30 Maret 2009

Menikmati hasil jerih payah

Ini hari ketiga aku berada di kota lain. Bekerja non-stop dari pukul 08.00 sampai 24.00 atau lebih. Badan rasa lelah, dan pada penghujung hari biasanya aku sudah setengah tertidur. Tapi, syukur kepada Allah : aku masih diberi pekerjaan, sumber nafkah untukku dan keluargaku. Dia juga menjanjikan sukacita dalam jerih payah.

Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan dan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bagiannya.

Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payah -- juga itupun karunia Allah.

Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Pengkhotbah 5: 18-20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.