Pukul 08:54. Beberapa saat lagi kami akan pergi ke TPS untuk menjalankan hak dan kewajiban sebagai warganegara memilih pemimpin Indonesia.
Sebenarnya kita bukan hanya memilih presiden dan wakilnya, tetapi juga partai yang berkuasa.
Akh, itulah yang sulit.
Kemarin kami mendapatkan beberapa SMS dari kerabat yang mengajak untuk memilih "sang namboru." Ada alasan historis dan nepotis bagi halak Batak Kristen untuk memilih kandidat dari partai "sang namboru." Tetapi, memilih "sang namboru" juga berarti memilih wakilnya. Nah, ini yang sulit... harus milih satu paket, padahal sang wakil punya banyak sejarah kelam tak sedap mengenai keterlibatannya dalam suatu masa yang genting di negeri ini. Lagi pula, aku tak begitu yakin "sang namboru" akan berkuasa jika ia terpilih; sang wakil pasti akan merecoki, kalau tidak mencoba mendominasi dengan paksa.
Kandidat lain maju dengan slogan ".... kembar" yang dikenakan para isteri kandidat untuk menonjolkan identitas agama mereka. Sulitlah negara ini jika menarik simpati dengan cara ini. Kalau pun akhirnya mereka yang menang, yah...itulah negeri kita. Mereka akan menjadi representasi bangsa kita ke dalam dan keluar.
Kandidat lain sangat nasionalis, intelek, kalem, dan bersih, tetapi mereka didukung oleh partai yang nyata-nyata ingin mengganti dasar negara menurut ajaran agamanya. Bagaimana ini ? Apakah mereka akan bisa mempertahankan sikap netral atau terpengaruh oleh partai pendukungnya yang memang cerdas dan taktis untuk mencapai tujuan partainya ?
Sulit. Memang sulit bagi halak Batak Kristen. Tetapi, memang tidak ada yang mudah, apalagi dikaitkan dengan adanya unsur iman di dalamnya. Betapa lebih mudah jika Tuhan sendiri yang memilih raja seperti ketika Ia menetapkan Saul dan Daud bagi Israel baheula.
Hari ini kami sekeluarga besar akan nyontreng. Kali ini kami tidak satu pilihan. Tidak apa-apa, karena memang tidak ada yang ideal.
Sebagai orang Kristen, kita memang tak boleh berharap pada manusia. Siapa pun akhirnya nanti menjadi presiden/wapres kita dan partai mana yang berkuasa, baiklah kita tetap menjadikan Tuhan sebagai gunung batu dan tempat berharap kita.
Besarlah Allah YHWH Bapa kita, AnakNya Yesus Kristus dan RohNya yang Kudus!
Itulah dasar kekuatan kita, bukan hasil contreng.
08 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.