Hari ini kami pulang kampung ke Balige. Pulang kampung bagi keluarga kami bukan lagi bermakna mengunjungi kerabat yang masih hidup, tetapi lebih mengunjungi makam orang-orang tercinta yang telah meninggal lebih dahulu.
Di dalam sebuah tambah di kampung kami dikuburkan dan disimpan saring-saring ompung doliku dan kedua ompung boru, juga seluruh kakak dan adik ompung doli dan orangtuanya. Di depan tambak itu ada makam bapakku.
Tidak ada acara ziarah.
Aku mampir melihat-lihat tambak dan beberapa makam yang ada di sekitarnya. Sebentar aku berdiri tercenung mengingat bapakku. Aku tahu di dalam makam yang bernisan namanya ada tubuhnya, tetapi jiwanya ada di suatu tempat - yang kupercaya - adalah surga. Di sanalah dia sekarang.
Aku tak tahu harus bagaimana terhadap makamnya yang telah kami keramik rapi.
Ini cuma sebuah makam.
Tetapi, bapakku ada di dalam hatiku dan pikiranku. Aku terkenang kepeduliannya terhadap kami anak-anaknya.
Ada rasa haru dan terenyuh.
Ada rindu.
Aku berjanji dalam hati : aku akan mengasihi anakku sebagaimana telah diteladankan bapakku kepadaku. Aku akan mengasihi isteriku sebagaimana telah diperlihatkan bapakku kepada ibuku selama hidupnya.
Begitulah aku mengenangnya.
Dengan cinta.
Dan rindu.
20 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.