Pulang dari gereja sekitar jam 12 lebih sedikit aku mampir ke rumah ibuku dan kaget melibat ibu sudah ada di rumah. Tidak biasanya, karena dia mengikuti kebaktian jam 10.30, biasanya dia tiba di rumah pukul 12.30 ke atas.
"Tidak ke gereja, Mak ?" tanyaku.
Maka meluncurlah cerita kondisi gerejanya yang sedang kisruh. Semakin sedikit jemaaat yang mau datang beribadah. Semakin sedikit paduan suara (kelompok koor) yang mempersembahkan pujian. Penyebabnya ? Pendeta dan sekelompok sintua yang bertindak tanpa kasih mendepak seorang guru huria kemudian menjelek-jelekkan sang guru huria di jemaatnya yang baru. Ditambah lagi sifat otoriter sang pendeta dan beberapa perilaku lain yang tak elok dilakukan seorang pemimpin jemaat. Jemaat kecewa melihat perilaku pemimpinnya. Sebagian malahan sudah pergi beribadah ke gereja aliran lain.
Aku tak bisa berkomentar banyak. Gereja sekarang sudah sering menjadi lahan cari makan dan kelakuan para pemimpinnya tak beda dengan kelakukan orang-orang di lembaga sekuler. Main "office politics" dan tak segan-segan bertindak tidak etis demi mengejar uang, karir dan reputasi. Oh, dunia...
05 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.