15 Oktober 2009

Air mata yang jatuh

Siang ini aku menitikkan air mata.

Lagi berita kematian menghampiriku.

Seorang yang kukasihi akhirnya siang ini menyelesaikan perjalanannya di bumi setelah berjuang beberapa tahun melawan kanker yang menggerogoti anggota tubuhnya.

Hatiku mendua. Seharusnya aku berpikir dia sudah lebih dekat ke Rumah Yang Kekal, tetapi hati kecilku tetap menganggap kematian adalah kekalahan.

Maka, air mataku jatuh.

Aku berduka.

Selamat melanjutkan perjalanan di Negeri Baka, Inangtua tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.