03 Juni 2009

Allah berkehendak agar umatNya hidup kudus

Perselingkuhan : seorang lelaki ditemani anaknya menggebrek isterinya yang sedang berduaan dengan lelaki asing di rumah kosong lewat tengah malam. Seorang isteri ketahuan punya affair dengan lelaki lain dari memori handphonenya. Seorang anggota DPR tertangkap di hotel sedang berduaan dengan PSK.... banyak berita seperti ini membanjiri halaman koran dan infotainment televisi.

Lelaki dan perempuan - entah pasangan sah atau cuma pacaran atau pasangan selingkuh - menggoyangkan kepala dan badan seperti orang kesurupan di acara 'dugem' di diskotik.

Lelaki dan perempuan - dewasa dan bocah ABG - memelototi gambar-gambar cabul yang dengan mudah diakses melalui internet.

Lelaki dan perempuan - dewasa dan bocah ABG - berbincang-bincang dengan ringan, bercanda dan berolok-olok, tentang seks dan kenikmatan yang dulu hanya dibicarakan secara privat.

Orang-orang melecehkan kemurnian cara hidup. Itu adalah trend. Semua orang digiring dan ikut-ikutan juga menggiring yang lain untuk mengikuti trend. Karena semua melakukannya, terasa aneh kalau menentang arus dan mengatakannya keliru.

Tetapi, tidak bagi umat yang mau tetap setia kepada Tuhan.

Karena inilah kehendak Allah : pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,


supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,

bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalasan dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.

Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

(1 Tesalonika 4:3-8)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.