16 Juli 2009

Lagi soal peduli

Sudah empat hari sekolah = sudah empat hari menjalani rutinitas yang sempat terredam selama musim libur sekolah.

Melewati ruas jalan yang ada sekolah Kristennya di salah satu sisi jalan tersebut menjadi sumber penderitaan bagiku. Mobil parkir berlapis-lapis. Kendaraan terpaksa merambat sejauh sekitar 200 atau 300 meter. Sering terjadi stuck alias mandeg karena ada kendaraan yang posisinya saling mengunci. Ruas jalan yang biasa ditempuh dua menit, harus disabari menjadi 15 - 20 menit.

Lagi. Lagi. Lagi.

Yang selalu membuatku bertanya berulang-ulang : para pengurus sekolah Kristen ini tentu tahu penderitaan yang disebabkan oleh keberadaannya di lokasi itu. Mengapa mereka tak berbuat sesuatu untuk menyelesaikannya ? Mereka bisa pindah. Mereka bisa buat larangan mengantar ke sekolah dengan mobil pribadi. Atau apa sajalah, demi menghormati kepentingan umum.

Sekolah Kristen tidak berarti berkelakukan Kristen.

Orang Kristen bisa saja jauh dari nilai-nilai Kekristenan.

Memang 'cuma' soal macet. Mungkin ini hanya soal 'cuma'.

Bagiku : tidak! Ini soal tidak peduli.

Mengapakah kita harus heran jika banyak orang bukan Kristen tidak menyukai orang Kristen ?

Simbol-simbol Kristen hanya menyulut kegeraman yang terpendam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.