Anak-anak masa kini memang hebat-hebat. Masih balita tetapi sudah bisa banyak omong, bahkan menggunakan kosa kata yang biasanya hanya dipahami oleh orang dewasa atau orang terdidik. Mungkin hasil didikan sinetron dan film kartun di televisi.
Kalau anak-anak sudah demikian hebat, apalagi orang dewasa.
Coba lihat dan dengar televisi. Artis yang terlibat kasus tertentu dengan lihai bersilat lidah mencoba melurus-luruskan pandangan orang tentang perilakunya. Begitu pula pejabat negara yang terlibat korupsi. Pembenaran diri dan pembentukan citra baik menjadi tujuan dari setiap kata-kata yang diucapkan.
Bagaimana pula dengan capres dengan segala janji-janji manis dari mulut mereka ? Dan segala sindirian dan fitnahan kepada kandidat presiden lain : bacalah bibir mereka yang mengucapkannya !
Betapa manusia mudah dan cepat berkata-kata.
Terbiasa gesit bersilat kata dengan sesama manusia, kita pun menjadi gampang berkelit lidah dengan Tuhan. Bukankah dalam kesesakan kita berdoa habis-habisan kepada Tuhan seakan-akan hidup kita sepenuhnya dalam kendaliNya, tetapi ketika pencobaan itu lewat kita menjalani hidup sesuka hati seperti kitalah penentu segala sesuatunya ?
Tak sedikit pula orang yang membuat kaul atau nazar ketika meminta Tuhan untuk memberkati suatu upaya. Yang paling gampang, lihatlah : setiap hari di banyak gereja di permukaan bumi ini ribuan janji pernikahan diucapkan di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Apa yang terjadi dengan janji itu ?
Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, dan janganlah hatimu lekas-lekas mengeluarkan perkataan di hadapan Allah, karena Allah ada di sorga dan engkau di bumi; oleh sebab itu, biarlah perkataanmu sedikit.
Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan.
Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodah. Tepatilah nazarmu.
Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
(Pengkhotbah 5 : 1-5)
18 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.