31 Juli 2009

Kasih yang kudus

Setiap orang bisa mendefinisikan arti cinta, kasih, sayang, care, love, ...

Kasih mengalir dari dalam diri, keluar mengairi orang-orang yang dikasihi.

Tetapi, dari manakah kasih itu berasal ? Adakah ia telah ada di dalam diri setiap orang sejak ia dilahirkan ? Apakah tiap orang mempunyai kapasitas yang sama untuk mengasihi orang lain ?

Kasih seperti apakah yang dimiliki oleh orang Kristen ?

1.
Haholongon na badia
Sian Tuhan Jesus i
Sai songopi sai bongoti
Roha dohot tondingki
2.
Las ni roha ni na sonang
Di banuaginjang i
Sai pasonang sai pasabam
Sihol na di rohangki
3.
Hasonangan hadameon
Na ro sian Jesus i
Sai pahosa au na loja
Asa bulus rohangki
4.
Sai palambas ma rohangku
Dompak angka dongan i
Asa tung ringgas rohangku
Lao manesa dosa ni i
5.
Habasaron hadameon
Na ro sian Tuhanki
Gohi roha dohot tondi
Unang munsat sian i
6.
Haholongon sian Jesus
Sai paias rohangkon
Sai pabali nasa tihas
Asa ias tondingkon
7.
Antong ale Debatangku
Sai pagomos rohangki
Asa tolhas au tu lambung
Ni sude na monang i


Buku Ende No. 212
Haholongan Nabadia

30 Juli 2009

Pelajaran pertama menjadi orang Batak

Tadi aku mengikuti acara mengangkat (mangain) seorang pria bukan Batak menjadi anak di dalam sebuah keluarga Batak. Pria tersebut akan menikah dengan boru Batak, dan karena - orang tua calon pengantin waninta - ingin pernikahan dilangsungkan secara adat Batak, maka perlulah calon pengantin pria dirajahon dulu menjadi Batak.

Ketika memberikan dengke, indahan dan aek saur, pihak tulang menyampaikan kata-kata kepada pria yang diain tersebut yang isinya seperti ini : "Kamu sekarang sudah sah menjadi anggota keluarga ini. Artinya kamu terikat pada ada istiadat Batak. Kami, marga ...., adalah tulangmu, karena ibu pengayommu ini adalah ito atau adik kami. Di mana pun kamu bertemu dengan orang-orang dari marga ... , sapalah mereka dengan hormat karena di dalam adat Batak, tulang atau hula-hula adalah posisi yang tertinggi. Bagi orang Batak, hula-hula adalah Tuhan yang kelihatan."

Aku tidak tahu apakah anggota keluarga baru tersebut bisa menangkap apa yang disampaikan oleh sang tulang. Tampaknya itulah kuliah perdana pengantar budaya Batak 101 baginya. Welcome to the Batak world, Lae!

29 Juli 2009

Tidak memperhatikan apa yang kelihatan

Sebab kami tidak memperhatikan apa yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

( 2 Korintus 4 : 18)

28 Juli 2009

Politik di gereja

Ngobrol-ngobrol dengan seorang kerabat, terpaparlah cerita tentang kebaktian yang diikutinya hari Minggu yang baru lalu. Konon di gereja tersebut pada hari itu berlangsung penabalan pendeta dan guru jemaat.

Yang menarik, kegiatan tersebut dikawal oleh sekitar 50 polisi. Bukan karena ancaman teroris. Bukan pula karena ada pihak luar yang hendak mengacaukan suasana.

Yang terjadi adalah : mutasi pejabat gereja tersebut diwarnai oleh penolakan jemaat terhadap pejabat yang datang dan penolakan pendeta untuk dipindahkan.

Sempat terjadi ketegangan, karena berebut bicara di mimbar.

Ada yang adu jotos di bangku belakang.

Damai di bumi ? Di gereja saja tidak.

Tak malukah kita menjadi Kristen ?

Tak malukah engkau menjadi pendeta ?

Tak kelukah lidahmu mengucapkan kata 'kasih' ?

Betapa banyak kepura-puraan yang harus kita kelupas dari jiwa kita yang terlalu lama terbenam di dalam dosa.

27 Juli 2009

Kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami

( 2 Korintus 14 : 17)

26 Juli 2009

(Injil) tertutup untuk mereka yang akan binasa

Kadang-kadang kita bertanya : mengapa ada orang yang menukar imannya dengan sesuatu yang fana ? Atau untuk kepercayaan lain ? Atau menolak untuk menerima kebenaran Injil.

Rasul Paulus memiliki jawabannya :

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa,

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

(2 Korintus 4 : 3-4)

25 Juli 2009

Di dalam Dia hanya ada "ya"

Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya"

Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.

( 2 Korintus 1 : 19-20)

24 Juli 2009

Untuk orang jujur, orang yang kelakuannya tak bercela, orang yang setia

Mengapa semakin sulit menemukan orang Kristen yang mempunyai karakter yang baik dan integritas yang tinggi ?

Apakah ini ada kaitannya dengan kepercayaan bahwa keselamatan bukan karena perbuatan ? Ataukah karena orang Kristen memiliki kepribadian yang terpecah : Mengaku tunduk kepada Tuhan, tetapi hidup mengikuti keinginan daging ?

Mengapakah orang Kristen tidak selalu mendapatkan pertolongan, perlindungan, pemeliharaan dan petunjuk dari Tuhan ? Untuk siapakah itu semua diberikanNya ?

Ia (Tuhan) menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang orang yang tidak bercela lakunya,

sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orangNya yang setia

(Amsal 2 : 7 - 8)

23 Juli 2009

Mahkota untuk orang yang rendah hati

Self-esteem.

Self-confidence.

Orang-orang masa kini merasa perlu untuk menunjukkan "siapa dirinya" dan menunjukkan kelebihan dirinya dibandingkan dengan orang lain.

Kerendahan hati dianggap identik dengan kerendahan harga diri, maka orang berupaya menampilkan dirinya sebagai orang yang "lebih tinggi" dibandingkan dengan yang lain.

Padahal : Tuhan menghendaki umatNya rendah hati.


Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

(Mazmur 149 : 4)

22 Juli 2009

Orang yang disenangi Tuhan

Ketika seorang anak lahir di tengah-tengah sebuah keluarga, maka berbagai harapan muncul. Seringkali harapan ini diungkapkan dengan eksplisit. "Semoga anak ini menjadi orang yang berguna bagi bangsa, masyarakat dan Tuhan."

Berguna bagi bangsa, negara dan masyarakat cukup jelas.

Berguna bagi Tuhan : seperti apakah ?

Itulah pertanyaan yang sulit. Bagaimanakah kita dapat berguna bagi Pencipta kita yang telah memiliki segala sesuatu ?

Mungkin harapan yang lebih baik adalah, " Semoga anak ini menjadi orang yang disenangi Tuhan."

Tentang orang yang disenangi Tuhan, ada petunjuknya dalam Kitab Mazmur :


Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya

(Mazmur 147 : 11)

21 Juli 2009

Mati adalah keuntungan, dan hidup adalah untuk ...

Ada dua pemakaman kerabat yang seharusnya aku hadiri hari ini. Aku hanya menghadiri salah satu.

Ada acara adat pemakaman kerabat lain lagi yang seharusnya aku hadiri besok. Aku tak bisa menghadiri.

Kematian. Kematian. Kematian.

Baru tiga hari minggu ini berlalu, sudah ada empat dongan halak Batak Kristen yang merupakan kerabat atau tetanggaku meninggalkan bumi.


Kematian begitu pasti akan terjadi , aku pernah menyadarinya.

Tetapi, di tiap acara kematian aku selalu menemukan air mata.

Kematian tetap menakutkan, aku berpikir.

Kematian tetap tak terduga saat kedatangannya, aku menambahkan lagi.

Apakah hidup ? Apakah mati ?

Betapa penting hal itu terjawab, agar kita dapat memiliki perspektif yang jelas mengenai kematian.


Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Aku didesak dari dua pihak : aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik :

tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu

Dan dalam keyakinan ini tahulah aku : aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman


(Filipi 1 : 21-25)

20 Juli 2009

Betapa tak terduga nasib manusia (3)

Siang hari aku sempatkan menghadiri acara adat pemakaman dongan sahuta.

Malam hari ada lagi kegiatan lain berkaitan dengan kematian. Seorang kerabat meninggal dunia, aku pergi melayat. Usianya lebih muda dariku. Sekali lagi aku tercenung : betapa tak terduga nasib manusia.

19 Juli 2009

Marsiurupan

Sudah larut malam.

Aku baru saja mengikuti ria raja ulaon parmondingon seorang dongan sahuta. Diskusi mengenai adat yang terkait dengan kematian dan pemakaman almarhum berjalan alot, karena harus memutuskan antara ulaon saur matua atau sari matua. Akibatnya larut malam baru selesai. Namun begitu, akhirnya segala sesuatu dapat dirundingkan dan diputuskan dengan baik. Pembagian tugas dan susunan acara untuk esok hari disepakati dengan aklamasi.

Inilah bagian dari kehidupan seorang Batak Kristen. Saling peduli dan tolong-menolong dalam kesusahan. Bukankah itu indah ?

18 Juli 2009

Betapa tak terduga nasib manusia (2)

Karena berada di atas kendaraan hampir sepanjang hari kemarin, aku tak bisa mengikuti secara lengkap berita kejadian pemboman Hotel Marriot dan Ritz-Carlton di Jakarta. Seorang teman mengabari lewat telepon dan di rumah makan aku sempat sedikit melihat beritanya di TV.

Mengikuti berita di televisi pagi ini aku tercenung. Gedung-gedung megah, sistem pengamanan elektronik yang canggih dan para satpam yang awas ternyata tak bisa menghindarkan para korban dari kekejian pembunuh dan peneror itu. Entah siapa pun mereka yang melakukan kejahatan pemboman itu, aku percaya Tuhan yang manapun tak akan mengampuni apalagi memuliakan mereka.

Tudingan dan bantahan simpang siur berseliweran di televisi dan internet mengenai motif dan pelaku kejahatan itu. Aku tak tahu entah ini terkait politik pasca pilpres, entah terkait gerakan separatis, entah terkait fundamentalisme kepercayaan tertentu, entah terkait dendam,... atau apa pun. Yang jelas...sejumlah manusia telah menjadi korban. Reputasi bangsa dan negara Indonesia menjadi korban. Masyarakat Indonesia dilanda rasa takut.

Ketika rasa takut datang, kita tak boleh mebiarkan rasa takut kepada manusia itu menguasai kita. Kita memang bisa saja menjadi salah satu korban kejahatan terorisme pada suatu waktu. Tetapi, kita tidak akan pernah menjadi korban tanpa Tuhan mengizinkan.

Karena itu, ketika nasib kita tak dapat kita duga, baiklah kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi setiap saat kita tahu bahwa roh kita aman di dalam tanganNya.

17 Juli 2009

Betapa tak terduga nasib manusia (1)

Menyusuri jalan dari Medan ke Balige dan kembali lagi ke Medan sepanjang hari ini dengan selamat aku menengadah ke atas dan mengucap syukur : Terima kasih, Kau sungguh baik.

Di Siantar kami menyaksikan kecelakaan yang - menurut orang yang sempat kami tanyai - melibatkan beberapa mobil yang ditimpa dan ditabrak oleh sebuah truk pengangkut log kayu. Beberapa orang yang meninggal dunia. Di lokasi kejadian kami masih melihat salah satu mobil yang sudah gepeng dan di jalan berceceran kaca, batang kayu bulat dan cairan kental merah. Aku bergidik.

Siapakah aku hingga Engkau luputkan dari mara bahaya ?

Sungguh tak bisa diduga nasib manusia.

Semua ada di tanganMu.

Tergantung padaMu.

Betapa aku tak berkuasa atas hidupku.

16 Juli 2009

Lagi soal peduli

Sudah empat hari sekolah = sudah empat hari menjalani rutinitas yang sempat terredam selama musim libur sekolah.

Melewati ruas jalan yang ada sekolah Kristennya di salah satu sisi jalan tersebut menjadi sumber penderitaan bagiku. Mobil parkir berlapis-lapis. Kendaraan terpaksa merambat sejauh sekitar 200 atau 300 meter. Sering terjadi stuck alias mandeg karena ada kendaraan yang posisinya saling mengunci. Ruas jalan yang biasa ditempuh dua menit, harus disabari menjadi 15 - 20 menit.

Lagi. Lagi. Lagi.

Yang selalu membuatku bertanya berulang-ulang : para pengurus sekolah Kristen ini tentu tahu penderitaan yang disebabkan oleh keberadaannya di lokasi itu. Mengapa mereka tak berbuat sesuatu untuk menyelesaikannya ? Mereka bisa pindah. Mereka bisa buat larangan mengantar ke sekolah dengan mobil pribadi. Atau apa sajalah, demi menghormati kepentingan umum.

Sekolah Kristen tidak berarti berkelakukan Kristen.

Orang Kristen bisa saja jauh dari nilai-nilai Kekristenan.

Memang 'cuma' soal macet. Mungkin ini hanya soal 'cuma'.

Bagiku : tidak! Ini soal tidak peduli.

Mengapakah kita harus heran jika banyak orang bukan Kristen tidak menyukai orang Kristen ?

Simbol-simbol Kristen hanya menyulut kegeraman yang terpendam.

15 Juli 2009

Rekursif

Konon, inti ajaran Kristus adalah kasih. Apakah kasih itu ?

Konon, setiap orang yang percaya kepada Tuhan haruslah tunduk kepada perintahNya. Apakah yang diperintahkan Tuhan kepada manusia ?

Entahlah di ajaran agama dan kepercayaan lain. Di ajaran Kristen secara gamblang dinyatakan bahwa kasih dan perintah Tuhan bersifat rekursif. Artinya untuk mengasihi kita harus hidup menurut perintah Tuhan, dan untuk menuruti perintah Tuhan kita harus hidup di dalam kasih.

Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintahNya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

(2 Yohannes 1 : 6)

Nah, jika ada orang yang mengaku Kristen dan tidak mengasihi sesamanya tetapi merasa dan mengaku tunduk kepada Tuhan, bukankah orang demikian layak kita katakan sebagai pembohong ?

14 Juli 2009

Iman ? Lahir baru ?

Begini :

Seorang - Kristen - yang telah lahir baru datang kepadamu, kemudian bersaksi tentang pertobatannya dan menjabarkan imannya menurut apa yang diyakininya saat ini. Jelas dia membedakan antara apa yang dipahaminya sebelumnya, yaitu ketika dia masih ikut dengan gereja 'tradisional' warisan orang tuanya dengan apa yang dipahaminya menurut gerejanya yang baru yang - menurutnya - lebih sesuai dengan ajaran Alkitab.

Beberapa bulan kemudian dia datang lagi. Kali ini dia membawa ajaran yang 'lebih benar'. Dia sudah masuk ke gereja lain dengan pengajaran yang 'lebih Alkitabiah', yang artinya : lebih berbau kejahudi-jahudian. Kali ini dia tidak saja menolak ajaran gereja orang-tuanya, tetapi juga ajaran gereja kontemporer yang dianutnya hingga beberapa bulan lalu. Tampaknya, ia telah merevisi imannya.

Aku bertanya-tanya :

Yang manakah iman ? Yang manakah lahir baru ?

13 Juli 2009

KA atau A ?

Hari ini hari pertama sekolah : ada pembagian kelas, karena itu aku ikut mengantar anakku ke sekolah. Di papan pengumuman ditempelkan lembar-lembar berisi daftar nama siswa untuk setiap kelas.

Di salah satu kolom ada entry yang hampir semua berisi "KA", dan satu atau dua berisi "A" untuk setiap kelas. Anakku juga mendapat "A". Karena tidak ada judul kolom, aku coba menebak dengan menelusuri nama-nama yang mendapatkan A. Ha! Ternyata segelintir nama Batak semua mendapatkan "A", dan...ya juga nama Nias. Apa istimewanya Batak dan Nias ini ? pikirku.

Kebetulan ada guru yang berdiri di dekat papan pengumuman. Maka aku bertanya. Penjelasannya : "A" = asli Indonesia, "KA" = keturunan asing. Setahuku di sekolah itu tidak pernah terlihat siswa asing, seperti bule. Yang paling banyak orang Indonesia yang bermata agak sipit, berkulit kuning cerah, berrambut lurus dan berbahasa Hokkien. Tentu merekalah yang disebut sebagai keturunan asing itu.

Astaga : mengapakah di sekolah Kristen kita masih membeda-bedakan suku bangsa ? Bukankah dalam Yesus kita bersaudara ?

Akh, siapakah yang bersikap dikriminatif ? Tak dapatkah kita melebur sebagai satu bangsa dan mengabaikan asal muasal kita jika tidak benar-benar relevan dengan kegiatan yang sedang dijalankan ?

Betapa omong-kosongnya orang-orang Kristen yang bernyanyi "Keluarga Allah" yang sebagian liriknya mengatakan "...kau saudaraku, kau saudariku, tiada yang dapat memisahkan kita."

Yesus mungkin cinta segala bangsa : kuning, putih dan merah semua dicinta Tuhan.

Tetapi, tampaknya orang Kristen tidak begitu cinta sesama Kristen yang berasal dari suku bangsa lain. Kita masih menginginkan perbedaan ketika perbedaan tidak diperlukan.

Sebagai orang Batak, aku memang berhak menyandang atribut "asli Indonesia" dan anakku pun berhak atas identitas itu. Tapi apakah status itu sesuatu yang perlu ditinggikan atau direndahkan atau dipersoalkan di lingkungan sekolah Kristen ?

12 Juli 2009

Nasa jolma ingkon mate (2)

Sepulang kebaktian di gereja aku menjemput ibu di rumahnya dan bersama-sama pergi menghadiri acara pemakaman seorang kerabat.

Masih relatif muda. Anak-anaknya belum ada yang menikah.

"Mate timpul", kata para kerabat yang mandok hata.

Aku tercenung.

Usia almarhum hanya terpaut enam tahun denganku.

"Enam tahun lagi...", bisikku kepada isteriku.

Dia tersenyum kecut.

Ketika salah satu rombongan pelayat mengajak menyanyikan lagu "Nasa jolma ingkon mate", aku tersadar : Tak perlu menunggu enam tahun lagi. Setiap saat aku bisa mati.

Kematian begitu pasti.

Maka hidup harus dijalani dengan sungguh hati.

11 Juli 2009

..., supaya kita mengenal Yang Benar

Jika orang Kristen ditanya mengapa Allah mengutus Yesus ke dunia, maka jawaban yang paling sering diberikan adalah : untuk menebus dosa manusia.

Jawaban yang benar. Tetapi, tidak lengkap.

Jika Yesus datang hanya untuk mati di kayu salib sebagai ganti manusia yang seharusnya dihukum, tentulah Dia cukup mampir tiga hari saja di bumi. Ternyata, Dia ada bersama manusia di alam fisik ini sejak lahir hingga usia sekitar 30 tahun.

Alkitab mencatat bahwa selama masa hidupNya di bumi Yesus melakukan berbagai tindakan dan menyampaikan berbagai ajaran. Baik tindakan maupun ajarannya bertujuan untuk memberikan pengetian kepada kita manusia mengenai cara hidup yang benar.

Yesus juga banyak mengajar mengenai Kebenaran dan Yang Benar :

Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam AnakNya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

(1 Yohannes 5 : 20)

10 Juli 2009

Medley lagu rohani

Musik menderu dengan meriah dari beberapa pengeras suara yang disebar di sisi-sisi gedung.

Para pemusik bernyanyi dan memainkan alat musik dengan bersemangat

Diawali dengan lagu KasihNya Seperti Sungai,
tanpa putus diteruskan dengan Dalam Yesus Kita Bersaudar,
dan dilanjutkan dengan Tiap Langkahku Diatur Oleh Tuhan yang dinyanyikan secara ceria,
disambung dengan Segala Puji Syukur Hanya BagiMu Tuhan,
direnteng pula dengan Keluarga Kerajaan Allah,
serta lagu Sayang-sayang Disayang yang rancak,
dan diakhiri sebuah lagu yang tak aku kenal

Acara KKR ?

Di tengah-tengah lagu, biduan sesekali menyerukan kata-kata "Ehee...i!" untuk menyemangati orang-orang yang menari-nari seiring dengan hentakan drum dan bas

Wajah-wajah orang dipenuhi senyum

Bersalaman dengan hangat, ada yang berrangkulan akrab, atau - biasanya yang wanita - saling tempel pipi

Pastilah bukan KKR!

Lagu-lagu terus memanaskan suasana di hari siang yang relatif sudah panas, apalagi baru selesai makan

Inilah acara manumpaki di sebuah pesta pernikahan yang aku hadiri hari ini

09 Juli 2009

SBY-Boediono presiden dan wakil presiden kita

Terjawab sudah : Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono akan menjadi presiden dan wakil presiden RI dalam periode 2009-2014 menurut hasil perhitungan cepat oleh sejumlah lembaga survai.

Ada yang menarik dari laporan exit pool yang dilakukan oleh salah satu lembaga itu. Meskipun dukungan terhadap pasangan SBY-Boediono bisa dikatakan merata dari seluruh daerah, umat beragama, dan tingkat sosial, namun ternyata pemilih Kristen memiliki preferensi - meskipun tipis, yaitu sekitar 42% dan 48% untuk Protestan dan Katolik - memilih pasangan Megawati-Prabowo.

Hal ini bisa dimaklumi. Ada ketakutan pada umat Kristen bahwa salah satu partai pendukung Pak SBY akan semakin agresif menjalankan agendanya untuk memasukkan aturan agama mereka di dalam hukum dan perundang-undangan di Indonesia.

Kekhawatiran yang sama sempat menghantuiku juga, sehingga mula-mula ada keinginan untuk golput (dua pasangan lain sama sekali dalam kriteriaku jauh di bawah pasangan SBY-Boediono dalam hal nasionalisme, kebersihan, kecerdasan dan ketulusan, sehingga aku tak tertarik untuk memilih). Tetapi, ketika Pak SBY menunjukkan ketegasan sikapnya sewaktu berhadapan dengan rengekan partai penganjur aturan agama yang mendukungnya tersebut, aku meyakini bahwa beliau akan bisa dominan dalam memberi warna pemerintahan mendatang. Karena itu, aku mantap mengajak isteri dan ibuku untuk memilih SBY. Seorang adikku sejak awal memang sangat pro SBY dan haqul yakin akan menang satu putaran, seorang lagi mungkin ikut suaminya yang mengatakan memilih Mega, seorang lagi mengatakan pilih JK, dua orang lagi aku tak tahu memilih siapa. Mertuaku dan keluarga adik iparku pilih Mega.

SBY dan Boediono jelaslah bukan orang Kristen. Tetapi, mereka adalah presiden bangsa Indonesia, termasuk bagi halak Batak Kristen.

SBY dan Boediono bukanlah orang sempurna. Tetapi, mereka adalah presiden bangsa Indonesia, termasuk bagi halak Batak Kristen.

Sebagai umat Kristen kita diajarkan untuk mendoakan para pemimpin dan tunduk pada mereka. SBY - Boediono adalah pemimpin kita, mari berdoa bagi mereka.

08 Juli 2009

Contreng

Pukul 08:54. Beberapa saat lagi kami akan pergi ke TPS untuk menjalankan hak dan kewajiban sebagai warganegara memilih pemimpin Indonesia.

Sebenarnya kita bukan hanya memilih presiden dan wakilnya, tetapi juga partai yang berkuasa.

Akh, itulah yang sulit.

Kemarin kami mendapatkan beberapa SMS dari kerabat yang mengajak untuk memilih "sang namboru." Ada alasan historis dan nepotis bagi halak Batak Kristen untuk memilih kandidat dari partai "sang namboru." Tetapi, memilih "sang namboru" juga berarti memilih wakilnya. Nah, ini yang sulit... harus milih satu paket, padahal sang wakil punya banyak sejarah kelam tak sedap mengenai keterlibatannya dalam suatu masa yang genting di negeri ini. Lagi pula, aku tak begitu yakin "sang namboru" akan berkuasa jika ia terpilih; sang wakil pasti akan merecoki, kalau tidak mencoba mendominasi dengan paksa.

Kandidat lain maju dengan slogan ".... kembar" yang dikenakan para isteri kandidat untuk menonjolkan identitas agama mereka. Sulitlah negara ini jika menarik simpati dengan cara ini. Kalau pun akhirnya mereka yang menang, yah...itulah negeri kita. Mereka akan menjadi representasi bangsa kita ke dalam dan keluar.

Kandidat lain sangat nasionalis, intelek, kalem, dan bersih, tetapi mereka didukung oleh partai yang nyata-nyata ingin mengganti dasar negara menurut ajaran agamanya. Bagaimana ini ? Apakah mereka akan bisa mempertahankan sikap netral atau terpengaruh oleh partai pendukungnya yang memang cerdas dan taktis untuk mencapai tujuan partainya ?

Sulit. Memang sulit bagi halak Batak Kristen. Tetapi, memang tidak ada yang mudah, apalagi dikaitkan dengan adanya unsur iman di dalamnya. Betapa lebih mudah jika Tuhan sendiri yang memilih raja seperti ketika Ia menetapkan Saul dan Daud bagi Israel baheula.

Hari ini kami sekeluarga besar akan nyontreng. Kali ini kami tidak satu pilihan. Tidak apa-apa, karena memang tidak ada yang ideal.

Sebagai orang Kristen, kita memang tak boleh berharap pada manusia. Siapa pun akhirnya nanti menjadi presiden/wapres kita dan partai mana yang berkuasa, baiklah kita tetap menjadikan Tuhan sebagai gunung batu dan tempat berharap kita.

Besarlah Allah YHWH Bapa kita, AnakNya Yesus Kristus dan RohNya yang Kudus!

Itulah dasar kekuatan kita, bukan hasil contreng.

07 Juli 2009

Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu

(Mereka/pengejek-pengejek itu) adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraaku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

(Yudas 1 : 19,20)

06 Juli 2009

Orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya

Banyak orang mengeluh tentang "ketidakadilan" dalam hidup. Mereka merasa bahwa apa yang dialami dan dijalaninya dalam hidup terlalu sulit dan berat dibandingkan dengan apa yang dilalui orang lain. Sebagian menyalahkan Tuhan atas keadaan dirinya. Dalam kekecewaan mereka mengeluarkan kata-kata yang melecehkan Tuhan. Mereka menganggap Tuhan tidak berkuasa, menganggap Tuhan tidak ada.

Tuhan mengasihi semua manusia. Tuhan mengasihi orang yang hidupnya berbeban. Tuhan mengasihi orang miskin. Tuhan mengasihi orang sakit. Tuhan mengasihi orang yang teraniaya. Tuhan mengasihi orang yang dipenjarakan.

Tuhan mengasihi orang yang menderita.

Tetapi, Tuhan "tidak terima" dilecehkan oleh manusia ciptaanNya. Untuk itu, Dia akan menghakimi dengan adil.


[ ]... "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya

hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."

Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan.

(Yudas 1 : 14b -16)

05 Juli 2009

Para pemimpin umat

Pulang dari gereja sekitar jam 12 lebih sedikit aku mampir ke rumah ibuku dan kaget melibat ibu sudah ada di rumah. Tidak biasanya, karena dia mengikuti kebaktian jam 10.30, biasanya dia tiba di rumah pukul 12.30 ke atas.

"Tidak ke gereja, Mak ?" tanyaku.

Maka meluncurlah cerita kondisi gerejanya yang sedang kisruh. Semakin sedikit jemaaat yang mau datang beribadah. Semakin sedikit paduan suara (kelompok koor) yang mempersembahkan pujian. Penyebabnya ? Pendeta dan sekelompok sintua yang bertindak tanpa kasih mendepak seorang guru huria kemudian menjelek-jelekkan sang guru huria di jemaatnya yang baru. Ditambah lagi sifat otoriter sang pendeta dan beberapa perilaku lain yang tak elok dilakukan seorang pemimpin jemaat. Jemaat kecewa melihat perilaku pemimpinnya. Sebagian malahan sudah pergi beribadah ke gereja aliran lain.

Aku tak bisa berkomentar banyak. Gereja sekarang sudah sering menjadi lahan cari makan dan kelakuan para pemimpinnya tak beda dengan kelakukan orang-orang di lembaga sekuler. Main "office politics" dan tak segan-segan bertindak tidak etis demi mengejar uang, karir dan reputasi. Oh, dunia...

04 Juli 2009

Mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar

Ketika ada perselisihan di dalam sebuah gereja, persoalan meluber hingga melibatkan polisi dan kejaksaan. Tuntut menutut, dakwa mendakwa dan perselisihan berujung sebagai persoalan hukum yang diselesaikan oleh negara. Berita seperti itu banyak kita dengar.

Beberapa waktu yang lalu ada orang yang menyebut diri Kristen membawa 'kasus' penggunaan nama Allah di dalam Alkitab terjemahan LAI ke pengadilan.

Ketika ada perselisihan di dalam rumah tangga Batak Kristen, biasanya persoalan tersebut dicoba diselesaikan sendiri oleh pasangan suami-isteri. Kemudian, keluarga terdekat dilibatkan. Kalau belum beres, mulailah keluarga besar ikut masuk. Kadang-kadang ada yang juga memanggil pangula huria untuk memberi poda. Tetapi, ujung-ujungnya, jika persoalan tidak juga terselesaikan, maka lembaga terakhir yang diandalkan adalah pengadilan negeri.

Memang semakin jarang kita dengar sekarang ini orang mengandalkan nasihat dari pemimpin jemaat. Tapi, hal itu taklah perlu diherankan. Jangankan dari pemimpin jemaat, perintah Tuhan saja berani dipelintir demi membenarkan diri. Lihat saja bagaimana sebagian jemaat sudah menganggap perceraian dan homoseksualitas bukan dosa yang ditentang Tuhan.

Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencai keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus ?

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti ?

Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat ? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat ?

Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya ?

Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya ?

(1 Korintus 6 : 1-6)

03 Juli 2009

Pesta...pesta....pesta

Kemarin aku menghadiri pesta pernikahan seorang dongan tubu yang sama sekali tidak aku kenal. Keluarga suhut berasal dari luar kota, maka kemungkinan tidak banyak yang datang. Karena ada undangan dan permohonan dengan sangat dari seorang dongan di punguan agar hadir - patorophon uduran - maka terpaksalah disempat-sempatkan untuk datang.

Hari ini ada lagi undangan pernikahan. Dongan sapunguan. Tapi, sudahlah, aku tak punya kesempatan hadir.

Besok Sabtu ada lagi.

Hari Minggu ada lagi.

Minggu depan....masih banyak lagi. Biasalah, musim liburan = musim kawin.

Kalau semua harus dihadiri, kapan bekerjanya ?

02 Juli 2009

...,sebagaimana Allah telah mengampuni

"Tidak! Aku tidak akan mau mengampuni."
"Dia harus meminta maaf. Dia harus bersujud memohonkan maaf dariku."
"Aku tak tahan lagi. Aku masih manusia. Maaf, aku tak bisa mengampuninya."
"Kalau diperlakukan seperti itu, siapapun pasti melawan Siapa yang mau dinjak-injak terus"
"Sudahlah.. Yesus 'kan Tuhan. Aku bukan. Aku takkan puas sebelum membalas."
"Ini soal harga diri. Apa gunanya hidup tanpa harga diri? Tak ada maaf baginya!"

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

(Efesus 4 : 32)

01 Juli 2009

Buanglah kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah

Ketika memutuskan masuk ke dalam sebuah komunitas, tentulah yang diharapkan adalah mendapatkan manfaat dari keanggotaan tersebut. Tetapi, bergabung ke dalam sebuah komunitas berarti akan terlibat interaksi dengan anggota komunitas tersebut - dan interaksi tersebut kadang kala bersifat negatif. Akan ada hal-hal yang terasa tidak 'pas' bahkan 'curang' dan 'jahat', sehingga kita akan merespon dengan cara yang sopan dan halus, hingga cara yang frontal dan kasar. Ketika hal ini terjadi, maka fundasi komunitas tergerus dan - jika terus berlangsung dan meluas - suatu waktu akan amblas, sehingga tak ada lagi gunanya bergabung di komunitas itu.

Rasul Paulus mengingatkan agar di dalam komunitas orang Kristen :

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

(Efesus 4 : 31)