuang perasaan
Juga pikiran-pikiranku sendiri
Mencintaimu dan mencintaiku
adalah perjanjian
Mencintai, kekasihku, adalah tentang cinta
Cinta, kekasihku, adalah tentang kekekalan
Cinta, kekasihku, bermula dari Dia dan bermuara pada Dia
31 Oktober 2009
30 Oktober 2009
Kesempurnaan
Merindukan kesempurnaan pasangan hidup adalah undangan bagi penyesalan dan pengkhianatan.
Merindukan kesempurnaan adalah alami. Namun yang kita rindukan adalah kesempurnaan diri sendiri, bukan orang lain, atau dunia sekitar kita.
Nah, apakah yang kita herankan mengenai banyaknya rumah-tangga yang bertumbangan meskipun tak ada persoalan yang benar-benar mengganggu ?
Merindukan kesempurnaan adalah alami. Namun yang kita rindukan adalah kesempurnaan diri sendiri, bukan orang lain, atau dunia sekitar kita.
Nah, apakah yang kita herankan mengenai banyaknya rumah-tangga yang bertumbangan meskipun tak ada persoalan yang benar-benar mengganggu ?
29 Oktober 2009
Pengampunan
Kalau saja kita mau mengingat bahwa :
Kita telah diampuni dari kesalahan dengan tuntutan kematian
Kalau saja kita mau mengingat bahwa :
Kita telah diampuni dan dibebaskan dari neraka yang kekal
Seberapa sulitkah mengampuni kesalahan orang lain kepada kita ?
Kita telah diampuni dari kesalahan dengan tuntutan kematian
Kalau saja kita mau mengingat bahwa :
Kita telah diampuni dan dibebaskan dari neraka yang kekal
Seberapa sulitkah mengampuni kesalahan orang lain kepada kita ?
28 Oktober 2009
Mansion over the hilltop
Menjalani hidup di bumi yang fana ini mau tak mau harus mengalami sakit, takut, dan ragu. Agar bisa bertahan dalam kesusahan, hati harus teguh mengarah kepada tujuan akhir : Rumah di Surga yang baka.
I'm satisfied with just a cottage below
A little silver and a little gold
But in that city where the ransomed will shine
I want a gold one that's silver lined
Though often tempted, tormented, and tested,
And like the prophet my pillow a stone
And though I find here no permanent dwelling
I know He'll give me a mansion my own
Don't think me poor or deserted or lonely
I'm not discourage, I'm heaven bound
I'm born a pilgrim in search of that city
I want a mansion, a harp and a crown
Chorus :
I've got a mansion just over the hilltop
In that bright land where we'll never grow old
And someday yonder we will never more wander
But walk on street that are purest gold
(Ira F. Stanphill, Mansion over the Hilltop lyrics)
I'm satisfied with just a cottage below
A little silver and a little gold
But in that city where the ransomed will shine
I want a gold one that's silver lined
Though often tempted, tormented, and tested,
And like the prophet my pillow a stone
And though I find here no permanent dwelling
I know He'll give me a mansion my own
Don't think me poor or deserted or lonely
I'm not discourage, I'm heaven bound
I'm born a pilgrim in search of that city
I want a mansion, a harp and a crown
Chorus :
I've got a mansion just over the hilltop
In that bright land where we'll never grow old
And someday yonder we will never more wander
But walk on street that are purest gold
(Ira F. Stanphill, Mansion over the Hilltop lyrics)
27 Oktober 2009
Mengerti
Mengerti : mudah mengatakannya, entah kita mengerti artinya.
Kita pikir kita mengerti, padahal kita cuma menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa yang kita kenal. Padahal, kita cuma membawa untaian penjelasan dalam dunia orang lain ke dunia kita. Dan, itu belumlah jadi pengertian.
Ketika kita merasa mengerti, basis pengetahuan di dalam diri kita menerima kebenaran apa yang kita rasa kita mengerti. Padahal, basis pengetahuan kita sendiri tak semuanya benar.
Barangkali kita tak pernah tahu apa yang kita mengerti.
Atau, tak mengerti apa yang kita tahu.
Kita pikir kita mengerti, padahal kita cuma menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa yang kita kenal. Padahal, kita cuma membawa untaian penjelasan dalam dunia orang lain ke dunia kita. Dan, itu belumlah jadi pengertian.
Ketika kita merasa mengerti, basis pengetahuan di dalam diri kita menerima kebenaran apa yang kita rasa kita mengerti. Padahal, basis pengetahuan kita sendiri tak semuanya benar.
Barangkali kita tak pernah tahu apa yang kita mengerti.
Atau, tak mengerti apa yang kita tahu.
26 Oktober 2009
Amarah
Amarah membuat kita tolol.
Amarah membuat kita angkuh.
Amarah membuat kita tidak mau mengampuni.
Amarah membuat kita lupa pernah diampuni.
Amarah membuat kita lengah.
Amarah menyanjung kita hingga berani membantah Allah.
Amarah menjerembabkan kita ke liang dosa yang terdalam.
Amarah membuat kita angkuh.
Amarah membuat kita tidak mau mengampuni.
Amarah membuat kita lupa pernah diampuni.
Amarah membuat kita lengah.
Amarah menyanjung kita hingga berani membantah Allah.
Amarah menjerembabkan kita ke liang dosa yang terdalam.
25 Oktober 2009
Melkisedek
Khotbah di gereja hari Minggu ini didasarkan pada Kitab Ibrani yang membahas tentang Melkisedek. Selesai pembacaan Firman, aku berharap akan ada penjelasan yang gamblang tentang Melkisedek : apakah dia itu seorang manusia atau malaikat atau apa ? Apakah dia sungguh-sungguh pernah ada atau hanya kiasan ?
Namun, pendeta yang berkhotbah tak menyinggung pembahasan ke arah yang kuharapkan. Dia malah menggunakan berbagai ilustrasi tentang cara hidup modern di luar negeri dan memaparkan beberapa teori sekuler yang tak kuingat entah apa lagi.
Hari ini aku ke gereja dan berharap belajar sesuatu tentang Firman Tuhan. Yang kudapatkan adalah pengetahuan yang bisa kucari dengan mudah di internet.
Aku masih perlu mencari tahu siapakah Melkisedek.
Namun, pendeta yang berkhotbah tak menyinggung pembahasan ke arah yang kuharapkan. Dia malah menggunakan berbagai ilustrasi tentang cara hidup modern di luar negeri dan memaparkan beberapa teori sekuler yang tak kuingat entah apa lagi.
Hari ini aku ke gereja dan berharap belajar sesuatu tentang Firman Tuhan. Yang kudapatkan adalah pengetahuan yang bisa kucari dengan mudah di internet.
Aku masih perlu mencari tahu siapakah Melkisedek.
24 Oktober 2009
Trouble is a friend
Seorang teman Batak Kristen jatuh ke dalam pencobaan. Ini bukan yang pertama.
Dia tak menduga.
Tetapi, kali ini dia terjatuh cukup dalam.
Hingga melukai dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya.
Ini bukan yang pertama. Dia selayaknya tahu dia lemah.
Tetapi, dia tak mempersiapkan diri.
Dia selayaknya tahu dia lemah.
Alih-alih menyadari kelemahannya, dia menyalahkan orang lain.
Dan, dia jatuh ke dalam pencobaan.
Dia mencari masalah.
Karena masalah adalah musuhnya...dan juga temannya.
Trouble he will find you, no matter where you go, oh oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the morn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control...
He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
Ah ooh...
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road...
He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
ah ooh
How I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave,
I try, oh oh I try.....
(Trouble is a Friend - Lenka)
Dia tak menduga.
Tetapi, kali ini dia terjatuh cukup dalam.
Hingga melukai dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya.
Ini bukan yang pertama. Dia selayaknya tahu dia lemah.
Tetapi, dia tak mempersiapkan diri.
Dia selayaknya tahu dia lemah.
Alih-alih menyadari kelemahannya, dia menyalahkan orang lain.
Dan, dia jatuh ke dalam pencobaan.
Dia mencari masalah.
Karena masalah adalah musuhnya...dan juga temannya.
Trouble he will find you, no matter where you go, oh oh
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the morn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control...
He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
Ah ooh...
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road...
He's there in the dark
He's there in my heart
He waits in the wings
He's gotta play a part
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend yeah trouble is a friend of mine
ah ooh
How I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave,
I try, oh oh I try.....
(Trouble is a Friend - Lenka)
23 Oktober 2009
Dan lagi...dan lagi...
Berapa banyakkah waktu yang harus dihabiskan seorang Batak Kristen untuk menghadiri kematian ?
Ada lagi SMS pagi ini. Seorang dongan tubu - masih terhitung dongan sapunguan - monding dan pemakamannya hari ini.
Aku tak bisa hadir.
Ada lagi SMS pagi ini. Seorang dongan tubu - masih terhitung dongan sapunguan - monding dan pemakamannya hari ini.
Aku tak bisa hadir.
22 Oktober 2009
Rohlah yang memberi hidup
Butir kacang hijau yang diletakkan di atas kapas basah oleh anakku sebagai bagian dari tugas sains di sekolahnya sekarang sudah berubah menjadi batang setinggi 20 cm, dan akan terus tumbuh. Dari sebutir kacang berdiameter kurang dari setengah sentimeter, akan muncul sebatang pohon kacang hijau dewasa yang akan menghasilkan ratusan butir kacang hijau baru.
Tumbuhan adalah makhluk hidup.
Hal yang mirip terjadi pada hewan. Sepasang anjing akan menghasilkan anak-anak anjing kecil yang juga kelak menjadi anjing dewasa.
Juga manusia.
Kita menyebut tumbuhan, hewan dan manusia adalah makhluk hidup.
Tetapi, 'hidup' di dalam Alkitab memiliki makna yang berbeda. Hidup manusia bukan hanya bisa sekedar tumbuh dan berkembang biak. Hidup manusia berasal dari roh.
Persoalan ini pelik : secara biologis, kematian manusia tak beda dengan kematian hewan. Namun, ada dimensi manusia yang tak terlihat oleh mata manusia, yaitu adanya roh. Ketika manusia mati, ikutkah rohnya mati ?
Aku belum mempunyai jawaban.
Tapi, perkataan Yesus ini akan menjadi pegangan :
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
(Yoh 6 : 63)
Tumbuhan adalah makhluk hidup.
Hal yang mirip terjadi pada hewan. Sepasang anjing akan menghasilkan anak-anak anjing kecil yang juga kelak menjadi anjing dewasa.
Juga manusia.
Kita menyebut tumbuhan, hewan dan manusia adalah makhluk hidup.
Tetapi, 'hidup' di dalam Alkitab memiliki makna yang berbeda. Hidup manusia bukan hanya bisa sekedar tumbuh dan berkembang biak. Hidup manusia berasal dari roh.
Persoalan ini pelik : secara biologis, kematian manusia tak beda dengan kematian hewan. Namun, ada dimensi manusia yang tak terlihat oleh mata manusia, yaitu adanya roh. Ketika manusia mati, ikutkah rohnya mati ?
Aku belum mempunyai jawaban.
Tapi, perkataan Yesus ini akan menjadi pegangan :
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
(Yoh 6 : 63)
21 Oktober 2009
Kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita
Bagaimanakah kita yakin bahwa Tuhan ada ?
Bagaimanakah kita yakin bahwa Yesus adalah Tuhan ?
Bagaimanakah kita yakin bahwa keselamatan akan kita dapatkan ?
Ada macam-macam penjelasan. Mulai dari yang menyerang habis apa yang kita yakini itu, hingga yang mengamininya. Berbagai teori sudah dikembangan untuk menolak dan menghakimi apa yang kita yakini.
Tetapi, orang Kristen tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada mereka.
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
(1 Korintus 2 : 12)
Bagaimanakah kita yakin bahwa Yesus adalah Tuhan ?
Bagaimanakah kita yakin bahwa keselamatan akan kita dapatkan ?
Ada macam-macam penjelasan. Mulai dari yang menyerang habis apa yang kita yakini itu, hingga yang mengamininya. Berbagai teori sudah dikembangan untuk menolak dan menghakimi apa yang kita yakini.
Tetapi, orang Kristen tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada mereka.
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
(1 Korintus 2 : 12)
20 Oktober 2009
Membuka halaman demi halaman facebook orang-orang yang kita kenal dari masa lalu maupun dari masa kini : membangkitkan rasa rindu, rasa cemburu, rasa kagum, rasa hormat, rasa cinta, rasa haru, rasa bangga,...
Membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain : menggugah rasa syukur, mencuatkan rasa kecewa, membahanakan rasa hebat, menyembunyikan rasa gagal,...
Menatap wajah-wajah di monitor komputer,
membaca postingan di wall yang mengalir tak henti,
mencermati mail yang terus berdatangan,
memeriksa daftar orang yang mau di-add menjadi teman,
mengaitkan diri ke jejaring sosial yang tak ada batasnya ....
Mengamati wajah sendiri di cermin :
"Siapakah aku bagi diriku sendiri ?"
Membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain : menggugah rasa syukur, mencuatkan rasa kecewa, membahanakan rasa hebat, menyembunyikan rasa gagal,...
Menatap wajah-wajah di monitor komputer,
membaca postingan di wall yang mengalir tak henti,
mencermati mail yang terus berdatangan,
memeriksa daftar orang yang mau di-add menjadi teman,
mengaitkan diri ke jejaring sosial yang tak ada batasnya ....
Mengamati wajah sendiri di cermin :
"Siapakah aku bagi diriku sendiri ?"
19 Oktober 2009
Daun yang luruh
Daun yang luruh setahun satu
Tak bisa mengingkari setianya waktu
Menandai jejak kehidupan kita di bumi ini
Daun yang luruh setahun satu
Tertimbun dan hilang bentuk di temaram senja
Siapakah yang akan mengingatkan apa yang telah lalu ?
Waktu yang luruh di temaram senja
Mengingatkan siapakah ?
Tak bisa mengingkari setianya waktu
Menandai jejak kehidupan kita di bumi ini
Daun yang luruh setahun satu
Tertimbun dan hilang bentuk di temaram senja
Siapakah yang akan mengingatkan apa yang telah lalu ?
Waktu yang luruh di temaram senja
Mengingatkan siapakah ?
18 Oktober 2009
Saling memahami
Mudah mengatakan kepada orang lain : "Ayolah...cobalah saling memahami. Bantulah dia dalam pasanganmu dalam kelemahannya. Tak ada salahnya mengalah demi kebaikan."
Pelaksanannya tak pernah mudah.
Pertama : Ketika kita diminta untuk saling memahami, masing-masing menuntut untuk dipahami terlebih dahulu. Dead lock!
Kedua : Ketika diminta untuk membantu pasangan dalam kelemahan, masing-masing melihat bahwa pasangannya sebenarnya dapat menolong dirinya sendiri dan kurang berusaha; tak ada perlunya mengulurkan tangan, hanya membuat sang pasangan tidak mandiri. Dead lock!
Ketiga : Mengalah ? Memangnya siapa yang memulai persoalan ? Dead lock!
Mencoba menyelesaikan persoalan rumah-tangga dengan menggunakan norma sosial sering membawa kita pada keadaan yang dead-lock. Tak ada lagi jalan! Bubar adalah pilihan logis.
Seandainya...ya, seandainya saja...ada rasa takut pada Tuhan.
Seandainya memahami adalah Perintah Tuhan yang harus ditaati. Seandainya menolong pasangan adalah juga Perintah yang tak boleh diabaikan. Seandainya mengalah adalah Perintah yang tak boleh dibantah.
Ya...seandainya...Mungkin masih ada harapan.
Pelaksanannya tak pernah mudah.
Pertama : Ketika kita diminta untuk saling memahami, masing-masing menuntut untuk dipahami terlebih dahulu. Dead lock!
Kedua : Ketika diminta untuk membantu pasangan dalam kelemahan, masing-masing melihat bahwa pasangannya sebenarnya dapat menolong dirinya sendiri dan kurang berusaha; tak ada perlunya mengulurkan tangan, hanya membuat sang pasangan tidak mandiri. Dead lock!
Ketiga : Mengalah ? Memangnya siapa yang memulai persoalan ? Dead lock!
Mencoba menyelesaikan persoalan rumah-tangga dengan menggunakan norma sosial sering membawa kita pada keadaan yang dead-lock. Tak ada lagi jalan! Bubar adalah pilihan logis.
Seandainya...ya, seandainya saja...ada rasa takut pada Tuhan.
Seandainya memahami adalah Perintah Tuhan yang harus ditaati. Seandainya menolong pasangan adalah juga Perintah yang tak boleh diabaikan. Seandainya mengalah adalah Perintah yang tak boleh dibantah.
Ya...seandainya...Mungkin masih ada harapan.
17 Oktober 2009
Ibu dan anak-anaknya
Seorang ibu - kadang-kadang - begitu mengasihi anak-anaknya sehingga bagaikan induk ayam menyediakan terus sayap yang melindungi anak-anaknya.
Kadang-kadang seorang ibu menghalangi anak-anaknya tumbuh dan mandiri dengan mengerami terus telur-telur yang sudah siap untuk menantang dunia.
Seorang ibu seringkali mengatasnamakan kasih untuk menjaga anak-anaknya dari pahit-getirnya dunia nyata, tetapi dalam kenyataan dia mengamputasi talenta anak-anaknya untuk menjadi manusia yang bahkan bisa lebih hebat dari orang-tuanya.
Tak mudah menjadi ibu.
Tak mudah mengasihi sebagai ibu.
Tak mudah bertanggung-jawab atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan untuk dipelihara.
Tak mudah untuk mengerti : anak-anak sang ibu adalah manusia ciptaan Tuhan, bukan ciptaan sang ibu.
Mengertikah para ibu ?
Kadang-kadang seorang ibu menghalangi anak-anaknya tumbuh dan mandiri dengan mengerami terus telur-telur yang sudah siap untuk menantang dunia.
Seorang ibu seringkali mengatasnamakan kasih untuk menjaga anak-anaknya dari pahit-getirnya dunia nyata, tetapi dalam kenyataan dia mengamputasi talenta anak-anaknya untuk menjadi manusia yang bahkan bisa lebih hebat dari orang-tuanya.
Tak mudah menjadi ibu.
Tak mudah mengasihi sebagai ibu.
Tak mudah bertanggung-jawab atas anak-anak yang dipercayakan Tuhan untuk dipelihara.
Tak mudah untuk mengerti : anak-anak sang ibu adalah manusia ciptaan Tuhan, bukan ciptaan sang ibu.
Mengertikah para ibu ?
16 Oktober 2009
Sakit hati
Sakit hati di simpan bukan di dalam hati, tetapi di dalam pikiran.
Sakit hati memang terasa ngilu di suatu tempat di dalam dada - entah itu di hati atau di jantung - kita tidak tahu.
Sakit hati berbeda dengan penyakit hati.
Sakit hati dikumpul dan diendapkan di dalam ingatan dan diledakkan pada saat yang tepat (atau saat yang tidak tepat ?).
Sakit hati membuat kita merasa berhak untuk tidak mengampuni, dan tak perlu meminta pengampunan.
Sakit hati membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain.
Sakit hati menjadi tapis bagi penglihatan dan pendengaran kita.
Sakit hati akan memperanakkan lebih banyak sakit hati.
Sakit hati - jika diperlihara terus - akan dibawa sampai mati.
Orang Kristen dilarang oleh Tuhan untuk sakit hati. Tuhan sendiri telah mencontohkan bagaimana Dia yang dikhianati, ditinggalkan, dimaki, dibunuh, direndahkan, dinista,...oleh manusia menawarkan pengampunan.
Tuhan kita tidak memelihara sakit hati.
UmatNya diajarkan untuk bersikap kasih : dalam kasih tidak ada sakit hati.
Sakit hati memang terasa ngilu di suatu tempat di dalam dada - entah itu di hati atau di jantung - kita tidak tahu.
Sakit hati berbeda dengan penyakit hati.
Sakit hati dikumpul dan diendapkan di dalam ingatan dan diledakkan pada saat yang tepat (atau saat yang tidak tepat ?).
Sakit hati membuat kita merasa berhak untuk tidak mengampuni, dan tak perlu meminta pengampunan.
Sakit hati membuat kita merasa lebih tinggi dari orang lain.
Sakit hati menjadi tapis bagi penglihatan dan pendengaran kita.
Sakit hati akan memperanakkan lebih banyak sakit hati.
Sakit hati - jika diperlihara terus - akan dibawa sampai mati.
Orang Kristen dilarang oleh Tuhan untuk sakit hati. Tuhan sendiri telah mencontohkan bagaimana Dia yang dikhianati, ditinggalkan, dimaki, dibunuh, direndahkan, dinista,...oleh manusia menawarkan pengampunan.
Tuhan kita tidak memelihara sakit hati.
UmatNya diajarkan untuk bersikap kasih : dalam kasih tidak ada sakit hati.
15 Oktober 2009
Air mata yang jatuh
Siang ini aku menitikkan air mata.
Lagi berita kematian menghampiriku.
Seorang yang kukasihi akhirnya siang ini menyelesaikan perjalanannya di bumi setelah berjuang beberapa tahun melawan kanker yang menggerogoti anggota tubuhnya.
Hatiku mendua. Seharusnya aku berpikir dia sudah lebih dekat ke Rumah Yang Kekal, tetapi hati kecilku tetap menganggap kematian adalah kekalahan.
Maka, air mataku jatuh.
Aku berduka.
Selamat melanjutkan perjalanan di Negeri Baka, Inangtua tercinta.
Lagi berita kematian menghampiriku.
Seorang yang kukasihi akhirnya siang ini menyelesaikan perjalanannya di bumi setelah berjuang beberapa tahun melawan kanker yang menggerogoti anggota tubuhnya.
Hatiku mendua. Seharusnya aku berpikir dia sudah lebih dekat ke Rumah Yang Kekal, tetapi hati kecilku tetap menganggap kematian adalah kekalahan.
Maka, air mataku jatuh.
Aku berduka.
Selamat melanjutkan perjalanan di Negeri Baka, Inangtua tercinta.
14 Oktober 2009
Renungan tentang pernikahan
Sebuah pernikahan hanya bisa bertahan dan mencapai kebahagiaan jika pria dan wanita yang berkomitmen membangun rumah-tangga itu sama-sama tunduk, takut dan hormat kepada Allah yang menciptakan pasangannya.
Sebuah pernikahan hanya berarti jika pasangan suami-istri memberi arti pada pernikahan mereka : pernikahan adalah kesepakatan yang diteguhkan oleh Allah sendiri.
Sebuah pernikahan Kristen hanya mungkin dibangun diatas dasar : "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan akal budi; kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" dan "Istri tunduk pada suami; suami mengasihi istri, seperti Kristus mengasihi jemaat."
Sebuah pernikahan akan langgeng hanya kalau sejak awal direncanakan, diniatkan dan dimateraikan untuk langgeng.
Sebuah pernikahan hanya berarti jika pasangan suami-istri memberi arti pada pernikahan mereka : pernikahan adalah kesepakatan yang diteguhkan oleh Allah sendiri.
Sebuah pernikahan Kristen hanya mungkin dibangun diatas dasar : "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa dan akal budi; kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" dan "Istri tunduk pada suami; suami mengasihi istri, seperti Kristus mengasihi jemaat."
Sebuah pernikahan akan langgeng hanya kalau sejak awal direncanakan, diniatkan dan dimateraikan untuk langgeng.
13 Oktober 2009
SMS (lagi dan lagi)
Sore. HP berkelap-kelip. Ada SMS.
Baris pertama terbaca : "Telah meninggal dunia...."
Duh, siapa lagi ?
Membaca SMS begini tampaknya akan menjadi latihan olah-raga jantung. Antisipasi dan rasa takut berbaur dengan rasa tak berdaya.
SMS hari ini giliran seorang tua. Sudah saurmatua. Mertua seorang bapauda. Hari ini marria raja, besok acara adatnya.
Ketika mengatur rencana untuk menghadiri acara ini dengan seorang kerabat, aku diberitahu bahwa dua hari yang lalu juga ada acara parsarimatuan di keluarga seorang dongan tubu. Aku seharusnya hadir. Duh... mengapa hanya berita kematian ?
Baris pertama terbaca : "Telah meninggal dunia...."
Duh, siapa lagi ?
Membaca SMS begini tampaknya akan menjadi latihan olah-raga jantung. Antisipasi dan rasa takut berbaur dengan rasa tak berdaya.
SMS hari ini giliran seorang tua. Sudah saurmatua. Mertua seorang bapauda. Hari ini marria raja, besok acara adatnya.
Ketika mengatur rencana untuk menghadiri acara ini dengan seorang kerabat, aku diberitahu bahwa dua hari yang lalu juga ada acara parsarimatuan di keluarga seorang dongan tubu. Aku seharusnya hadir. Duh... mengapa hanya berita kematian ?
12 Oktober 2009
Tuhan adalah Roh
Membaca tulisan kalangan new age dan animist modern, tahulah aku : Mereka menganggap Tuhan itu adalah sesuatu : energi atau benda atau keadaan. Mereka mempercayai adanya Yang Maha Kuasa, tetapi mereka mengakui keberadaannya sebagaimana mereka menginginkannya.
Di kalangan Kristen juga mulai berkembang interpretasi yang aneh-aneh mengenai Tuhan. Ada yang menganggap bahwa Kitab Kejadian menceritakan tentang samudra raya yang adalah Tuhan sendiri.
Untukku : Tuhan adalah Roh.
Aku tak tahu apa itu roh. Tetapi jelas benda-benda bukanlah roh.
Aku tak tahu apa itu sejatiNya Tuhan. Tetapi jelas energi bukanlah Tuhan.
Aku tak akan bisa memahami sepenuhnya Apa dan Siapa Tuhan.
Jika Dia ada, maka Dia ada. Entah aku paham atau tidak, Dia tetap Ada.
Jika Dia berdaulat, maka Dia berdaulat. Entah aku mengakui atau tidak, Dia tetap berdaulat.
Jika Dia adalah Roh, maka Dia adalah Roh. Entah aku hanya bisa membayangkannya sebagai Sesuatu yang berwujud, Dia tetaplah Roh.
Di kalangan Kristen juga mulai berkembang interpretasi yang aneh-aneh mengenai Tuhan. Ada yang menganggap bahwa Kitab Kejadian menceritakan tentang samudra raya yang adalah Tuhan sendiri.
Untukku : Tuhan adalah Roh.
Aku tak tahu apa itu roh. Tetapi jelas benda-benda bukanlah roh.
Aku tak tahu apa itu sejatiNya Tuhan. Tetapi jelas energi bukanlah Tuhan.
Aku tak akan bisa memahami sepenuhnya Apa dan Siapa Tuhan.
Jika Dia ada, maka Dia ada. Entah aku paham atau tidak, Dia tetap Ada.
Jika Dia berdaulat, maka Dia berdaulat. Entah aku mengakui atau tidak, Dia tetap berdaulat.
Jika Dia adalah Roh, maka Dia adalah Roh. Entah aku hanya bisa membayangkannya sebagai Sesuatu yang berwujud, Dia tetaplah Roh.
11 Oktober 2009
Khotbah hari Minggu
Khotbah di gereja hari ini tentang orang muda yang kaya yang bertanya kepada Yesus bagaimana caranya untuk mendapat hidup yang kekal. Orang muda tersebut telah melakukan perintah-perintah dalam hukum Taurat.
Yesus menyuruh orang muda tersebut untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin, kemudian datang kepada Yesus dan mengikut Dia.
Orang muda itu merasa sedih. Dia tak sanggup berpisah dengan harta yang telah dikumpulkannya. Harta tersebut lebih berarti baginya daripada hidup kekal.
Bukankah kita juga demikian ?
Kita enggan meninggalkan reputasi, rasa nyaman, karir, peluang bisnis, relasi dengan orang lain, ... demi suatu kehidupan kekal yang tak terlihat mata dan tak tahu kapan datangnya - kalau pun pernah datang ?
Orang muda dalam khotbah Minggu ini lebih jujur dari banyak orang Kristen. Dia tidak kembali kepada Yesus. Dia memilih hartanya.
Kebanyakan kita berpura-pura datang kepada Yesus, sementara hati kita masih terikat pada harta duniawi kita. Mungkinkah kita bisa menipuNya ?
Yesus menyuruh orang muda tersebut untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin, kemudian datang kepada Yesus dan mengikut Dia.
Orang muda itu merasa sedih. Dia tak sanggup berpisah dengan harta yang telah dikumpulkannya. Harta tersebut lebih berarti baginya daripada hidup kekal.
Bukankah kita juga demikian ?
Kita enggan meninggalkan reputasi, rasa nyaman, karir, peluang bisnis, relasi dengan orang lain, ... demi suatu kehidupan kekal yang tak terlihat mata dan tak tahu kapan datangnya - kalau pun pernah datang ?
Orang muda dalam khotbah Minggu ini lebih jujur dari banyak orang Kristen. Dia tidak kembali kepada Yesus. Dia memilih hartanya.
Kebanyakan kita berpura-pura datang kepada Yesus, sementara hati kita masih terikat pada harta duniawi kita. Mungkinkah kita bisa menipuNya ?
10 Oktober 2009
Badai Pernikahan
Menonton sebuah film Kristen berjudul "Fire Proof" yang menceritakan tentang bagaimana sepasang suami isteri melewati badai pernikahan, aku merenung : Hampir di setiap keretakan keluarga kedua belah pihak berperan. Salah seorang - entah suami, entah isteri - mungkin memulai persoalan. Tetapi, hampir selalu, yang lain menimpali dengan menambahkan kerumitan dalam permasalahan yang ada. Demikian seterusnya : bergantian menambahkan minyak ke bara pertengkaran.
Yang juga terpikir olehku : Hampir semua pernikahan yang pecah adalah keluarga yang salah satu atau kedua orang dalam pernikahan itu tidak mau tunduk kepada Tuhan. Mereka melecehkan aturan pernikahan, mereka memandang rendah ajaran Tuhan, mereka merasa lebih pintar dari Tuhan.
Yang ketiga : pasangan yang bertengkar dipenuhi oleh amarah, dendam, rasa terhina, keangkuhan, akar pahit...dan tidak mau mengampuni dan tidak mau meminta pengampunan.
Film "Fire Proof" memberikan nasihat agar setiap orang kembali kepada ajaran kasih. Kembali kepada Sumber Kasih.
Ini mungkin resep yang menggelikan bagi kebanyakan orang sekuler. Tapi, siapa yang mau belajar tentang pernikahan kepada orang sekuler ? Aku tidak!
Pernikahan adalah perjanjian di hadapan Allah dan harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah. Kurang dari itu tak lebih dari kontrak sosial yang dengan mudah digugurkan dengan alasan sepele.
Yang juga terpikir olehku : Hampir semua pernikahan yang pecah adalah keluarga yang salah satu atau kedua orang dalam pernikahan itu tidak mau tunduk kepada Tuhan. Mereka melecehkan aturan pernikahan, mereka memandang rendah ajaran Tuhan, mereka merasa lebih pintar dari Tuhan.
Yang ketiga : pasangan yang bertengkar dipenuhi oleh amarah, dendam, rasa terhina, keangkuhan, akar pahit...dan tidak mau mengampuni dan tidak mau meminta pengampunan.
Film "Fire Proof" memberikan nasihat agar setiap orang kembali kepada ajaran kasih. Kembali kepada Sumber Kasih.
Ini mungkin resep yang menggelikan bagi kebanyakan orang sekuler. Tapi, siapa yang mau belajar tentang pernikahan kepada orang sekuler ? Aku tidak!
Pernikahan adalah perjanjian di hadapan Allah dan harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah. Kurang dari itu tak lebih dari kontrak sosial yang dengan mudah digugurkan dengan alasan sepele.
09 Oktober 2009
Sebuah SMS
Sebuah SMS masuk ke HP.
Memberitakan ada seorang dongan tubu yang juga sapunguan monding. Marria raja malam ini, adatnya besok.
Mendapat berita kematian akan menjadi seperti SMS berlangganan : pasti akan datang meski tak teratur jadwalnya.
Bukankah ini seharusnya mengingatkan kita bahwa suatu hari kelak nama kita yang dicantumkan di dalam SMS itu ?
Memberitakan ada seorang dongan tubu yang juga sapunguan monding. Marria raja malam ini, adatnya besok.
Mendapat berita kematian akan menjadi seperti SMS berlangganan : pasti akan datang meski tak teratur jadwalnya.
Bukankah ini seharusnya mengingatkan kita bahwa suatu hari kelak nama kita yang dicantumkan di dalam SMS itu ?
08 Oktober 2009
Para Farisi
Orang Farisi di dalam Kitab Perjanjian Baru sering diidentikkan sebagai orang munafik : banyak tahu Firman Tuhan, tetapi kelakukan dan sikapnya jauh dari Firman Tuhan. Lebih konyal lagi, mereka suka menggunakan Firman Tuhan untuk menunjukkan kesalahan orang lain, suka membuat berbagai aturan yang menjadi jabaran dan pedoman menjalankan Firman Tuhan, suka menghakimi orang lain.
Namun, mereka adalah orang-orang yang serius mencari tahu Firman Tuhan. Karena itu, meskipun banyak orang Farisi yang munafik, mereka dipuji Yesus juga. Orang-orang yang tidak giat mempelajari Firman Tuhan sebagaimana dilakukan oleh orang Farisi, akan jauh dari Kerajaaan Allah.
Di abad ke-21 ini semakin banyak kita temui Farisi baru di sekitar kita. Mereka rajin belajar Firman, entah formal di sekolah teologia/Alkitab atau belajar sendiri atau kursus-kursus. Dengan petantang-petenteng mereka berkhotbah tentang kesesatan banyak orang-orang Kristen yang mengikuti doktrin tertentu. Dengan lantang pula mereka mengajarkan berbagai pemahaman baru mengenai Firman Tuhan.
Mereka bisa kita temui di gereja-gereja. Di persekutuan doa atau kelompok PA. Mereka mungkin adalah orang dekat kita. Dan sekarang, mereka bagaikan ikan menemukan samudra : jutaan lembar halaman internet dibuat untuk menyebarkan ajaran Para Farisi.
Mana yang benar? Mana yang salah? Mana 'ku tahu ?!!!
Semua merasa benar, semua merasa Alkitabiah, semua merasa dituntun Roh Kudus, semua merasa sedang menegakkan ajaran Yesus yang sejati, semua merasa pintar dan yang lain tolol. Jangan coba-coba mengingatkan Para Farisi untuk lebih banyak berbuat daripada berkoar-koar tentang doktrin; mereka akan punya segudang amunisi untuk menunjukkan hanya orang-orang bodoh dan bebal yang tak mau menggunakan akal budi untuk menyelidiki Firman Tuhan.
Lantas, mengapa umumnya Para Farisi modern itu gemar menggunakan kata-kata kasar, menghina dan sok serba tahu, tak beda dengan Para Farisi zaman Yesus ?
Entahlah.
Aku hanyalah seorang Batak Kristen biasa yang cuma beberapa gram otak sederhana. Aku tahu aku tidak paham cukup banyak mengenai Firman Tuhan. Aku tahu bahwa aku kemungkinan salah mengartikan beberapa Firman Tuhan.
Aku hanya percaya bahwa "barang siapa percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."
Aku hanya percaya bahwa mengasihi Allah adalah hukum utama dan mengasihi sesama manusia adalah hukum yang sama pentingnya dengan hukum utama itu.
Tentang berbagai ajaran, aku hanya berupaya memahami sebagaimana Tuhan ungkapkan kepadaku. Sesat atau tidak...siapa yang mengangkat Para Farisi modern itu menjadi hakim kita saat ini ?
Namun, mereka adalah orang-orang yang serius mencari tahu Firman Tuhan. Karena itu, meskipun banyak orang Farisi yang munafik, mereka dipuji Yesus juga. Orang-orang yang tidak giat mempelajari Firman Tuhan sebagaimana dilakukan oleh orang Farisi, akan jauh dari Kerajaaan Allah.
Di abad ke-21 ini semakin banyak kita temui Farisi baru di sekitar kita. Mereka rajin belajar Firman, entah formal di sekolah teologia/Alkitab atau belajar sendiri atau kursus-kursus. Dengan petantang-petenteng mereka berkhotbah tentang kesesatan banyak orang-orang Kristen yang mengikuti doktrin tertentu. Dengan lantang pula mereka mengajarkan berbagai pemahaman baru mengenai Firman Tuhan.
Mereka bisa kita temui di gereja-gereja. Di persekutuan doa atau kelompok PA. Mereka mungkin adalah orang dekat kita. Dan sekarang, mereka bagaikan ikan menemukan samudra : jutaan lembar halaman internet dibuat untuk menyebarkan ajaran Para Farisi.
Mana yang benar? Mana yang salah? Mana 'ku tahu ?!!!
Semua merasa benar, semua merasa Alkitabiah, semua merasa dituntun Roh Kudus, semua merasa sedang menegakkan ajaran Yesus yang sejati, semua merasa pintar dan yang lain tolol. Jangan coba-coba mengingatkan Para Farisi untuk lebih banyak berbuat daripada berkoar-koar tentang doktrin; mereka akan punya segudang amunisi untuk menunjukkan hanya orang-orang bodoh dan bebal yang tak mau menggunakan akal budi untuk menyelidiki Firman Tuhan.
Lantas, mengapa umumnya Para Farisi modern itu gemar menggunakan kata-kata kasar, menghina dan sok serba tahu, tak beda dengan Para Farisi zaman Yesus ?
Entahlah.
Aku hanyalah seorang Batak Kristen biasa yang cuma beberapa gram otak sederhana. Aku tahu aku tidak paham cukup banyak mengenai Firman Tuhan. Aku tahu bahwa aku kemungkinan salah mengartikan beberapa Firman Tuhan.
Aku hanya percaya bahwa "barang siapa percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."
Aku hanya percaya bahwa mengasihi Allah adalah hukum utama dan mengasihi sesama manusia adalah hukum yang sama pentingnya dengan hukum utama itu.
Tentang berbagai ajaran, aku hanya berupaya memahami sebagaimana Tuhan ungkapkan kepadaku. Sesat atau tidak...siapa yang mengangkat Para Farisi modern itu menjadi hakim kita saat ini ?
07 Oktober 2009
Ironi
Menyaksikan TV menyiarkan luasnya dan ngerinya dampak gempa di Sumatera Barat membuat hati bergidik. Sungguh menyeramkan.
Hampir semua statiun TV membuka dompet sumbangan. Begitu juga beberapa operator telepon seluler menyediakan cara penyaluran sumbangan dengan cara yang mudah "ketik ...." melalui SMS.
Ada lagu Ebiet G. Ade yang diulang-ulang.
Juga, gambar-gambar yang memilukan.
Tetapi, TV tetaplah media komersial.
Di antara berita "breaking news", iklan-iklan kondominium, apartemen, dan sebagainya yang menjulang dan mewah ditawarkan dengan iringan lagu yang megah dan presenter cantik yang senyum lebar.
Hanya hitungan hari...bencana ini tak akan lebih dari cerita selingan bagi orang-orang yang tak mengalaminya sendiri.
TV membukakan mata kita akan kenyataan. TV juga mendikte kita tentang suatu ilusi yang wajib kita pahami sebagai kenyataan.
Itulah ironi hidup masa kini.
Hampir semua statiun TV membuka dompet sumbangan. Begitu juga beberapa operator telepon seluler menyediakan cara penyaluran sumbangan dengan cara yang mudah "ketik ...." melalui SMS.
Ada lagu Ebiet G. Ade yang diulang-ulang.
Juga, gambar-gambar yang memilukan.
Tetapi, TV tetaplah media komersial.
Di antara berita "breaking news", iklan-iklan kondominium, apartemen, dan sebagainya yang menjulang dan mewah ditawarkan dengan iringan lagu yang megah dan presenter cantik yang senyum lebar.
Hanya hitungan hari...bencana ini tak akan lebih dari cerita selingan bagi orang-orang yang tak mengalaminya sendiri.
TV membukakan mata kita akan kenyataan. TV juga mendikte kita tentang suatu ilusi yang wajib kita pahami sebagai kenyataan.
Itulah ironi hidup masa kini.
06 Oktober 2009
Akar
Telah lama aku renungkan, dan belum dapat aku temukan sesuatu yang menyangkalnya :
Akar dari semua masalah manusia adalah dosa
Akar dari semua penderitaan adalah ketidakpercayaan kepada Rancangan Allah
Akar dari semua keputusasaan adalah tidak berharap kepada Allah
Akar dari semua masalah manusia adalah dosa
Akar dari semua penderitaan adalah ketidakpercayaan kepada Rancangan Allah
Akar dari semua keputusasaan adalah tidak berharap kepada Allah
05 Oktober 2009
Renungan pagi
Pokok pikiran dalam Saat Teduh pagi ini :
Tak peduli siapa diriku atau apa yang telah kulakukan, Allah mengasihi aku.
Tak peduli siapa diriku atau apa yang telah kulakukan, Allah mengasihi aku.
04 Oktober 2009
Adat parsarimatuaon
Praktis sehari ini kegiatanku hanyalah mengikuti acara adat parsarimatuan kerabat yang meninggal dunia.
Dimulai dari pukul 08.00 dengan ibadah Minggu di rumah duka, mompo, acara, menyelimutkan saput dan menudungkan tujung, dan acara keluarga. Lalu masuk acara utama dengan masuknya uduran yang tak henti : hula-hula, tulang, bona tulang, bona ni ari, tulang rorobot, hula-hula na marhaha maranggi, hula-hula parsiat, simatua ni boru, raja di boru, raja tinonggo, berbagai dongan, dan diakhiri dongan sahuta. Di sela-selanya ada acara makan siang dan manumpaki. Ada juga acara dondon tua.
Aku permisi pulang ketika masuk ke acara tutup peti. Hari sudah mulai gelap.
Matahari pastilah sudah terbenam ketika jenazah di bawa ke pemakaman. Dan, masih akan dilanjut lagi dengan acara membuka tujung.
Dimulai dari pukul 08.00 dengan ibadah Minggu di rumah duka, mompo, acara, menyelimutkan saput dan menudungkan tujung, dan acara keluarga. Lalu masuk acara utama dengan masuknya uduran yang tak henti : hula-hula, tulang, bona tulang, bona ni ari, tulang rorobot, hula-hula na marhaha maranggi, hula-hula parsiat, simatua ni boru, raja di boru, raja tinonggo, berbagai dongan, dan diakhiri dongan sahuta. Di sela-selanya ada acara makan siang dan manumpaki. Ada juga acara dondon tua.
Aku permisi pulang ketika masuk ke acara tutup peti. Hari sudah mulai gelap.
Matahari pastilah sudah terbenam ketika jenazah di bawa ke pemakaman. Dan, masih akan dilanjut lagi dengan acara membuka tujung.
03 Oktober 2009
Gempa Sumbar
Gempa berskala 7,6 SR yang terjadi 30 September 2009 menjadi berita yang tak henti disiarkan oleh televisi.
Wajah-wajah kosong, putus asa, histeris; tubuh-tubuh tanpa nyawa. Bencana ini merenggut jiwa-jiwa tanpa ampun. Aku tak mengenal wajah-wajah itu. Tapi, aku ikut menangis. Di ujung lidahku tersendat tanya : Mengapa Tuhan ?
Ratusan nyawa telah melayang. Ratusan lagi jiwa hilang, dan besar kemungkinan tertimbun di kedalaman lebih 10 meter atau di reruntuhan puing.
Belakangan aku dengar, seorang saudara jauh yang tinggal di Mentawai juga tak luput dari bencana. Rumahnya hancur. Puji Tuhan, seluruh keluarga selamat.
Tuhan, jauhkanlah aku dari pertanyaan 'mengapa' itu. Biarkan aku tunduk kepada apa saja kehendakMu. Doaku kepadaMu : apapun kehendakMu, berbelas kasihanlah kepada saudara-saudara kami di Sumatera Barat dan sekitarnya.
Wajah-wajah kosong, putus asa, histeris; tubuh-tubuh tanpa nyawa. Bencana ini merenggut jiwa-jiwa tanpa ampun. Aku tak mengenal wajah-wajah itu. Tapi, aku ikut menangis. Di ujung lidahku tersendat tanya : Mengapa Tuhan ?
Ratusan nyawa telah melayang. Ratusan lagi jiwa hilang, dan besar kemungkinan tertimbun di kedalaman lebih 10 meter atau di reruntuhan puing.
Belakangan aku dengar, seorang saudara jauh yang tinggal di Mentawai juga tak luput dari bencana. Rumahnya hancur. Puji Tuhan, seluruh keluarga selamat.
Tuhan, jauhkanlah aku dari pertanyaan 'mengapa' itu. Biarkan aku tunduk kepada apa saja kehendakMu. Doaku kepadaMu : apapun kehendakMu, berbelas kasihanlah kepada saudara-saudara kami di Sumatera Barat dan sekitarnya.
02 Oktober 2009
Nunga lao
Pagi tadi aku dapati sebuah SMS di handphone. SMS kemarin malam. Seorang kerabat dekat dipanggil pulang ke rumah Tuhan sekitar pukul 19 kemarin.
Siangnya aku sempatkan mampir ke rumah duka.
Menemui orang-orang yang berduka.
Satu per satu orang yang kukenal meninggalkan bumi.
Setiap kita akan meninggalkan bumi.
Mengapa kita menyia-nyiakan waktu yang masih tersisa ?
Siangnya aku sempatkan mampir ke rumah duka.
Menemui orang-orang yang berduka.
Satu per satu orang yang kukenal meninggalkan bumi.
Setiap kita akan meninggalkan bumi.
Mengapa kita menyia-nyiakan waktu yang masih tersisa ?
01 Oktober 2009
Air
Renungan pagi dari buku pedoman Saat Teduh yang kami baca tadi pagi membahas tentang pentingnya air dalam kehidupan. Air diperlukan untuk memuaskan dahaga. Dalam percakapan dengan perempuan Samaria di pinggir sumur, Kristus mengajar bahwa Dia dapat memuaskan rasa haus rohani kita.
Sepanjang hari ini aliran air PAM ke rumah kami sangat kecil. Air di bak mandi sangat sedikit. Untunglah malam hari air mulai ngocor dengan lebih kencang. Aku mandi jam sepuluh malam. Rasa lengket di wajah dan sekujur tubuh dan rasa gerah yang begitu mengganggu hilang terguyur air. Duh, segarnya.
Tidakkah seharusnya Firman Tuhan tidak hanya memuaskan rasa haus rohani kita, tetapi juga menyegarkannya setelah berdaki-daki dan berpanas-panas menjalani hidup di antara orang-orang yang tak tunduk kepada Tuhan ?
Sepanjang hari ini aliran air PAM ke rumah kami sangat kecil. Air di bak mandi sangat sedikit. Untunglah malam hari air mulai ngocor dengan lebih kencang. Aku mandi jam sepuluh malam. Rasa lengket di wajah dan sekujur tubuh dan rasa gerah yang begitu mengganggu hilang terguyur air. Duh, segarnya.
Tidakkah seharusnya Firman Tuhan tidak hanya memuaskan rasa haus rohani kita, tetapi juga menyegarkannya setelah berdaki-daki dan berpanas-panas menjalani hidup di antara orang-orang yang tak tunduk kepada Tuhan ?
Langganan:
Komentar (Atom)