17 Juli 2009

Betapa tak terduga nasib manusia (1)

Menyusuri jalan dari Medan ke Balige dan kembali lagi ke Medan sepanjang hari ini dengan selamat aku menengadah ke atas dan mengucap syukur : Terima kasih, Kau sungguh baik.

Di Siantar kami menyaksikan kecelakaan yang - menurut orang yang sempat kami tanyai - melibatkan beberapa mobil yang ditimpa dan ditabrak oleh sebuah truk pengangkut log kayu. Beberapa orang yang meninggal dunia. Di lokasi kejadian kami masih melihat salah satu mobil yang sudah gepeng dan di jalan berceceran kaca, batang kayu bulat dan cairan kental merah. Aku bergidik.

Siapakah aku hingga Engkau luputkan dari mara bahaya ?

Sungguh tak bisa diduga nasib manusia.

Semua ada di tanganMu.

Tergantung padaMu.

Betapa aku tak berkuasa atas hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.