Ada dua pemakaman kerabat yang seharusnya aku hadiri hari ini. Aku hanya menghadiri salah satu.
Ada acara adat pemakaman kerabat lain lagi yang seharusnya aku hadiri besok. Aku tak bisa menghadiri.
Kematian. Kematian. Kematian.
Baru tiga hari minggu ini berlalu, sudah ada empat dongan halak Batak Kristen yang merupakan kerabat atau tetanggaku meninggalkan bumi.
Kematian begitu pasti akan terjadi , aku pernah menyadarinya.
Tetapi, di tiap acara kematian aku selalu menemukan air mata.
Kematian tetap menakutkan, aku berpikir.
Kematian tetap tak terduga saat kedatangannya, aku menambahkan lagi.
Apakah hidup ? Apakah mati ?
Betapa penting hal itu terjawab, agar kita dapat memiliki perspektif yang jelas mengenai kematian.
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
Aku didesak dari dua pihak : aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik :
tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu
Dan dalam keyakinan ini tahulah aku : aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman
(Filipi 1 : 21-25)
21 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.