Ketika memperbincangkan tentang apa yang paling penting dalam kehidupan seorang Kristen, maka sering terbersit pernyataan 'yang terpenting adalah mengasihi'. Perkataan ini benar. Sayangnya, ada banyak orang yang mereduksi pengertian ini dari 'asal mengasihi' menjadi 'mengasihi dengan asal-asalan'.
Seorang anak berusia tiga tahun mungkin mengasihi adik bayinya yang berumur 10 bulan, lalu ia mencoba menidurkan adiknya dengan menggendong seperti yang ia lihat dilakukan oleh ibunya. Seorang ibu sangat mengasihi putranya yang telah menikah, lalu ia tinggal di rumah putranya dan membantu mengaturkan kegiatan keluarga anak dan menantunya, termasuk memilihkan menu makanan dan menetapkan jam pulang ke rumah. Dapatkah kita membenarkan tindakan kasih demikian ?
Mengasihi bukanlah sedekar menunjukkan kepedulian. Mengasihi harus melihat kebutuhan orang yang kita kasihi. Tindakan mengasihi perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kapabilitas. Mengasihi secara asal-asalan dapat menyebabkan kecelakaan, kekecewaan, kegagalan dan kesesatan. Mengasihi perlu diiringi dengan pengertian.
Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,
sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,
penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Filipi 1 : 9-11
25 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.