Menonton sebuah film Kristen berjudul "Fire Proof" yang menceritakan tentang bagaimana sepasang suami isteri melewati badai pernikahan, aku merenung : Hampir di setiap keretakan keluarga kedua belah pihak berperan. Salah seorang - entah suami, entah isteri - mungkin memulai persoalan. Tetapi, hampir selalu, yang lain menimpali dengan menambahkan kerumitan dalam permasalahan yang ada. Demikian seterusnya : bergantian menambahkan minyak ke bara pertengkaran.
Yang juga terpikir olehku : Hampir semua pernikahan yang pecah adalah keluarga yang salah satu atau kedua orang dalam pernikahan itu tidak mau tunduk kepada Tuhan. Mereka melecehkan aturan pernikahan, mereka memandang rendah ajaran Tuhan, mereka merasa lebih pintar dari Tuhan.
Yang ketiga : pasangan yang bertengkar dipenuhi oleh amarah, dendam, rasa terhina, keangkuhan, akar pahit...dan tidak mau mengampuni dan tidak mau meminta pengampunan.
Film "Fire Proof" memberikan nasihat agar setiap orang kembali kepada ajaran kasih. Kembali kepada Sumber Kasih.
Ini mungkin resep yang menggelikan bagi kebanyakan orang sekuler. Tapi, siapa yang mau belajar tentang pernikahan kepada orang sekuler ? Aku tidak!
Pernikahan adalah perjanjian di hadapan Allah dan harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah. Kurang dari itu tak lebih dari kontrak sosial yang dengan mudah digugurkan dengan alasan sepele.
10 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.