Tadi malam, 24 Desember, di RCTI ada acara Natal. Sederetan penyanyi Kristen tersohor berpartisipasi.
Baguslah! Ada yang mengingat Natal.
Tapi, ketika mendengar dan melihat ilustrasi di panggung, aku tersadar ini bukan acara Natal 'original version', tapi Natal 'new definition'.
Sebagian lagu-lagunya adalah lagu pop yang - sepertinya - ada aroma Kristennya (When You Believe, terus ada lagu Celine Dion yang aku lupa judulnya, lalu ada lagu It's Christmas yang isinya tentang nikmatnya berdua di hari Natal); ada juga lagu musim Natal (tentang Snowman dstnya) yang tak ada kait mengaitnya dengan Natal di Indonesia; ada juga lagu rohani yang dibawakan dengan nada pop. Oh ya, memang ada juga lagu rohani populer. Campur-campurlah. Plus...iklan, tentu saja.
Aku tak akan protes. Terimakasih, RCTI. Sebuah bisnis sekuler memang bukanlah wadah pewartaan Injil. Memang, dengan format seperti acara yang aku saksikan tersebut, citra Natal dan Kristen memang sangat terdistorsi; tapi, mau bilang apa ya. Pasti banyak juga dongan sahaporseaon yang bisa menikmati dan 'mendapat berkat' dari acara tersebut.
Sesiung terimakasih dan syukur aku panjatkan kepadaNya, karena aku telah dibesarkan di masa TV swasta belum ada di Indonesia, dan acara Natal terhebat adalah 'drama Natal' yang digelar di panggung sederhana di kampung Durian atau gereja Sidorame (waktu itu masih kecil). Makanan Natal berupa sepotong atau dua potong kue basah sudah merupakan kenikmatan 'surgawi'. Dengan cara apapun Natal dirayakan, yang penting adalah niatan untuk menyampaikan pesan yang original. Yang pasti, aku masih memelihara iman yang aku pelajari di masa kecil itu.
Oh ya, by the way, aku jadi ingat mengapa aku agak alergi dengan artis Natal. Beberapa artis (Kristen) Natal yang berlenggak-lenggok atau ber-acting di televisi tahun lalu ternyata sudah meninggalkan imannya. So, I say to myself : enjoy their show... but, never bet your faith on them. Tak perlu membanding-bandingkan mereka dengan koor naposo bulung atau koor ama atau ina parari Kamis dalam 'perfomance'. Akhirnya, aku hanya mau mengingat yang dikatakan oleh seorang penulis Alkitab "kerjakanlah keselamatanmu".
25 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.