Setiap diskusi pastilah berisi pertukaran pendapat, pengetahuan dan logika. Sementara itu, kita tahu bahwa setiap orang berbeda-beda IQ yang dibawa lahir, pendidikan yang pernah didapatkan, dan referensi yang dimiliki. Artinya : dalam diskusi, tentulah orang bijak dan orang pandai akan lebih 'benar' daripada orang-orang biasa.
Tetapi, tidak demikian dalam memahami Allah dan Yesus Kristus.
Logika dan pengetahuan manusia bukanlah syarat untuk mengenal Allah dan Yesus Kristus dengan benar. Kedengarannya naif, dan bisa membuat para profesor, doktor, master dan sarjana teologia mencibir : orang tak sekolahan sok pintar! Akh, sudahlah : wong kita sudah mengaku bukan cendikiawan, mana bisa kita menang berdiskusi dengan mereka ?
Lukas 10:21
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata : "Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu.
Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
Marilah kita menjadi hidup kerohanian kita sesuai dengan karunia pemahaman yang saat ini diberikan Tuhan bagi kita. Tak perlu kita ikut-ikutan berputar-putar menemukan 'kebenaran yang sejati' dan pada ujungnya tidak melakukan apa yang sudah jelas diperintahkan Tuhan kepada kita (yaitu mengasihi Allah dan sesama). Lam tapagomos ma martangiang dohot manjaha Hata ni Debata na tarsurat di Bibel i. Biarlah Allah sendiri mengungkapkan langsung kepada kita apa yang tersembunyi bagi orang bijak dan orang pandai.
05 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.