Faktanya adalah : Di dalam komunitas setiap agama (termasuk agama Kristen tentunya), selain banyak orang baik-baik, ada juga pembunuh, pemerkosa, koruptor, pelacur, perselingkuh, pelaku sodomi, pelaku aborsi, penyiksa anak, penipu, perampok, pemeras, pencuri, pengutil, pemfitnah, penghasut, pembohong, hipokrit, teroris, diktator, ...
Mengapakah manusia cenderung membela mati-matian orang yang seagama dengan dirinya, tetapi menganggap selalu salah orang yang beragama lain ? Mengapakah kita tak bisa melihat bahwa orang yang seagama, sealiran, segereja dengan kita memang bisa juga melakukan kesalahan ?
Mengapakah kita tak bisa menerima kenyataan bahwa berbuat salah dan jatuh ke dalam dosa bisa saja terjadi bahkan pada orang yang sudah mengenal Tuhan sekalipun ? Mengapakah kita harus mencari-cari pembenaran pada suatu tindakan dosa dan kejahatan yang dilakukan oleh orang yang sefaham dengan kita ?
Faktanya : seorang pembunuh mengambil nyawa orang lain, terlepas dia melakukannya karena sakit hati atau membalaskan dendam; seorang teroris menghabisi belasan atau puluhan jiwa orang lain, terlepas dia merasa dirinya selama ini ditindas dan dibungkam; seorang pemimpin yang lalim merampas hak-hak orang lain, terlepas dia merasa mendapat urapan Tuhan dan menyebut nama Tuhan setiap berbicara; ....
Mengapakah manusia suka membela mati-matian orang yang 'satu label' dengannya ?
Kita bisa belajar kepada Yesus yang mengritik kaum Farisi yang merupakan pemimpin label Yahudi (yang notabene adalah label Yesus juga). Faktanya pada zaman Yesus, orang Farisi sudah menyimpang dari ketetapan Allah. Yang salah...ya tetap salah.
Mengakui fakta bahwa orang yang dekat dengan kita berbuat salah dan berdosa, kemudian meminta ampun adalah jalan untuk mendapatkan pembenaran oleh Allah. Menyangkali dengan berbagai alasan apapun akan membuat Allah murka dan mengekalkan hukuman yang akan kita terima.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan
Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita.
(I Yoh 1:9,10)
09 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.