21 Juni 2009

Doa syafaat yang kontekstual

Hari Minggu. Aku dan keluarga mengikuti kebaktian di HKBP Parapat.

Ada yang menarik dalam warta jemaat. Salah satu topik dalam doa syafaat adalah para pedagang; mereka didoakan agar dapat tetap ramah melayani para pelanggannya.

Hal ini menjadi menarik bagiku karena dari dulu aku sudah terbiasa dengan keluhan orang-orang dan juga pengalaman pribadi dengan para pedagang mangga di Parapat. Harganya mahal, timbangannya menipu dan buahnya banyak yang busuk.

Tapi itu dulu.

Setidak-tidaknya ketika membeli mangga di tepi jalan utama Parapat hari Sabtu siang, pedagangnya cukup ramah. Harganya memang lebih mahal (ternyata di Balige harganya cuma Rp. 7000 sementara di Parapat Rp. 10.000), memang ada yang busuk, tetapi tidak banyak, tentang timbangannya mungkin OK lah.

Barangkali ini berkat doa syafaat itu, ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.