Di awal perkembangannya Jemaat Kristen menggunakan prinsip "jangan ada dusta di antara kita" dalam hubungan sesama anggota di dalam komunitasnya. Alkitab mencatat bagaimana Ananias dan Safira menemui ajal karena mendustai jemaat.
Tetapi, prinsip ini tampaknya tidak lagi dipegang teguh oleh Jemaat Kristen sekarang.
Para pendusta bertebaran di lingkungan anggota dan pemimpin umat. Ada yang mencuri uang gereja. Ada yang mengorupsi dana pembangunan. Ada yang memanfaatkan gereja untuk kepentingan politik. Ada yang menahan-nahan persembahan. Ada yang bermuka manis dan menjelek-jelekkan sesama anggota. Ada yang bermuka dua : lain yang diucapkan di dalam jemaat, lain yang diucapkan di lingkungan umum.
Berapa lama lagikah Tuhan sabar akan dusta di dalam jemaatNya ? Bukankah dusta merupakan salah satu sifat manusia lama yang sudah dibuang oleh manusia baru ? Mengapakah orang Kristen selalu bersembunyi di balik ungkapan "gereja adalah tempat orang-orang berdosa yang ingin bertobat" untuk membenarkan kelakuan gemar berdusta ?
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
(Efesus 4 : 25)
26 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.