08 Maret 2009

Siapakah penyesat itu ?

Hatiku sangat sedih setiap kali mendengar, melihat atau membaca suatu kelompok Kristen mencerca kelompok lain dan mendakwa mereka sesat, karena adanya perbedaan pandangan mengenai ajaran tertentu. Syukur kepada Sang Gembala Agung, Dia telah menawan hatiku terlebih dahulu sebelum aku menyadari betapa tidak menariknya bergabung dengan domba-dombanya yang lain. Jika ladang penggembalaan Yesus diibaratkan terdiri dari beberapa kandang, maka komunikasi yang paling intens terdengar antar kandang adalah ejekan, dakwaan dan pelecehan. Apa saja mereka jadikan sebagai perdebatkan : baptisan celup/percik, kriteria makanan halal/haram, predestination/free will, nama YHWH/Allah, Trinitarian/Unitarian, perpuluhan, bahasa Roh, kesembuhan ilahi, pengusiran setan dan kuasa kegelapan, otoritas Alkitab, ...

Setiap kandang merasa gerombolannya saja yang berkenan di mata Sang Gembala.

Seekor domba kecil lugu seperti kita dibuat bingung mendengarkan teriakan setiap kelompok. Sementara sebagai anggota jemaat biasa, kita merasa 'fine-fine saja' berhubungan dengan anggota gereja lain, para pemimpin kita berteriak, "Awas sessaaat.....!!!!" Gereja di luar denominasi kita dicitrakan sebagai monster yang hanya berusaha menjebak atau menerkam kita. (Sebaliknya pula, kawan kita di demoninasi lain pun sudah diwanti-wanti oleh pemimpinnya agar jangan dekat-dekat dengan kita, ugh!)


Lalu, apakah kata Yesus sendiri mengenai orang-orang yang mengikutNya dan orang-orang lain yang bukan pengikutNya ?

Kata Yohanes kepada Yesus : "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi namaMu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita."


Tetapi kata Yesus : "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi namaKu, dapat seketika itu juga juga mengumpat Aku.

Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya"

Markus 9:38-41


Seandainya ada para ahli yang membaca kutipan di atas, pastilah pendapat itu langsung ditengking dengan argumen tentang bahaya penyesatan di zaman akhir dan bahwa tidak setiap orang yang memanggil Tuhan kepada Yesus akan selamat.

Kepada para ahli yang gemar menyebut 'sesat' kepada kaum Kristen :

Masalahnya begini, wahai para orang hebat yang berilmu tinggi : bagaimana kami yakin bahwa ajaran, pikiran atau kesimpulan kalianlah yang benar ? Lantas, seorang menjawab : periksalah dengan menggunakan Firman Tuhan.

Benar kata kalian itu, wahai para pemimpin umat. Masalahnya begini : bukankah masing-masing kalian bersilat lidah dengan menggunakan Firman Tuhan ? Kalau ilmu semakin tinggi, kalian bersoal-jawab dengan Firman Tuhan dalam bahasa asli. Lebih tinggi lagi, kalian bertarung dengan Firman Tuhan berdasarkan dokumen paling paling otentik dan dengan pengetahuan yang luar biasa mengenai sejarah sejak zaman Tuhan mencipta langit dan bumi.

Kami mumet...! Ndang sahat hali-hali nami dohot parbinotoan nami tusi. Semakin kalian jelas-jelaskan, semakin membingungkan apa yang kalian sedang perbincangkan. Dalam pikiran kami yang sederhana, Yesus Kristus Sang Guru Yang Agung tak pernah menuntut intelegensi dan pendidikan yang tinggi untuk memahami ajaranNya.

Kalau mendengar pemimpin di gereja kami, maka kami adalah orang yang benar, yang lain sesat. Kalau dengar-dengaran pada pemimpin gereja yang lain, maka kami adalah yang sesat...O, portibi!

Izinkanlah kami bertanya kepada kalian yang mengklaim sebagai pemimpin umat, ahli Kitab Suci, ahli sejarah gereja, cendikiawan Kristen, atau apapun : apakah kalian murid Yesus ? Tolonglah jawab : Apakah kalian memang murid Yesus ?

Terus terang saja : kami meragukan kalian! Tampaknya, kalian tidak memiliki ciri-ciri murid Yesus, karena menurut Sang Guru :

... semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi

(Yoh 13:35)

Kalau kalian bukan murid Yesus, bagaimanakah kalian mengajarkan pada kami mengenai siapa yang sesat menurut Yesus ? Kalau kalian bukan murid Yesus, tolonglah jangan obok-obok murid Yesus (Guru kami bisa marah, lho).

Please, biarkan kami paling tidak benar dalam satu hal, yaitu menjalankan hukum yang utama - mengasihi sesama kami manusia. Biarkan kami berteman dengan orang-orang yang menyembuhkan dan mengusir setan dalam nama Yesus. Biarkanlah kami bersahabat dengan orang-orang yang memiliki doktrin yang 'fundamentalis'. Biarlah kami bersekutu dengan setiap orang yang mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatinya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Roma 10 :9). Jika di antara mereka itu ada yang ternyata penyesat, kami percaya Allah sendiri akan mencelikkan mata kami untuk mengenalinya. Kami sadar, kami tak mampu memahami dengan pasti apa yang dipahami Tuhan. Pengetahuan kami sangat terbatas. Dalam kebodohan kami, kami hanya memohon dan berharap pada kemurahanNya saja, agar kami tak tersesat atau disesatkan.

O, alangkah dalamnya kekyaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan ? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya ?

(Roma 11 : 33,34)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.