Khotbah di gereja hari ini tentang orang muda yang kaya yang bertanya kepada Yesus bagaimana caranya untuk mendapat hidup yang kekal. Orang muda tersebut telah melakukan perintah-perintah dalam hukum Taurat.
Yesus menyuruh orang muda tersebut untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin, kemudian datang kepada Yesus dan mengikut Dia.
Orang muda itu merasa sedih. Dia tak sanggup berpisah dengan harta yang telah dikumpulkannya. Harta tersebut lebih berarti baginya daripada hidup kekal.
Bukankah kita juga demikian ?
Kita enggan meninggalkan reputasi, rasa nyaman, karir, peluang bisnis, relasi dengan orang lain, ... demi suatu kehidupan kekal yang tak terlihat mata dan tak tahu kapan datangnya - kalau pun pernah datang ?
Orang muda dalam khotbah Minggu ini lebih jujur dari banyak orang Kristen. Dia tidak kembali kepada Yesus. Dia memilih hartanya.
Kebanyakan kita berpura-pura datang kepada Yesus, sementara hati kita masih terikat pada harta duniawi kita. Mungkinkah kita bisa menipuNya ?
11 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.