08 Oktober 2009

Para Farisi

Orang Farisi di dalam Kitab Perjanjian Baru sering diidentikkan sebagai orang munafik : banyak tahu Firman Tuhan, tetapi kelakukan dan sikapnya jauh dari Firman Tuhan. Lebih konyal lagi, mereka suka menggunakan Firman Tuhan untuk menunjukkan kesalahan orang lain, suka membuat berbagai aturan yang menjadi jabaran dan pedoman menjalankan Firman Tuhan, suka menghakimi orang lain.

Namun, mereka adalah orang-orang yang serius mencari tahu Firman Tuhan. Karena itu, meskipun banyak orang Farisi yang munafik, mereka dipuji Yesus juga. Orang-orang yang tidak giat mempelajari Firman Tuhan sebagaimana dilakukan oleh orang Farisi, akan jauh dari Kerajaaan Allah.

Di abad ke-21 ini semakin banyak kita temui Farisi baru di sekitar kita. Mereka rajin belajar Firman, entah formal di sekolah teologia/Alkitab atau belajar sendiri atau kursus-kursus. Dengan petantang-petenteng mereka berkhotbah tentang kesesatan banyak orang-orang Kristen yang mengikuti doktrin tertentu. Dengan lantang pula mereka mengajarkan berbagai pemahaman baru mengenai Firman Tuhan.

Mereka bisa kita temui di gereja-gereja. Di persekutuan doa atau kelompok PA. Mereka mungkin adalah orang dekat kita. Dan sekarang, mereka bagaikan ikan menemukan samudra : jutaan lembar halaman internet dibuat untuk menyebarkan ajaran Para Farisi.

Mana yang benar? Mana yang salah? Mana 'ku tahu ?!!!

Semua merasa benar, semua merasa Alkitabiah, semua merasa dituntun Roh Kudus, semua merasa sedang menegakkan ajaran Yesus yang sejati, semua merasa pintar dan yang lain tolol. Jangan coba-coba mengingatkan Para Farisi untuk lebih banyak berbuat daripada berkoar-koar tentang doktrin; mereka akan punya segudang amunisi untuk menunjukkan hanya orang-orang bodoh dan bebal yang tak mau menggunakan akal budi untuk menyelidiki Firman Tuhan.

Lantas, mengapa umumnya Para Farisi modern itu gemar menggunakan kata-kata kasar, menghina dan sok serba tahu, tak beda dengan Para Farisi zaman Yesus ?

Entahlah.

Aku hanyalah seorang Batak Kristen biasa yang cuma beberapa gram otak sederhana. Aku tahu aku tidak paham cukup banyak mengenai Firman Tuhan. Aku tahu bahwa aku kemungkinan salah mengartikan beberapa Firman Tuhan.

Aku hanya percaya bahwa "barang siapa percaya kepadaNya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal."

Aku hanya percaya bahwa mengasihi Allah adalah hukum utama dan mengasihi sesama manusia adalah hukum yang sama pentingnya dengan hukum utama itu.

Tentang berbagai ajaran, aku hanya berupaya memahami sebagaimana Tuhan ungkapkan kepadaku. Sesat atau tidak...siapa yang mengangkat Para Farisi modern itu menjadi hakim kita saat ini ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.