21 Maret 2009

Yang wajar dan tidak wajar

Dalam dialog atau diskusi mengenai homoseksualitas, semakin sering terdengar bahwa homoseksualitas sama wajarnya dengan heteroseksualitas (antara lelaki dengan perempuan). Homoseksualitas bukanlah penyakit, bukan pula penyimpangan. Karena itu, beberapa negara telah mengakui hak-hak kaum homoseksual, antara lain dengan mengakui pernikahan antara lelaki dengan lelaki atau perempuan dengan perempuan dan membolehkan mereka mengadopsi anak.

Di kalangan gereja di Amerika Serikat dan Eropa pun semakin banyak yang membolehkan dan mengakui pernikahan sejenis. Berbagai argumen ilmu psikologi diajukan dan ayat Alkitab ditafsir seenaknya untuk mendukung pendapat mereka bahwa Allah memang berkenan dengan perilaku homoseksual itu. Benarkah ? Wajarkah homoseksualitas menurut Kristen ? Baiklah kita memeriksa Alkitab masing-masing dan berdoa agar Tuhan membukakan pengertian kita.


Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah mahluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya. amin.

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain sehingga mereka melakukan kemesuman laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

(Roma 1 : 25-27)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.