Karena berada di atas kendaraan hampir sepanjang hari kemarin, aku tak bisa mengikuti secara lengkap berita kejadian pemboman Hotel Marriot dan Ritz-Carlton di Jakarta. Seorang teman mengabari lewat telepon dan di rumah makan aku sempat sedikit melihat beritanya di TV.
Mengikuti berita di televisi pagi ini aku tercenung. Gedung-gedung megah, sistem pengamanan elektronik yang canggih dan para satpam yang awas ternyata tak bisa menghindarkan para korban dari kekejian pembunuh dan peneror itu. Entah siapa pun mereka yang melakukan kejahatan pemboman itu, aku percaya Tuhan yang manapun tak akan mengampuni apalagi memuliakan mereka.
Tudingan dan bantahan simpang siur berseliweran di televisi dan internet mengenai motif dan pelaku kejahatan itu. Aku tak tahu entah ini terkait politik pasca pilpres, entah terkait gerakan separatis, entah terkait fundamentalisme kepercayaan tertentu, entah terkait dendam,... atau apa pun. Yang jelas...sejumlah manusia telah menjadi korban. Reputasi bangsa dan negara Indonesia menjadi korban. Masyarakat Indonesia dilanda rasa takut.
Ketika rasa takut datang, kita tak boleh mebiarkan rasa takut kepada manusia itu menguasai kita. Kita memang bisa saja menjadi salah satu korban kejahatan terorisme pada suatu waktu. Tetapi, kita tidak akan pernah menjadi korban tanpa Tuhan mengizinkan.
Karena itu, ketika nasib kita tak dapat kita duga, baiklah kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Apa pun yang terjadi setiap saat kita tahu bahwa roh kita aman di dalam tanganNya.
18 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.