Gempa berskala 7,6 SR yang terjadi 30 September 2009 menjadi berita yang tak henti disiarkan oleh televisi.
Wajah-wajah kosong, putus asa, histeris; tubuh-tubuh tanpa nyawa. Bencana ini merenggut jiwa-jiwa tanpa ampun. Aku tak mengenal wajah-wajah itu. Tapi, aku ikut menangis. Di ujung lidahku tersendat tanya : Mengapa Tuhan ?
Ratusan nyawa telah melayang. Ratusan lagi jiwa hilang, dan besar kemungkinan tertimbun di kedalaman lebih 10 meter atau di reruntuhan puing.
Belakangan aku dengar, seorang saudara jauh yang tinggal di Mentawai juga tak luput dari bencana. Rumahnya hancur. Puji Tuhan, seluruh keluarga selamat.
Tuhan, jauhkanlah aku dari pertanyaan 'mengapa' itu. Biarkan aku tunduk kepada apa saja kehendakMu. Doaku kepadaMu : apapun kehendakMu, berbelas kasihanlah kepada saudara-saudara kami di Sumatera Barat dan sekitarnya.
03 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.