04 Juli 2009

Mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar

Ketika ada perselisihan di dalam sebuah gereja, persoalan meluber hingga melibatkan polisi dan kejaksaan. Tuntut menutut, dakwa mendakwa dan perselisihan berujung sebagai persoalan hukum yang diselesaikan oleh negara. Berita seperti itu banyak kita dengar.

Beberapa waktu yang lalu ada orang yang menyebut diri Kristen membawa 'kasus' penggunaan nama Allah di dalam Alkitab terjemahan LAI ke pengadilan.

Ketika ada perselisihan di dalam rumah tangga Batak Kristen, biasanya persoalan tersebut dicoba diselesaikan sendiri oleh pasangan suami-isteri. Kemudian, keluarga terdekat dilibatkan. Kalau belum beres, mulailah keluarga besar ikut masuk. Kadang-kadang ada yang juga memanggil pangula huria untuk memberi poda. Tetapi, ujung-ujungnya, jika persoalan tidak juga terselesaikan, maka lembaga terakhir yang diandalkan adalah pengadilan negeri.

Memang semakin jarang kita dengar sekarang ini orang mengandalkan nasihat dari pemimpin jemaat. Tapi, hal itu taklah perlu diherankan. Jangankan dari pemimpin jemaat, perintah Tuhan saja berani dipelintir demi membenarkan diri. Lihat saja bagaimana sebagian jemaat sudah menganggap perceraian dan homoseksualitas bukan dosa yang ditentang Tuhan.

Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencai keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus ?

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti ?

Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat ? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat ?

Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya ?

Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya ?

(1 Korintus 6 : 1-6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.