06 Juni 2009

Karena percaya, bukan karena melihat

Tak seorang pun dari kita yang hidup saat ini pernah melihat Yesus Kristus ketika Dia berkarya di bumi ini sekitar 2000 tahun lalu. Meskipun banyak upaya untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar pernah lahir, mati dan bangkit ( dan juga banyak upaya untuk membuktikan sebaliknya), bagi orang-orang yang mengikut Kristus, dasar untuk mengakui bahwa Yesus adalah benar-benar Juruselamat yang telah menebus dosa manusia - menurut pemahamanku - adalah kepercayaan.

Andaikan memang perihal Yesus, ketuhananNya dan pekerjaanNya semuanya otentik berdasarkan fakta dan teori ilmiah yang tak terbantahkan, akankah semua manusia menjadi percaya kepadaNya dan Bapa ?

Banyak orang yang hidup di zaman Yesus menolakNya, bahkan menyalibkanNya. Banyak orang yang hidup di zaman Para Rasul, yang merupakan saksi dan penerus ajaran Yesus, tak mau mengikut kepada Yesus.

Banyak orang yang sebelumnya mengikut Yesus, karena mendengar ajaran lain, kemudian meninggalkanNya.

Akhirnya, bukan soal bukti karena melihat sendiri, bukan pula soal kebenaran karena dibuktikan secara ilmiah,..., tetapi soal apakah mau percaya atau tidak. Mengapa seorang mau percaya, sedangkan yang lain tidak, aku tidak tahu dan tidak paham. Kalau aku termasuk yang percaya dan mau mengikut Yesus, aku hanya bisa bersujud syukur kepada Sang Pencipta semesta yang memberikanku iman untuk memercayai Yesus.

-- sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat --

(2 Korintus 5:7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.