01 Oktober 2009

Air

Renungan pagi dari buku pedoman Saat Teduh yang kami baca tadi pagi membahas tentang pentingnya air dalam kehidupan. Air diperlukan untuk memuaskan dahaga. Dalam percakapan dengan perempuan Samaria di pinggir sumur, Kristus mengajar bahwa Dia dapat memuaskan rasa haus rohani kita.

Sepanjang hari ini aliran air PAM ke rumah kami sangat kecil. Air di bak mandi sangat sedikit. Untunglah malam hari air mulai ngocor dengan lebih kencang. Aku mandi jam sepuluh malam. Rasa lengket di wajah dan sekujur tubuh dan rasa gerah yang begitu mengganggu hilang terguyur air. Duh, segarnya.

Tidakkah seharusnya Firman Tuhan tidak hanya memuaskan rasa haus rohani kita, tetapi juga menyegarkannya setelah berdaki-daki dan berpanas-panas menjalani hidup di antara orang-orang yang tak tunduk kepada Tuhan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.