07 Oktober 2009

Ironi

Menyaksikan TV menyiarkan luasnya dan ngerinya dampak gempa di Sumatera Barat membuat hati bergidik. Sungguh menyeramkan.

Hampir semua statiun TV membuka dompet sumbangan. Begitu juga beberapa operator telepon seluler menyediakan cara penyaluran sumbangan dengan cara yang mudah "ketik ...." melalui SMS.

Ada lagu Ebiet G. Ade yang diulang-ulang.

Juga, gambar-gambar yang memilukan.

Tetapi, TV tetaplah media komersial.

Di antara berita "breaking news", iklan-iklan kondominium, apartemen, dan sebagainya yang menjulang dan mewah ditawarkan dengan iringan lagu yang megah dan presenter cantik yang senyum lebar.

Hanya hitungan hari...bencana ini tak akan lebih dari cerita selingan bagi orang-orang yang tak mengalaminya sendiri.

TV membukakan mata kita akan kenyataan. TV juga mendikte kita tentang suatu ilusi yang wajib kita pahami sebagai kenyataan.

Itulah ironi hidup masa kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.