Kemudahan mengakses informasi dan pengetahuan sekarang ini juga berimbas pada orang-orang yang sedang mencari Tuhan. Dengan beberapa 'klik' kita bisa mendapatkan berbagai informasi, opini, pandangan, ajaran, diskusi dan sebagainya tentang Tuhan, tentang Yesus, tentang agama Kristen, tentang agama lain dan tentang faham yang menentang keberadaan Tuhan.
Forum-forum yang membahas berbagai hal tersebut dapat memberikan pencerahan kepada kita. Kadang-kadang juga mengusik pemahaman dan iman kita. Menggunakan akal dan pengetahuan untuk mempelajari apa yang kita imani dan dipahami oleh orang lain, menurut saya, bukanlah hal yang salah. Tuhan sendiri mengatakan bahwa kita harus mengasihiNya dengan akal budi kita, artinya : akal budi kita tidak kita buang manakala kita mengatakan kita beriman kepadaNya. Tuhan yang Mahakuasa tak mungkin gagal diuji oleh akal budi kita; yang dapat terjadi adalah akal budi kita yang terbatas tidak mampu memahamiNya dengan sempurna.
Mempercayai Tuhan tanpa menggunakan akal budi sama saja dengan membiarkan diri kita dikendalikan oleh nurani kita yang sudah berdosa atau oleh orang-orang yang - sengaja atau tidak sengaja - hendak menyesatkan kita.
Rasul Paulus menasihatkan :
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
1 Tesalonika 5 : 21
Namun, di sisi lain, kita juga perlu mengingat bahwa hal percaya kepada Tuhan adalah soal iman.
Melimpahnya informasi di internet dapat membuat kita terseret kepada pencarian yang tak berkesudahan. Pada titik tertentu, kita perlu behenti dan berlutut dan berserah kepada Tuhan untuk menyingkapkan kebenaranNya. Pada titik tertentu, kita mungkin harus menghindar dari topik-topik yang untuknya kita tidak memiliki hikmat untuk memahaminya. Terasa bodoh ? Mungkin. Namun, tersedianya pengetahuan secara melimpah dan dapat diakses dengan mudah dan murah, tidak serta merta menjadikan kita akan mampu menguasainya.
[.....] Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing
(Roma 12:3)
Pengetahuan akan lenyap. Pengetahuan tidak akan sempurna. Pada hari penghakiman, Tuhan tidak bertanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi tentang apa yang telah kita lakukan bagiNya ketika Dia telanjang, sakit, lapar, haus, dan dalam penjara. (Matius 24:34-46). Janganlah kita membiarkan 'keasyikan' dunia maya mengalihkan perhatian kita dari apa yang nyata-nyata dimintaNya untuk kita lakukan.
24 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.