30 Desember 2008

Wajib Beragama

Bahwa setiap warga negara Indonesia haruslah menganut agama atau suatu kepercayaan tertentu yang mengakui Tuhan Yang Esa sudah merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar. Itu amanah Dasar Negara dan UUD. Maka di Indonesia kita tak akan menemukan satu orangpun yang tak percaya kepada Tuhan (artinya kolom agama di Kartu Keluarga atau KTP tidak boleh dikosongkan).

Sebagai seorang yang percaya kepada Tuhan, aku tentu tak akan bisa sepaham dengan orang-orang yang tidak percaya kepadaNya. Tetapi, apakah Tuhan menginginkan negara menggiring orang-orang ke kubu "orang percaya" dengan dalih itu merupakan kewajiban warganegara ? Bukankah percaya atau tidak merupakan soal individu ?

Nah, "akibat" kewajiban ini maka banyaklah orang-orang yang menganut berbagai agama atau kepercayaan bukan karena memilih agama/kepercayaan itu, tetapi hanya sekedar meneruskan tradisi komunitasnya. Jarang sekali orang-orang memilih secara sengaja apa yang diimaninya. Probelmnya semakin sulit karena soal iman juga menjadi soal sosial. Seseorang yang meninggalkan kepercayaan lingkungan keluarga besarnya akan menghadapi stigma "pengucilan".

Bagaimana dengan hita halak Batak Kristen ? Tampaknya, sama saja. Kita pun menganggap bahwa setiap anak yang dilahirkan di keluarga Kristen wajib menjadi Kristen...dan sampai mati tetap Kristen. Jika ada yang meninggalkan agama Kristen, kita pun tak beda dengan yang lain menuding bahwa hal tersebut dilakukan karena pernikahan, demi karir,... Padahal, apa pun alasannya, soal berubah kepercayaan itu terserah masing-masing orang. Yang penting bukan karena ditipu atau dipaksa.

Menjadi Kristen memanglah mudah. Tak banyak syarat. Tak banyak kewajiban. Meninggalkannya pun mudah. Tak ada ancaman mati untuk orang yang murtad.

Sebaliknya, menjadi pengikut Kristus tidaklah mudah. Setiap muridNya diminta untuk memikul salib. Setiap orang diminta untuk taat dan setia sampai akhir. Bahkan, dituntut untuk meniru teladan Kristus yang taat sampai mati di kayu salib.

Mengikut Kristus berarti mengasihi orang lain, bahkan musuh yang menganiaya kita, ketika setiap sel tubuh kita dipenuhi oleh amarah, kebencian dan dendam. Mengikut Kristus berarti menyangkal keinginan tubuh, merendahkan hati dan diri, mendahulukan orang lain. Sangat...sangat sulit. Cobalah sendiri. Menurutku, jauh lebih sulit dari kewajiban ritual yang sifatnya fisikal. Tapi, upah mengikut Kristus sungguh nyata dan besar : tempat di rumah BapaNya di surga NANTI. Juga : damai sejahtera di hati SAAT INI.

Menjadi warganegara Indonesia wajib beragama. Menjadi Kristen adalah salah satunya. Di antara warganegara Indonesia, suku bangsa terbesar yang menjadi Kristen adalah suku bangsa Batak. Puji Tuhan. Doaku : halak Batak bukan sekedar Kristen sebagai kewajiban warga negara, tetapi sebagai pengikut Kristus "na mandapot parjambaran di harajaon ni Debata."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.