11 Maret 2009

Mengasihi adalah puncak ketaatan kepada Allah

Pernahkan engkau bertemu dengan seseorang yang begitu cerdas mengenai Firman Allah dan begitu piawai menjelaskan berbagai perkara dalam terang Firman Allah ? Matanya jeli mengenali ajaran-ajaran yang sesat dan kata-katanya keras terhadap mereka. Dia pun tabah menderita aniaya karena dikenal sebagai pengikut Kristus. Tanpa lelah dia melayani Tuhan di gereja dan persekutuan. Sungguh beginilah model murid Tuhan yang sejati, kata kita yang tak bisa mengikuti bahkan sepersepuluh dari kepintaran, ketekunan dan ketabahan orang itu.

Sayangnya, Tuhan berpendapat lain.

Aku tahu segala pekerjaanmu : Baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta

Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena namaKu dan engkau tidak mengenal lelah.

Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

(Wahyu 2:3-5)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.