Sekarang ini mudah menemukan orang yang mengaku Kristen, bahkan pemimpin Kristen, berkelakuan jauh dari apa yang diajarkan oleh Kristus dan murid-muridNya. Berita tentang mereka terpampang di situs internet, televisi, koran dan majalah. Dan di antara kita - ya, di lingkungan dekat kita - kita pun membicarakan saudara seiman dan pemimpin komunitas Kristen atau gereja kita yang berperilaku jauh dari apa yang selayaknya dilakukan oleh seorang Kristen.
Apa yang harus kita lakukan jika ada orang-orang demikian ada di dalam lingkungan kita? Kita bertameng pada perintah "jangan menghakimi" dan membungkan kebenaran. Alih-alih mengaku dosa yang sedang terjadi di dalam komunitas kita dan memohon ampun kepada Allah, kita berupaya habis-habisan untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu baik-baik saja, bahkan berupaya menampilkan komunitas kita sebagai suatu teladan.
Kita menipu diri sendiri dengan menyangkali bahwa kita telah menjadi bagian dari suatu lingkungan yang bobrok, agar kita tidak kecipratan - atau ketahuan - sebagai orang yang jelek moral. Kita mencampuradukkan pengertian Kristen dalam arti ideal dengan Kristen yang dipraktikkan oleh orang-orang yang mengaku Kristen.
Lihatlah! Kita ikut berpesta-ria di dalam pesta pernikahan yang diselenggarakan seorang anggota jemaat untuk puterinya - semua orang tahu, tetapi ... sudahlah tak usah diomongin - sedang hamil muda.
Lihatlah! Kita menganggap biasa bahwa di antara pemuda jemaat ada yang berperilaku homoseksual.
Lihatlah! Kita tidak pernah menegur keras dua orang anggota paduan suara yang terlibat affair padahal mereka masing-masing sudah menikah dengan orang lain.
Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian, kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang-orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu ?
(1 Korintus 5 : 1,2)
23 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon sertakan alamat email.