12 Juni 2009

Mendengarkan hikmat

Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Begitulah kata-kata yang digunakan untuk orang yang tak mau mendengarkan nasihat. Seberapa banyakpun pengertian diberikan, orang bebal tak peduli dan tetap berpegang pada pemikirannya sendiri dan berperilaku semaunya sendiri.

Banyak orang tak mau tahu bahwa mereka tidak tahu. Alih-alih mencari tahu, mereka sok tahu. Sampai suatu saat mereka ketahuan bahwa mereka cuma pura-pura tahu. Mereka benci kepada pengetahuan, karena pengetahuan menelanjangi keadaan mereka yang buruk.

Lihatlah di televisi. Bacalah di koran. Dengarkanlah diskusi di radio. Atau terlibatlah langsung dengan pembicaraan dengan orang-orang. Betapa banyak di antara kita merasa sudah tahu dan merasa tak perlu lagi mencari pengetahuan. Lebih dahsyat lagi, mereka menempatkan diri sebagai orang yang serba tahu : menjadi komentator di sana sini, kritik kiri, kanan,atas, bawah, lalu bla...bla...bla.... Ikutlah saya, sayalah orang hebat itu (seperti cara kampanye para capres). Banyak orang menjadi pencemooh.

Di puncak sok tahunya, banyak orang merasa tidak memerlukan lagi panduan dari orang yang lebih bijak. Anak-anak mengabaikan tuntunan orang tua. Rakyat mengolok-olok pemimpin. Jemaat menertawakan gembalanya.

Manusia tidak lagi takut lagi memandang tinggi Firman Tuhan. Manusia tidak lagi takut kepada Tuhan.

Herankah kita bahwa begitu banyak kekacauan, kebingungan dan kecelakaan terjadi di antara manusia ?


Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,

di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

"Berapa lama lagi, hai orangyang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,

bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,

apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.

Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,

tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,

maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

(Amsal 1 : 20-33)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.