21 Desember 2008

Bangga Jadi Kristen ?

Sebelum aku lupa tentang siapa aku, baik aku tuliskan terlebih dahulu : Aku ingin menjadi pengikut Kristus yang benar.

Tapi itu tidak mudah.

Pengikut Kristus diberi nama Kristen. Kata "Kristen" ini sudah menjadi istilah yang bisa berarti apapun, maka ada Sekolah Kristen, Rumah Sakit Kristen, Partai Kristen, Pengusaha Kristen, Karyawan Kristen, Yayasan Kristen,..... silahkan teruskan sendiri.

Sebagai seseorang yang sudah ditempeli label Kristen (di dokumen kependudukan yang kumiliki) maka apa-apa yang ada kata 'Kristen' nya menjadi terkait denganku pula. Padahal aku sering sebal dengan berbagai atribut 'Kristen'. (btw, jangan pikir aku ini fundamentalis yang sedang mendefinisikan ulang Kristen, take it easy....).

Ambillah contoh sekolah Kristen. Aku tak tahu bagaimana di kotamu, tetapi di kotaku ada beberapa sekolah Kristen yang buat jalan umum macet semacet-macetnya. Jujur saja, setiap aku terjebak kemacetan di daerah tersebut, aku sering marah : apanya yang Kristen di sekolah ini ? Mereka pasti tahu sudah mengambil hak pemakai jalan yang lain dengan membuat macet jalan di depan sekolah tersebut dua kali sehari masing-masing selama 1 jam. Tega sekali mereka membangun sekolah dan sistem perparkiran yang menyebabkan derita bagi orang lain. Kristenkah itu?

Atau, sekali waktu aku membawa keluarga berobat di rumah sakit Kristen. Dua hari pasien tidak dilirik oleh dokter. Kristen kah itu?

Ada banyak kejadian yang sering membuatku bertanya : apakah aku layak bangga menjadi orang Kristen? Jadi, lucu sekali ketika aku membaca berita ada upaya orang 'meng-Kristen-kan' orang lain. Enaknya apa jadi Kristen? Bangganya apa jadi Kristen?

Sebelum aku menjadi bete, aku akan mengingat kembali apa yang kutulis di kalimat pertama : Aku ingin menjadi pengikut Kristus saja. Hal-hal yang terkait dengan 'label Kristen' barangkali tak perlu terlalu kupersoalkan. Apalagi di 'musim natal' (???) ini, kekristenan sedang didegradasi dan dikomersialisasi habis-habisan, tak ada menariknya menjadi Kristen. Tapi, sekali lagi... mengikut Yesus adalah keputusanku...mengikut Yesu keputusanku... 'ku tak ingkar...'ku tak ingkar (begitu satu lagu gereja yang aku sukai dan aku amini).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.