19 Maret 2009

Rahmat bagi semua umat

Dua hari lalu (Selasa malam) aku sempat nonton sepenggal acara "Uji Kandidat" (atau "Uji Caleg"?) di tv-one. Bukan karena niat, tapi karena mencet tombol remote control tak sengaja menemukan stasiun televisi itu. Rupanya yang sedang ditampilkan hari itu adalah caleg dari Sumut. Di antara topik yang didiskusikan ada seorang caleg dari sebuah Partai mengajukan bahwa keadilan dan kesejahteraan negeri kita ini dapat dicapai dengan menjalankan aturan agamanya bagi seluruh masyarakat Indonesia (sebagai rujukan bagi dasar negara).

Hal ini dipersoalkan oleh seorang caleg (yang simbol partainya beraroma Kristen), karena menurutnya dasar negara Indonesia sudah final, tidak menggunakan satu agama tertentu sebagai acuan. Tetapi, caleg yang partainya mengusung niat menjadikan aturan agamanya sebagai dasar bernegara tersebut tetap mengatakan bahwa aturan agamanya adalah rahmat bagi semua orang. Oleh karena itu, menurutnya, penganut agama lain tidak perlu khawatir kalaupun nanti aturan agamanya yang mendasari kehidupan bernegara di Indonesia.

Oh...oh...! Rasanya setiap agama dapat mengatakan hal yang sama. Termasuk orang Kristen. Tapi, apa yang baik menurut versi satu kelompok, belum tentu baik bagi kelompok lain. Dengan menjadikan satu agama tertentu sebagai pedoman, maka sesungguhnya tertutuplah kesempatan untuk dapat hidup dalam kesetaraan sebagai sesama warga negara.

Pengucilan dan diskriminasi bagi orang Kristen di Mesir, Pakistan, Irak, Malaysia,...adalah contoh nyata bagaimana suatu negara yang berdasarkan agama tertentu tak dapat adil bagi pemeluk agama lain.

Akankah Indonesia akan menjadi negara yang berlandaskan aturan agama tertentu ?

Mari berdoa : Tuhan, jauhkanlah itu dari negeri kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.