Ada saja, dan tampaknya akan terus ada, orang yang mempersoalkan makna keselamatan hanya karena iman. Ini biasanya dikontraskan dengan keselamatan karena perbuatan.
Setelah membaca berbagai tafsiran dan diskusi, aku tetap saja tak mampu melihat apa yang dipersoalkan. Aku tak bisa sungguh-sungguh mengerti apa itu "iman". Aku percaya perbuatan tidak dapat menyelamatkan, karena Tuhan dan para rasul mengajarkan demikian. Tapi juga tidak mengerti bagaimana seseorang beriman (dan karenanya diselamatkan) apabila hidupnya tidak mencerminkan apa yang diimaninya. Dalam pikiranku, perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang diimani sama saja dengan mengatakan tidak mengimani ucapan dan pikirannya sendiri. Dengan kata lain, sebenarnya pengakuan imannya bohong belaka.
Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong ?
(Yak 2:20)
14 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.