Beberapa hari lalu ibu mertuaku berulang-tahun. Karena kami tinggal berbeda kota, kami tak bisa datang untuk menyelamati, dan sebagai gantinya kami berbicara lewat telepon.
Aku mengucapkan selamat ulang-tahun, semoga panjang umur dan tetap sehat serta bersuka cita senantiasa dalam menjalani hidup. Ucapan itu juga adalah doa dan harapan baginya.
Hari ini aku membaca dari sebuah perikop di Alkitab bagaimana Rasul Paulus mendoakan orang-orang yang dikasihinya. Dia tidak hanya berdoa hal-hal yang 'standard', tetapi juga berdoa tentang iman, kasih dan kekudusan orang-orang yang dikasihnya.
Membandingkan apa yang kuharapkan dengan apa yang didoakan Paulus membuatku merenung : bukankah sebagai orang Kristen, kita memang seharusnya peduli dengan pertumbuhan iman, kasih dan pengharapan saudara-saudara kita ?
Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.
Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudusNya.
(1 Tesalonika 3 : 10-13)
31 Mei 2009
30 Mei 2009
Berbeda pendapat
Pernah aku bertanya dalam diriku : Apakah Tuhan yang kukenal sama dengan Tuhan yang dikenal oleh orang lain ? Apakah setiap orang Kristen mengenal Tuhan dengan cara yang sama ? Apakah pengetahuan tentang apa yang benar menurut Allah dipahami secara sama oleh semua orang Kristen ?
Aku berpendapat, tidak mungkin semua orang identik dalam pemahaman mengenai Tuhan, mengenai kebenaran dan mengenai kehendak Tuhan. Artinya : selalu ada wilayah di mana sesama Kristen akan berbeda pandangan.
Jika demikian, apakah yang satu sesat dan yang lain benar ? Lebih jauh lagi, apakah hidup kita harus ditujukan untuk menemukan apa yang 'sungguh-sungguh benar' itu agar kita juga menjadi benar ?
Jika yang 'sungguh-sungguh benar' itu adalah sesuatu yang diterima kebenarannya oleh semua orang yang (merasa) sungguh-sungguh percaya, aku berpendapat bahwa hal itu tidak akan pernah ada. Menurutku, Tuhan akan membiarkan kita tetap berbeda pendapat tentang banyak hal dalam prinsip-prinsip iman kita dan praktik ketaatan kita kepada Allah. Aku percaya, ketika kita sungguh-sungguh mempercayakan hidup kita kepada Tuhan dan mau tunduk kepadaNya, Dia sendiri yang akan mengajarkan kepada kita apa yang benar untuk kita, meskipun itu mungkin tidak sama dengan pandangan orang lain. Sementara hal kebenaran itu belum diungkapkan kepada kita, maka baiklah kita dengan sungguh-sungguh menjalankan apa yang telah kita pahami sebagai kebenaran; salah satunya adalah prinsip mengasihi Allah dan manusia.
Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
(Filipi 3:15b)
Aku berpendapat, tidak mungkin semua orang identik dalam pemahaman mengenai Tuhan, mengenai kebenaran dan mengenai kehendak Tuhan. Artinya : selalu ada wilayah di mana sesama Kristen akan berbeda pandangan.
Jika demikian, apakah yang satu sesat dan yang lain benar ? Lebih jauh lagi, apakah hidup kita harus ditujukan untuk menemukan apa yang 'sungguh-sungguh benar' itu agar kita juga menjadi benar ?
Jika yang 'sungguh-sungguh benar' itu adalah sesuatu yang diterima kebenarannya oleh semua orang yang (merasa) sungguh-sungguh percaya, aku berpendapat bahwa hal itu tidak akan pernah ada. Menurutku, Tuhan akan membiarkan kita tetap berbeda pendapat tentang banyak hal dalam prinsip-prinsip iman kita dan praktik ketaatan kita kepada Allah. Aku percaya, ketika kita sungguh-sungguh mempercayakan hidup kita kepada Tuhan dan mau tunduk kepadaNya, Dia sendiri yang akan mengajarkan kepada kita apa yang benar untuk kita, meskipun itu mungkin tidak sama dengan pandangan orang lain. Sementara hal kebenaran itu belum diungkapkan kepada kita, maka baiklah kita dengan sungguh-sungguh menjalankan apa yang telah kita pahami sebagai kebenaran; salah satunya adalah prinsip mengasihi Allah dan manusia.
Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.
(Filipi 3:15b)
29 Mei 2009
Jalan kehidupan
Ketika kita bergerak menuju suatu lokasi, maka petunjuk atau panduan bagaimana cara mencapainya merupakan hal yang mutlak kita perlukan. Tanpa itu, kita akan tersesat dan tidak akan pernah tiba di tujuan.
Seandainya hidup adalah seperti menyusuri suatu jalan, maka kita pun memerlukan suatu pentunjuk mengenai jalan kehidupan. Seseorang yang mengenal jalan tersebut kita butuhkan untuk memandu dan mengajarkan jalur mana yang harus dipilih ketika tiba di persimpangan jalan.
Syukur kepada Tuhan, Dia sendiri yang akan memberitahukan jalan kehidupan kepada kita.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.
(Mazmur 16:11)
Seandainya hidup adalah seperti menyusuri suatu jalan, maka kita pun memerlukan suatu pentunjuk mengenai jalan kehidupan. Seseorang yang mengenal jalan tersebut kita butuhkan untuk memandu dan mengajarkan jalur mana yang harus dipilih ketika tiba di persimpangan jalan.
Syukur kepada Tuhan, Dia sendiri yang akan memberitahukan jalan kehidupan kepada kita.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.
(Mazmur 16:11)
28 Mei 2009
Yang harus sungguh-sungguh dilakukan
Ketika dua orang Kristen bertemu dan mengetahui bahwa mereka berasal dari denominasi yang berbeda, apakah yang akan mereka lakukan ?
Di sebuah forum internet yang aku ikuti, aku membaca bahwa mereka mencoba meyakinkan yang lain bahwa alirannyalah yang benar. Alih-alih memperbincangkan tentang apa yang paling utama dalam hidup orang Kristen, mereka mempersoalkan berbagai perbedaan di antara gereja, seakan-akan perbedaan itu akan membawa mereka kepada keselamatan.
Rasul Paulus juga mempunyai beberapa perbedaan prinsip dengan para rasul yang lain. Dia menerima kenyataan itu. Sementara dia mempersoalkan hal tersebut, dia tetap mengingat hal yang harus sungguh-sungguh dia lakukan. Marilah kita melihat gereja kita yang megah, jemaatnya yang makmur, gembala jemaat yang mapan,... apakah semuanya juga mencerminkan hal yang selalu diingat oleh Rasul Paulus ?
... hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.
(Galatia 2:10)
Apakah gereja dan kita umatNya masih sungguh-sungguh mengingat orang miskin ? Ataukah kita lebih suka menghabiskan waktu untuk bersoal-soal mengenai berbagai ajaran mengenai baptisan, makanan, mujizat, takdir, kedaulatan Tuhan / repson manusia, nama Tuhan,...?
Di sebuah forum internet yang aku ikuti, aku membaca bahwa mereka mencoba meyakinkan yang lain bahwa alirannyalah yang benar. Alih-alih memperbincangkan tentang apa yang paling utama dalam hidup orang Kristen, mereka mempersoalkan berbagai perbedaan di antara gereja, seakan-akan perbedaan itu akan membawa mereka kepada keselamatan.
Rasul Paulus juga mempunyai beberapa perbedaan prinsip dengan para rasul yang lain. Dia menerima kenyataan itu. Sementara dia mempersoalkan hal tersebut, dia tetap mengingat hal yang harus sungguh-sungguh dia lakukan. Marilah kita melihat gereja kita yang megah, jemaatnya yang makmur, gembala jemaat yang mapan,... apakah semuanya juga mencerminkan hal yang selalu diingat oleh Rasul Paulus ?
... hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.
(Galatia 2:10)
Apakah gereja dan kita umatNya masih sungguh-sungguh mengingat orang miskin ? Ataukah kita lebih suka menghabiskan waktu untuk bersoal-soal mengenai berbagai ajaran mengenai baptisan, makanan, mujizat, takdir, kedaulatan Tuhan / repson manusia, nama Tuhan,...?
27 Mei 2009
Seia sekata
Melewati sebuah ruas jalan di kotaku, terlihat jejeran gereja dari berbagai denominasi. Apakah ini suatu hal yang membesarkan hati ? Mula-mula, ya, karena tampaknya ini menggambarkan pertumbuhan umat Tuhan.
Tetapi, di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan. Banyaknya denominasi juga menunjukkan bahwa orang Kristen sebenarnya tidak sepaham dalam banyak hal. Bukan hanya ada soal perbedaan denominasi, di suatu ruas jalan lain aku melihat dua gereja (satu berupa gedung gereja dan satu lagi berupa ruko yang diubah menjadi gereja) berdiri berdampingan, karena memang berasal dari satu gereja, tetapi memiliki dua jemaat yang beda pendeta : tidak ada perbedaan doktrin dan tata ibadah sama sekali, yang ada ialah parbadaan di antara pengurus gereja.
Mungkinkah Tuhan Yesus menginginkan umatNya berkumpul di sekitarnya sambil tonjok-tonjokan, ledek-ledekan, sikut-sikutan, maki-makian, fitnah-fitnahan, dakwa-dakwaan ? Uugh... masing-masing mengatakan yang lain bukanlah anak Tuhan. Sungguh menyedihkan!
Kalau mau dipukul rata, maka semua yang mengaku orang Kristen adalah orang sesat!
Aku merindukan Yesus. Aku merindukan umatNya yang sungguh-sungguh mengenalNya dan mengikuti perintahNya untuk saling mengasihi.
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
Tetapi, di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan. Banyaknya denominasi juga menunjukkan bahwa orang Kristen sebenarnya tidak sepaham dalam banyak hal. Bukan hanya ada soal perbedaan denominasi, di suatu ruas jalan lain aku melihat dua gereja (satu berupa gedung gereja dan satu lagi berupa ruko yang diubah menjadi gereja) berdiri berdampingan, karena memang berasal dari satu gereja, tetapi memiliki dua jemaat yang beda pendeta : tidak ada perbedaan doktrin dan tata ibadah sama sekali, yang ada ialah parbadaan di antara pengurus gereja.
Mungkinkah Tuhan Yesus menginginkan umatNya berkumpul di sekitarnya sambil tonjok-tonjokan, ledek-ledekan, sikut-sikutan, maki-makian, fitnah-fitnahan, dakwa-dakwaan ? Uugh... masing-masing mengatakan yang lain bukanlah anak Tuhan. Sungguh menyedihkan!
Kalau mau dipukul rata, maka semua yang mengaku orang Kristen adalah orang sesat!
Aku merindukan Yesus. Aku merindukan umatNya yang sungguh-sungguh mengenalNya dan mengikuti perintahNya untuk saling mengasihi.
Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
(1 Korintus 1:10)
26 Mei 2009
Sempurna ?
Kemarin.
Dua ribu orang memadati halaman rumah yang luas dan jalan depan rumah yang sudah diberi tenda. Puluhan bunga papan dari berbagai kalangan berjajar sepanjang jalan menuju lokasi acara. Tulisan turut berduka cita yang tertera di setiap papan bunga tak tergambar pada wajah terang anak-anak almarhum. Satu-satunya yang tampaknya sungguh bersedih adalah isterinya yang duduk lunglai di sisi peti jenazah.
Memang, ini acara saurmatua seorang yang telah mencapai 'finish' dengan sempurna. Semua anak dan borunya telah berrumah tangga dan menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka juga memiliki karir dan usaha yang baik.
Hamoraon, hagabean , hasangapon tampaknya telah didapatkannya. Apa lagi yang bisa diminta seorang Batak ?
Sambil mendengarkan gondang yang tak henti-henti mengiringi orang manortor, aku tercenung : aku tak akan pernah tiba di level ini. Apakah hidupku tidak akan pernah sempurna ?
Seorang kerabat meninggalkan dunia dengan jejak rekam yang indah. Apakah yang akan kutinggalkan kelak ?
Dua ribu orang memadati halaman rumah yang luas dan jalan depan rumah yang sudah diberi tenda. Puluhan bunga papan dari berbagai kalangan berjajar sepanjang jalan menuju lokasi acara. Tulisan turut berduka cita yang tertera di setiap papan bunga tak tergambar pada wajah terang anak-anak almarhum. Satu-satunya yang tampaknya sungguh bersedih adalah isterinya yang duduk lunglai di sisi peti jenazah.
Memang, ini acara saurmatua seorang yang telah mencapai 'finish' dengan sempurna. Semua anak dan borunya telah berrumah tangga dan menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka juga memiliki karir dan usaha yang baik.
Hamoraon, hagabean , hasangapon tampaknya telah didapatkannya. Apa lagi yang bisa diminta seorang Batak ?
Sambil mendengarkan gondang yang tak henti-henti mengiringi orang manortor, aku tercenung : aku tak akan pernah tiba di level ini. Apakah hidupku tidak akan pernah sempurna ?
Seorang kerabat meninggalkan dunia dengan jejak rekam yang indah. Apakah yang akan kutinggalkan kelak ?
25 Mei 2009
Yang baik dan berguna bagi manusia
Apakah yang baik untuk dilakukan oleh orang percaya ? Apakah yang berguna ? Pertanyaan seperti ini bisa dijawab dengan bertele-tele. Filsafat manusia dan doktrin gereja membuat manusia ragu : apakah yang dikatakan baik memang pada hakikatnya baik dan apakah yang berguna memang baik ? Apakah semua yang baik memang berguna ?
Bermain-main dengan kata-kata hanyalah membuang waktu. Marilah kita meminta petunjuk kepada Tuhan yang telah berbicara melalui rasulnya.
Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
(Titus 3:8)
Bermain-main dengan kata-kata hanyalah membuang waktu. Marilah kita meminta petunjuk kepada Tuhan yang telah berbicara melalui rasulnya.
Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
(Titus 3:8)
24 Mei 2009
Tak perlu kuatir
Kuatir ? Tak perlu
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.
(1 Petrus 5:6)
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.
(1 Petrus 5:6)
23 Mei 2009
Beribadah atau berbuat baik ?
Besok adalah hari Minggu. Seperti biasanya koran edisi Sabtu yang kubaca memuat berbagai iklan ibadah Minggu dari beberapa gereja.
Ibadah. Kata ini mengingatkan kita akan kewajiban dan tanda sebagai penganut agama tertentu. Orang yang beribadah dianggap sebagai orang yang dekat dengan Tuhan.
Ibadah bukan hanya sekedar datang ke rumah ibadah, tetapi juga melakukan tata ibadah yang dipersyaratkan. Beberapa agama mempersyaratkan membawa korban persembahan. Di lingkungan Kristen ada yang disebut 'persembahan' yang tak lain adalah pengumpulan dana untuk berbagai kegiatan gereja dan menafkahi pemimpin jemaat.
Besok kita halak Kristen akan ke gereja. Kita pun akan membawa durung-durung untuk dimasukkan ke dalam kantong kolekte. Mungkin kita pun - kalau jadi anggota koor - akan mempersembahkan suara kita. Atau kita akan mempersembahkan waktu kita untuk kegiatan panitia pembangunan gereja.
Apakah kita merasa sudah menjalankan ibadah dengan benar ? Apakah yang menjadi korban persembahan kita kepada Tuhan ? Apakah itu yang diminta Tuhan dari kita ?
"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-doma dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang untuk menghadap hadiratKu, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait SuciKu ?
Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagiKu, Aku telah payah menanggungnya.
Apabila kau menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan mukaKu, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
(Yesaya 1: 11-17)
Ibadah. Kata ini mengingatkan kita akan kewajiban dan tanda sebagai penganut agama tertentu. Orang yang beribadah dianggap sebagai orang yang dekat dengan Tuhan.
Ibadah bukan hanya sekedar datang ke rumah ibadah, tetapi juga melakukan tata ibadah yang dipersyaratkan. Beberapa agama mempersyaratkan membawa korban persembahan. Di lingkungan Kristen ada yang disebut 'persembahan' yang tak lain adalah pengumpulan dana untuk berbagai kegiatan gereja dan menafkahi pemimpin jemaat.
Besok kita halak Kristen akan ke gereja. Kita pun akan membawa durung-durung untuk dimasukkan ke dalam kantong kolekte. Mungkin kita pun - kalau jadi anggota koor - akan mempersembahkan suara kita. Atau kita akan mempersembahkan waktu kita untuk kegiatan panitia pembangunan gereja.
Apakah kita merasa sudah menjalankan ibadah dengan benar ? Apakah yang menjadi korban persembahan kita kepada Tuhan ? Apakah itu yang diminta Tuhan dari kita ?
"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-doma dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang untuk menghadap hadiratKu, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait SuciKu ?
Jangan lagi membawa persembahan yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagiKu. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.
Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagiKu, Aku telah payah menanggungnya.
Apabila kau menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan mukaKu, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
(Yesaya 1: 11-17)
22 Mei 2009
Berbuat baik
Tentang keselamatan sebagai anugerah, bukan sebagai hasil pekerjaan baik manusia, seringkali diplesetkan menjadi 'manusia yang telah diselamatkan tak perlu berbuat baik.' Kalau kita mau cermat menanggapi kata-kata ini, maka sungguhlah benar : tak perlu berbuat baik; tetapi, di sisi lain : manusia yang telah diselamatkan tak bisa berbuat lain, kecuali berbuat baik. Singkat kata : perbuatan baik adalah buah perpindahan dari hidup yang ada di bawah kegelapan dosa dengan hidup yang ada di bawah terang keselamatan.
Oleh karena itu, sungguh menyedihkan jika di antara kita halak Batak Kristen masih banyak yang berkelakukan jauh dari apa yang disebut baik. Berhakkah kita menyebut diri sebagai umat Tuhan ? Bukankah ciri umatNya adalah rajin berbuat baik ? Jangan-jangan kita cuma mengaku-aku sebagai umatNya, padahal kita tak lebih dari keturunan si ular beludak - raja para pendusta - yang tak pernah lekang dari perbuatannya yang jahat ?
[Yesus Kristus] yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik
(Titus 2:14)
Oleh karena itu, sungguh menyedihkan jika di antara kita halak Batak Kristen masih banyak yang berkelakukan jauh dari apa yang disebut baik. Berhakkah kita menyebut diri sebagai umat Tuhan ? Bukankah ciri umatNya adalah rajin berbuat baik ? Jangan-jangan kita cuma mengaku-aku sebagai umatNya, padahal kita tak lebih dari keturunan si ular beludak - raja para pendusta - yang tak pernah lekang dari perbuatannya yang jahat ?
[Yesus Kristus] yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik
(Titus 2:14)
21 Mei 2009
Roh yang membangkitkan kekuatan
Kemarin kami mengunjungi keluarga seorang teman untuk memberikan penghiburan karena baru ditinggal ayahnya beberapa hari yang lampau. Meskipun kesedihan masih menggurat jelas ketika dia menceritakan kronologi sebelum ayahnya meninggal dunia dan dimakamkan (ayahnya tinggal di luar pulau, jadi kami teman-temannya tidak ada yang bisa hadir), tetapi jelas pula bahwa keluarganya dapat menerima keadaan tersebut sebagai rencana Tuhan yang indah. Teman ini seorang yang sudah bertumbuh di dalam Kristus.
Aku ingat kejadian lain beberapa bulan lalu, seorang ibu ditinggal mati anak yang baru dilahirkannya beberapa hari sebelumnya. Ibu itu tidak terima dan marah kepada Tuhan, sehingga tidak mau lagi mengikuti segala jenis pertemuan ibadah. Padahal, sebelumnya ibu ini adalah seorang yang tekun dalam berbagai kegiatan gereja.
Sama-sama orang Kristen. Tetapi, merespon kejadian dalam hidup secara berbeda.
Apakah yang membedakan setiap orang ? Roh yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
(2 Timotius 1:7)
Aku ingat kejadian lain beberapa bulan lalu, seorang ibu ditinggal mati anak yang baru dilahirkannya beberapa hari sebelumnya. Ibu itu tidak terima dan marah kepada Tuhan, sehingga tidak mau lagi mengikuti segala jenis pertemuan ibadah. Padahal, sebelumnya ibu ini adalah seorang yang tekun dalam berbagai kegiatan gereja.
Sama-sama orang Kristen. Tetapi, merespon kejadian dalam hidup secara berbeda.
Apakah yang membedakan setiap orang ? Roh yang ada di dalam diri kita masing-masing.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
(2 Timotius 1:7)
20 Mei 2009
Benih ilahi
Orang Kristen memercayai bahwa untuk dapat memperoleh hidup kekal manusia harus dilahirkan kembali. Lahir kembali sama sekali tidak ada kaitannya dengan reinkarnasi seperti yang dipercayai oleh agama lain. Lahir kembali berlangsung pada kehidupan sekarang.
Seorang yang lahir kembali tidak berubah fisiknya. Tetapi ia adalah manusia yang berbeda : di dalam dirinya sekarang ada benih ilahi. Itu membuat semuanya berbeda : ia tidak berbuat dosa lagi dan tidak dapat berbuat dosa.
Ketika kita menyebut diri sebagai anak Tuhan, apakah kita benar-benar sudah dilahirkan kembali ? Apakah benih ilahi ada di dalam diri kita ? Apakah kita sudah tidak berbuat dosa lagi ? Apakah kita sudah tidak mampu berbuat dosa lagi ?
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah
Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya
(1 Yohannes 3:9,10)
Seorang yang lahir kembali tidak berubah fisiknya. Tetapi ia adalah manusia yang berbeda : di dalam dirinya sekarang ada benih ilahi. Itu membuat semuanya berbeda : ia tidak berbuat dosa lagi dan tidak dapat berbuat dosa.
Ketika kita menyebut diri sebagai anak Tuhan, apakah kita benar-benar sudah dilahirkan kembali ? Apakah benih ilahi ada di dalam diri kita ? Apakah kita sudah tidak berbuat dosa lagi ? Apakah kita sudah tidak mampu berbuat dosa lagi ?
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah
Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya
(1 Yohannes 3:9,10)
19 Mei 2009
Tuhan menjaga orang-orang yang setia
Ketika kesulitan dan beban hidup mendera seringkali kita merasa bahwa segala sesuatu telah mencapai 'ujung.' Karena itulah ada istilah 'seperti telur di ujung tanduk.'
Jika kita telah berdoa tak putus-putusnya, tetapi pertolongan Tuhan tidak juga datang, kita pun mulai ragu apakah Tuhan mendengarkan.
Dalam puncak keputusasaan kita merasa bagaikan sebuah satelit yang terlempar keluar dari orbitnya. Tak ada lagi yang bisa membawa kita kembali. Semua sepertinya telah berakhir.
Tetapi, Tuhan berkata lain.
Terpujilah TUHAN, sebab kasih setiaNya ditunjukkanNya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!
Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mataMu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepadaMu minta tolong.
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihiNya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjarNya dengan tidak tanggung-tanggung.
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
(Mazmur 31: 21-24)
Jika kita telah berdoa tak putus-putusnya, tetapi pertolongan Tuhan tidak juga datang, kita pun mulai ragu apakah Tuhan mendengarkan.
Dalam puncak keputusasaan kita merasa bagaikan sebuah satelit yang terlempar keluar dari orbitnya. Tak ada lagi yang bisa membawa kita kembali. Semua sepertinya telah berakhir.
Tetapi, Tuhan berkata lain.
Terpujilah TUHAN, sebab kasih setiaNya ditunjukkanNya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!
Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mataMu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepadaMu minta tolong.
Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihiNya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjarNya dengan tidak tanggung-tanggung.
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
(Mazmur 31: 21-24)
18 Mei 2009
Tempat tinggal yang tetap
Tinggal berpindah-pindah, karena kontrakan habis atau karena pindah kota untuk pekerjaan, bukanlah hal yang menyenangkan. Mentransportasikan barang dan beradaptasi dengan lingkungan baru adalah kegiatan yang melelahkan dan memerlukan stamina emosi. Khususnya, ketika usia semakin senja, manusia semakin enggan berpindah-pindah tempat.
Simatuaku boru yang sekarang tinggal sendiri menolak untuk pindah dari rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun, karena tidak mau meninggalkan tetangganya.
Ada waktunya kita ingin berdiam di tempat tinggal yang tetap.
Banyak orang merasa bahwa dunia ini adalah tempat tinggal yang tetap.
Tetapi, sebagai musafir kita hanya mendirikan tenda di bumi ini. Rumah kita bukan di sini. Kita sedang perjalanan menuju kota yang akan datang di mana kelak kita akan tinggal tetap.
Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.
(Ibrani 13:14)
Simatuaku boru yang sekarang tinggal sendiri menolak untuk pindah dari rumah yang telah ditempatinya selama puluhan tahun, karena tidak mau meninggalkan tetangganya.
Ada waktunya kita ingin berdiam di tempat tinggal yang tetap.
Banyak orang merasa bahwa dunia ini adalah tempat tinggal yang tetap.
Tetapi, sebagai musafir kita hanya mendirikan tenda di bumi ini. Rumah kita bukan di sini. Kita sedang perjalanan menuju kota yang akan datang di mana kelak kita akan tinggal tetap.
Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.
(Ibrani 13:14)
17 Mei 2009
Yesus kawan musafir
Hari ini di gereja kami menyanyikan sebuah lagu yang menggambarkan perjalanan seorang musafir dan kawannya dalam menempuh perjalananan itu. Dalam bahasa Batak lagu ini berjudul "Holan Jesus do hubahen donganhu".
KJ. 421 Yesus Saja Kawanku Musafir
1. Yesus saja Kawanku musafir,
dengan Yesus jalanku senang.
Jalan dan tujuan dalam Dia.
Hati dan hidupku pun tenang,
Hati dan hidupku pun tenang.
2. Di jalanku menempuh lautan,
melintasi gunung dan lembah,
Jika bukan Dia memanduku,
tak kucapai rumahNya baka,
tak kucapai rumahNya baka.
3. Harapanku di kala ‘ku bangun ,
Penjagaku jika ‘ku rebah,
Penasihat pada persimpangan,
Penghiburku jika ‘ku lelah,
Penghiburku jika ‘ku lelah.
4. Yesuslah tetap tempat ‘ku mampir,
Dia roti, air yang sejuk.
Berserah kepada pengasihNya
badan dan jiwaku ‘kan teduh,
badan dan jiwaku ‘kan teduh.
5. Hingga malam hidup akan turun,
‘ku dipanggil ke rumah yang baka,
dengan Dia masuk dalam damai,
jadi tamu tidak semengga,
jadi tamu tidak semengga.
KJ. 421 Yesus Saja Kawanku Musafir
1. Yesus saja Kawanku musafir,
dengan Yesus jalanku senang.
Jalan dan tujuan dalam Dia.
Hati dan hidupku pun tenang,
Hati dan hidupku pun tenang.
2. Di jalanku menempuh lautan,
melintasi gunung dan lembah,
Jika bukan Dia memanduku,
tak kucapai rumahNya baka,
tak kucapai rumahNya baka.
3. Harapanku di kala ‘ku bangun ,
Penjagaku jika ‘ku rebah,
Penasihat pada persimpangan,
Penghiburku jika ‘ku lelah,
Penghiburku jika ‘ku lelah.
4. Yesuslah tetap tempat ‘ku mampir,
Dia roti, air yang sejuk.
Berserah kepada pengasihNya
badan dan jiwaku ‘kan teduh,
badan dan jiwaku ‘kan teduh.
5. Hingga malam hidup akan turun,
‘ku dipanggil ke rumah yang baka,
dengan Dia masuk dalam damai,
jadi tamu tidak semengga,
jadi tamu tidak semengga.
16 Mei 2009
Sebuah pesta kawin
Dimulai dari Pukul 04.00. Para ibu dan perempuan dewasa sudah mandi dan pergi ke salon. Ada juga yang dirias di rumah. Hampir semuanya bersanggul dan berkebaya. Cantik-cantik.
Para pria berpakaian jas. Ganteng-ganteng.
Lalu, rombongan pengantin pria menjemput rombongan pengantin wanita. Sarapan pagi di rumah keluarga pengantin wanita : masibuha-buhai.
Ke gereja. Masuk konsistori. Sudah ada petugas catatan sipil. Tanda-tangan mempelai dan saksi-saksi. Tanda tangan oleh petugas. Sah menurut aturan negara!
Foto-foto dulu di altar. Bersama semua keluarga dari pihak pria maupun wanita. Kalau ada rekan kerja atau sahabat, boleh juga foto. Perlu mengabadikan segala sesuatunya. Tak lupa video shooting.
Pukul 11.00. Diiringi lagu Hawaiaan Wedding Song (?) mempelai masuk ke dalam gedung gereja dengan didahului sepasang bocah yang melempar-lemparkan melati.
Seorang perempuan Batak dan seorang lelaki Batak berjanji di hadapan jemaat Tuhan bahwa mereka akan saling menjaga, saling menghormati dan saling mencintai dan akan tetap bersama hingga maut memisahkan.
Mereka bertukar cincin. Tepatnya : mereka saling menyematkan cincin yang berpasangan.
Mereka bahagia. Orangtua kedua mempelai berbahagia. Tamu-tamu berbahagia.
Dilanjutkan dengan acara adat.
Uduran ni sude horong tondong memasuki gedung tempat acara digelar dengan iringan musik modern yang dipadu dengan musik tradisional.
Dengke dipasahat.
Pandita mengutip satu dua ayat - asallah ada. Lalu berdoa makan.
Sekitar 1000 orang tamu bersama-sama makan. Rap mangan. Rampak mangan.
Hidangan berlimpah. Seluruh undangan bahagia.
Jambar dibagi. Pinggan bolak dan pinggan panganan diedarkan.
Semua bersuka cita.
Lalu, manjalo tumpak. Orang-orang menyalam pasangan pengantin sambil memasukkan amplop tumpak ke dalam sambong. Diiringi musik meriah.
Lanjut : acara panandaion. Berkenalan sambil bagi-bagi uang. Lama. Lapet dan kopi dan teh manis dibagi.
Diteruskan dengan tintin marangkup : penghormatan kepada pihak Tulang dengan menyerahkan beberapa lembar uang (bagian dari sinamot) beralas beras.
Kemudian, mangulosi. Lama juga. Lapet dan kopi dan teh sudah habis.
Lalu, apa lagi ya .... ?
Ketika acara ditutup dengan doa, jam sudah menunjukkan pukul 19.00.
Berakhirlah bagiku hari ini sebuah acara halak Batak Kristen yang aku ikuti mulai dari jam 11.00.
Para pria berpakaian jas. Ganteng-ganteng.
Lalu, rombongan pengantin pria menjemput rombongan pengantin wanita. Sarapan pagi di rumah keluarga pengantin wanita : masibuha-buhai.
Ke gereja. Masuk konsistori. Sudah ada petugas catatan sipil. Tanda-tangan mempelai dan saksi-saksi. Tanda tangan oleh petugas. Sah menurut aturan negara!
Foto-foto dulu di altar. Bersama semua keluarga dari pihak pria maupun wanita. Kalau ada rekan kerja atau sahabat, boleh juga foto. Perlu mengabadikan segala sesuatunya. Tak lupa video shooting.
Pukul 11.00. Diiringi lagu Hawaiaan Wedding Song (?) mempelai masuk ke dalam gedung gereja dengan didahului sepasang bocah yang melempar-lemparkan melati.
Seorang perempuan Batak dan seorang lelaki Batak berjanji di hadapan jemaat Tuhan bahwa mereka akan saling menjaga, saling menghormati dan saling mencintai dan akan tetap bersama hingga maut memisahkan.
Mereka bertukar cincin. Tepatnya : mereka saling menyematkan cincin yang berpasangan.
Mereka bahagia. Orangtua kedua mempelai berbahagia. Tamu-tamu berbahagia.
Dilanjutkan dengan acara adat.
Uduran ni sude horong tondong memasuki gedung tempat acara digelar dengan iringan musik modern yang dipadu dengan musik tradisional.
Dengke dipasahat.
Pandita mengutip satu dua ayat - asallah ada. Lalu berdoa makan.
Sekitar 1000 orang tamu bersama-sama makan. Rap mangan. Rampak mangan.
Hidangan berlimpah. Seluruh undangan bahagia.
Jambar dibagi. Pinggan bolak dan pinggan panganan diedarkan.
Semua bersuka cita.
Lalu, manjalo tumpak. Orang-orang menyalam pasangan pengantin sambil memasukkan amplop tumpak ke dalam sambong. Diiringi musik meriah.
Lanjut : acara panandaion. Berkenalan sambil bagi-bagi uang. Lama. Lapet dan kopi dan teh manis dibagi.
Diteruskan dengan tintin marangkup : penghormatan kepada pihak Tulang dengan menyerahkan beberapa lembar uang (bagian dari sinamot) beralas beras.
Kemudian, mangulosi. Lama juga. Lapet dan kopi dan teh sudah habis.
Lalu, apa lagi ya .... ?
Ketika acara ditutup dengan doa, jam sudah menunjukkan pukul 19.00.
Berakhirlah bagiku hari ini sebuah acara halak Batak Kristen yang aku ikuti mulai dari jam 11.00.
15 Mei 2009
Menikmati hasil jerih payah (2)
Beginilah pada mulanya : pasangan muda itu membeli kursi tamu sederhana. Mereka sangat bangga. Lalu, mereka membetulkan talang air yang bocor. Mereka sangat senang.
Kemudian, mereka mampu menyewa rumah untuk 3 tahun. Mereka tersenyum. Sang isteri mulai mencicil membeli peralatan dapur yang baik.
Mereka mampu beli sepeda motor. Juga beli lemari pendingin. Mereka saling berpandangan dengan mesra.
Waktu berlalu.
Cut! Sudah rumah sendiri. Karir yang baik diiringi pendapatan yang meningkat. Anak-anak bisa sekolah di sekolah unggulan yang mahal. Mobil yang bagus.
Cek-cok karena anak minta dibelikan mobil untuk transportasi ke sekolah. Sakit hati karena tidak liburan ke Phuket diganti menjadi liburan ke Bali. Sebal karena lama menunggu antrian di rumah sakit internasional. Ngomel karena tiga pembantu tidak bisa membuat lantai gemerlapan.
Stres karena promosi menjadi direktur belum diputuskan juga.
Memang, Alkitab mengajarkan bahwa lelaki harus berjerih payah untuk menafkahi keluarga. Tetapi, jika kita tunduk kepadaNya, maka kita akan berbahagia menikmati hasil jerih payah itu. So, mengapakah kita tak henti menuntut lagi dan lagi dan lagi dalam hidup ini ?
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu.
(Mazmur 128:1-2)
Kemudian, mereka mampu menyewa rumah untuk 3 tahun. Mereka tersenyum. Sang isteri mulai mencicil membeli peralatan dapur yang baik.
Mereka mampu beli sepeda motor. Juga beli lemari pendingin. Mereka saling berpandangan dengan mesra.
Waktu berlalu.
Cut! Sudah rumah sendiri. Karir yang baik diiringi pendapatan yang meningkat. Anak-anak bisa sekolah di sekolah unggulan yang mahal. Mobil yang bagus.
Cek-cok karena anak minta dibelikan mobil untuk transportasi ke sekolah. Sakit hati karena tidak liburan ke Phuket diganti menjadi liburan ke Bali. Sebal karena lama menunggu antrian di rumah sakit internasional. Ngomel karena tiga pembantu tidak bisa membuat lantai gemerlapan.
Stres karena promosi menjadi direktur belum diputuskan juga.
Memang, Alkitab mengajarkan bahwa lelaki harus berjerih payah untuk menafkahi keluarga. Tetapi, jika kita tunduk kepadaNya, maka kita akan berbahagia menikmati hasil jerih payah itu. So, mengapakah kita tak henti menuntut lagi dan lagi dan lagi dalam hidup ini ?
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu.
(Mazmur 128:1-2)
14 Mei 2009
Lagi : kematian
Hidup seperti menjalani hari demi hari. Rutin.
Lalu seorang kerabat mengabarkan kematian seorang yang kita kenal.
Lalu di perempatan jalan terlihat bendera dari kertas minyak berwarna merah. Seorang tetangga mendahului kita tiba di ujung perjalanan.
Aku baru saja menghadiri acara parsaurmatuaon seorang saudara.
Acaranya ramai : dihadiri sekitar 1.500 - 2.000 orang. Para suhut lelaki melilitkan sor tali bertabur lempeng emas, perempuan mengenakan gondang emas di sanggulnya.
Kematian mengusik rutinitas kita. Haruskah ditangisi ? Atau dirayakan ?
Lalu seorang kerabat mengabarkan kematian seorang yang kita kenal.
Lalu di perempatan jalan terlihat bendera dari kertas minyak berwarna merah. Seorang tetangga mendahului kita tiba di ujung perjalanan.
Aku baru saja menghadiri acara parsaurmatuaon seorang saudara.
Acaranya ramai : dihadiri sekitar 1.500 - 2.000 orang. Para suhut lelaki melilitkan sor tali bertabur lempeng emas, perempuan mengenakan gondang emas di sanggulnya.
Kematian mengusik rutinitas kita. Haruskah ditangisi ? Atau dirayakan ?
13 Mei 2009
Anting-anting emas di jungur babi
Tekanlah tombol ON atau POWER di pesawat televisi. Kemudian pindah-pindahkan channel dengan remote control. Hmmm.... Apakah yang menjadi tampilan yang selalu ada di berbagai statiun TV ?
Para pesohor. Pesohor di dunia hiburan, pesohor di dunia politik.
Marilah bicara tentang pesohor di dunia hiburan.
Hmmm.... Beberapa minggu belakangan ini, telinga dan mata kita dibuat neg oleh beberapa pesohor yang hendak bercerai dan kawin sirinya. Bukan,bukan...aku bukan hendak bicara tentang perceraian dan perkawinan. Tetapi, tentang seorang pesohor wanita dalam dunia hiburan yang memonopoli berita infotainment.
Perempuan cantik. Berbaju seksi. Pengakuan implisit tentang perselingkuhan meluncur lancar dari mulutnya.
Pindah channel. Acara musik. Perempuan meliuk. Pakaiannya seksi. Syairnya seksi.
Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
(Amsal 11:22)
Para pesohor. Pesohor di dunia hiburan, pesohor di dunia politik.
Marilah bicara tentang pesohor di dunia hiburan.
Hmmm.... Beberapa minggu belakangan ini, telinga dan mata kita dibuat neg oleh beberapa pesohor yang hendak bercerai dan kawin sirinya. Bukan,bukan...aku bukan hendak bicara tentang perceraian dan perkawinan. Tetapi, tentang seorang pesohor wanita dalam dunia hiburan yang memonopoli berita infotainment.
Perempuan cantik. Berbaju seksi. Pengakuan implisit tentang perselingkuhan meluncur lancar dari mulutnya.
Pindah channel. Acara musik. Perempuan meliuk. Pakaiannya seksi. Syairnya seksi.
Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.
(Amsal 11:22)
12 Mei 2009
Jangan bergantung kepada hikmat manusia
Pernah baca iklan kebaktian Minggu atau seminar rohani Kristen di koran ?
Biasanya di sana dijelaskan siapa yang jadi pembicara dan pengkhotbah. Biasanya pula ditampilkan sedikit latar belakangnya : entah dia seorang pengkhotbah yang dipakai Tuhan secara luar biasa, seorang atau mantan seorang pengusaha atau profesional yang luar biasa, mantan dukun yang sakti mandraguna, artis top yang sudah jadi idola dunia... Pendek kata, "jangan ketinggalan, hadirilah berramai-ramai, bawalah sanak keluarga dan teman,... akan ada xxxxx yang hebat sebagai pembicara utama."
Seorang rasul Kristus bernama Paulus menuliskan bahwa dia menyampaikan kesaksian bukan dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat. Begini katanya :
Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu
Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya iman kamu jangan bergantung kepada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah
(1 Korintus 2:1-5)
Biasanya di sana dijelaskan siapa yang jadi pembicara dan pengkhotbah. Biasanya pula ditampilkan sedikit latar belakangnya : entah dia seorang pengkhotbah yang dipakai Tuhan secara luar biasa, seorang atau mantan seorang pengusaha atau profesional yang luar biasa, mantan dukun yang sakti mandraguna, artis top yang sudah jadi idola dunia... Pendek kata, "jangan ketinggalan, hadirilah berramai-ramai, bawalah sanak keluarga dan teman,... akan ada xxxxx yang hebat sebagai pembicara utama."
Seorang rasul Kristus bernama Paulus menuliskan bahwa dia menyampaikan kesaksian bukan dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat. Begini katanya :
Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu
Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya iman kamu jangan bergantung kepada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah
(1 Korintus 2:1-5)
11 Mei 2009
Seluruh jalan hidupku tetap rahasia
Hidup adalah perjalanan. Kitalah yang merencanakan dan menjalaninya. Tetapi, kita tidak pernah tahu apa yang akan kita temui : hambatan atau kesempatan. Mungkin kita harus mengambil jalan memutar; mungkin kita harus berlama-lama di suatu tempat; mungkin kita harus kembali ke suatu titik yang telah lama kita lalui.
Kita membuat rencana. Kita mengikuti apa yang kita rencanakan. Tetapi, siapa yang menjamin bahwa kita akan dapat menjalani semuanya ?
Siapa pula yang dapat menjamin bahwa rencana kita adalah peta yang benar, yang dapat mengantar kita ke tujuan ?
Perjalanan hidup adalah pertaruhan.
Kita tak mungkin pasti tentang ujung perjalanan ini. Kita hanya dapat bersikap seperti orang yakin.
Tetapi, bagaimanakah kita dapat bersikap seperti orang yakin ?
Hanya jika kita tahu Siapa yang menyediakan peta untuk kita dan kemampuanNya untuk menuntun kita hingga akhir perjalanan.
KJ. 387 ‘Ku Heran, Allah mau memb'ri
bait [4]
Seluruh jalan hidupku tetap rahasia
seb’lum ‘ku jumpa ajalku dan nampak wajahNya.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya
Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
Kita membuat rencana. Kita mengikuti apa yang kita rencanakan. Tetapi, siapa yang menjamin bahwa kita akan dapat menjalani semuanya ?
Siapa pula yang dapat menjamin bahwa rencana kita adalah peta yang benar, yang dapat mengantar kita ke tujuan ?
Perjalanan hidup adalah pertaruhan.
Kita tak mungkin pasti tentang ujung perjalanan ini. Kita hanya dapat bersikap seperti orang yakin.
Tetapi, bagaimanakah kita dapat bersikap seperti orang yakin ?
Hanya jika kita tahu Siapa yang menyediakan peta untuk kita dan kemampuanNya untuk menuntun kita hingga akhir perjalanan.
KJ. 387 ‘Ku Heran, Allah mau memb'ri
bait [4]
Seluruh jalan hidupku tetap rahasia
seb’lum ‘ku jumpa ajalku dan nampak wajahNya.
Namun ‘ku tahu yang kupercaya dan aku yakin ‘kan kuasaNya
Ia menjaga yang kutaruhkan hingga hariNya kelak!
10 Mei 2009
Selamat Hari Minggu! Apakah Anda murid Yesus ?
Selamat hari Minggu, Bung!
Sudah pergi ke gereja ? Atau mau ikut kebaktian sore ? Untuk apa ke gereja ?
Karena Anda Kristen ? Karena Anda pengikut Kristus ? Anda murid Yesus ? Darimana Anda tahu ? Apa tandanya Anda murid Yesus ?
Kolom agama di KTP ? He...he... KTP tidak membuktikan apa-apa 'kan ? Mudah sekali mengisi sembarang agama di kolom agama di KTP.
Ataukah kita ke gereja untuk membuktikan kita masuk golongan pengikut Kristus ? Rasa-rasanya Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa mengikuti kebaktian di gereja adalah tanda murid Yesus.
Akh, mengapa pusing-pusing memikirkan sendiri apa tanda murid Yesus. Mari kita tanyakan langsung kepadaNya.
Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu
(Yohannes 15:8)
Nah, gamblang sekali, 'kan ?!
Apakah kita sudah berbuah banyak ? Banyakkah jiwa yang telah kita bawa kepada Tuhan ? Adakah tutur kata dan perbuatan kita menunjukkan buah pertobatan dan perilaku orang yang telah diselamatkan ? Tampakkah buah roh dalam hidup kita ? Apakah hidup kita dalam kasih ?
Selamat hari Minggu, Bung! Apakah Anda murid Yesus ?
Sudah pergi ke gereja ? Atau mau ikut kebaktian sore ? Untuk apa ke gereja ?
Karena Anda Kristen ? Karena Anda pengikut Kristus ? Anda murid Yesus ? Darimana Anda tahu ? Apa tandanya Anda murid Yesus ?
Kolom agama di KTP ? He...he... KTP tidak membuktikan apa-apa 'kan ? Mudah sekali mengisi sembarang agama di kolom agama di KTP.
Ataukah kita ke gereja untuk membuktikan kita masuk golongan pengikut Kristus ? Rasa-rasanya Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa mengikuti kebaktian di gereja adalah tanda murid Yesus.
Akh, mengapa pusing-pusing memikirkan sendiri apa tanda murid Yesus. Mari kita tanyakan langsung kepadaNya.
Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu
(Yohannes 15:8)
Nah, gamblang sekali, 'kan ?!
Apakah kita sudah berbuah banyak ? Banyakkah jiwa yang telah kita bawa kepada Tuhan ? Adakah tutur kata dan perbuatan kita menunjukkan buah pertobatan dan perilaku orang yang telah diselamatkan ? Tampakkah buah roh dalam hidup kita ? Apakah hidup kita dalam kasih ?
Selamat hari Minggu, Bung! Apakah Anda murid Yesus ?
09 Mei 2009
Tuhanlah yang membuka pintu hati
Ada kalanya kita mencoba menyampaikan Injil kepada seorang yang kita kasihi, tetapi ia tidak mau menerima.
Lain waktu, kita mungkin mengingatkan seorang kekasih yang berkelakukan tidak seturut dengan Firman Tuhan. Atau, kita mencoba menyelamatkan seorang yang hendak meninggalkan imannya kepada Kristus. Tetapi, orang tersebut tidak mendengarkan kita.
Haruskah kita kecewa ?
Seorang murid Yesus bernama Lukas bercerita tentang perjalanannya dengan Rasul Paulus dalam memberitakan Injil. Paulus adalah seorang orator dan pengajar yang hebat. Mungkin karena itu orang datang mendengarkan dia.
Tetapi, siapakah yang membuat pendengarnya mau membuka hati ? Beginilah menurut laporan Lukas :
Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
(Kisah Rasul-rasul 16:13,14)
Lain waktu, kita mungkin mengingatkan seorang kekasih yang berkelakukan tidak seturut dengan Firman Tuhan. Atau, kita mencoba menyelamatkan seorang yang hendak meninggalkan imannya kepada Kristus. Tetapi, orang tersebut tidak mendengarkan kita.
Haruskah kita kecewa ?
Seorang murid Yesus bernama Lukas bercerita tentang perjalanannya dengan Rasul Paulus dalam memberitakan Injil. Paulus adalah seorang orator dan pengajar yang hebat. Mungkin karena itu orang datang mendengarkan dia.
Tetapi, siapakah yang membuat pendengarnya mau membuka hati ? Beginilah menurut laporan Lukas :
Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
(Kisah Rasul-rasul 16:13,14)
08 Mei 2009
Bekerja dengan kasih
Televisi ramai memberitakan tentang para pekerja yang berunjuk rasa menuntut kenaikan gaji atau menolak PHK.
Banyak orang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan yang disediakan orang lain. Seringkali pekerjaan dijalankan dengan rasa terpaksa, demi mendapatkan gaji untuk menyambung hidup. Karenanya, banyak pekerja yang bekerja dengan setengah hati : bekerja tidak efektif, banyak hasil yang gagal, tidak ada inovasi,... Dalam bidang jasa, perilaku bekerja setengah hati tampak dari pelayanan yang ogah-ogahan dan muka yang tidak bersahabat.
Alasannya : renumerasi yang diterima terlalu rendah, tidak sebanding dengan beban yang harus dipikul.
Maka, muncullah berbagai demonstrasi itu.
Bolehkah orang Kristen berdemonstrasi ? Mungkin boleh, entahlah...aku tak tahu.
Bolehkah orang Kristen bekerja dengan setengah hati ? Tidak.
Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
(1 Korintus 16:14)
Banyak orang menggantungkan hidupnya pada pekerjaan yang disediakan orang lain. Seringkali pekerjaan dijalankan dengan rasa terpaksa, demi mendapatkan gaji untuk menyambung hidup. Karenanya, banyak pekerja yang bekerja dengan setengah hati : bekerja tidak efektif, banyak hasil yang gagal, tidak ada inovasi,... Dalam bidang jasa, perilaku bekerja setengah hati tampak dari pelayanan yang ogah-ogahan dan muka yang tidak bersahabat.
Alasannya : renumerasi yang diterima terlalu rendah, tidak sebanding dengan beban yang harus dipikul.
Maka, muncullah berbagai demonstrasi itu.
Bolehkah orang Kristen berdemonstrasi ? Mungkin boleh, entahlah...aku tak tahu.
Bolehkah orang Kristen bekerja dengan setengah hati ? Tidak.
Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
(1 Korintus 16:14)
07 Mei 2009
Pendeta, gembala jemaat, guru huria, etc...etc...bertengkar ?
Bagaimanakah jemaat dapat memercayai orang-orang yang memegang jabatan sebagai pemimpin di gereja atau berdiri di mimbar untuk mengajar, sementara itu nyata-nyata mereka saling bertengkar dan berkelahi untuk berbagai hal ? Benarkah mereka itu hamba Tuhan ? Ataukah mereka cuma tak lebih dari orang gajian yang mencari nafkah di sebuah organisasi bernama gereja ?
[...] sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
(2 Timotius 2:24-26)
[...] sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
(2 Timotius 2:24-26)
06 Mei 2009
Jalan kebenaran vs Jalan kemurtadan
Di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut.
(Amsal 12:28)
(Amsal 12:28)
05 Mei 2009
Gokkon dohot Jou-jou
Di bawah taplak plastik pasti meja makan di rumah orangtuaku tampak beberapa lembar undangan. Tanpa sampul, dihiasi gambar rumah Batak dan motif ulos di halaman depan, jelaslah itu undangan dari kerabat sesama halak hita.
"Dari siapa, Mak?" tanyaku.
"E...ida ma disi. Adong do i na tu hamu."
Ketika kuperiksa, ternyata undangan itu adalah dari beberapa pengundang yang berbeda untuk beberapa acara perkawinan. Beberapa undangan masih belum ditulisi nama dan alamat penerimanya. Artinya : yang mengedarkan undangan pun tak tahu kepada siapa undangan tersebut diberikan. Aku baca nama dan alamat pengundang; tapi, tak kenal.
Lalu, ibuku menjelaskan bagaimana partuturon dengan sang pengundang.
Tak dekat-dekat amat, pikirku. Dan memang belum pernah bertemu.
Tapi, itulah adat Batak. Atau, itukah adat Batak ? Undangan harus disebar ke berbagai kerabat yang masih dekat hubungan kekerabatannya, kenal atau tidak kenal.
Yang lebih aneh sebenarnya adalah kegiatan 'marhara'. Sebenarnya ini kegiatan menemui dan mengundang orang-orang sekelompok (misal dongan tubu dan boru) untuk menghadiri suatu acara. Tetapi, kalau kelompok atau 'horong' kita tidak cukup banyak, maka kita akan mengajak orang-orang yang sebenarnya tidak diundang untuk 'memperkuat' rombongan kita, sehingga uduran rombongan kita terlihat banyak. Nah, CMIIW, bukankah dengan begini pesta (pernikahan atau kematian) berubah menjadi ajang 'unjuk' koneksi ?
"Dari siapa, Mak?" tanyaku.
"E...ida ma disi. Adong do i na tu hamu."
Ketika kuperiksa, ternyata undangan itu adalah dari beberapa pengundang yang berbeda untuk beberapa acara perkawinan. Beberapa undangan masih belum ditulisi nama dan alamat penerimanya. Artinya : yang mengedarkan undangan pun tak tahu kepada siapa undangan tersebut diberikan. Aku baca nama dan alamat pengundang; tapi, tak kenal.
Lalu, ibuku menjelaskan bagaimana partuturon dengan sang pengundang.
Tak dekat-dekat amat, pikirku. Dan memang belum pernah bertemu.
Tapi, itulah adat Batak. Atau, itukah adat Batak ? Undangan harus disebar ke berbagai kerabat yang masih dekat hubungan kekerabatannya, kenal atau tidak kenal.
Yang lebih aneh sebenarnya adalah kegiatan 'marhara'. Sebenarnya ini kegiatan menemui dan mengundang orang-orang sekelompok (misal dongan tubu dan boru) untuk menghadiri suatu acara. Tetapi, kalau kelompok atau 'horong' kita tidak cukup banyak, maka kita akan mengajak orang-orang yang sebenarnya tidak diundang untuk 'memperkuat' rombongan kita, sehingga uduran rombongan kita terlihat banyak. Nah, CMIIW, bukankah dengan begini pesta (pernikahan atau kematian) berubah menjadi ajang 'unjuk' koneksi ?
04 Mei 2009
Seorang Jawa berdoa untuk para Batak
Hari Minggu kemarin pendeta yang memimpin kebaktian dan berkhotbah di gereja tempat aku beribadah ternyata adalah pendeta tamu yang seorang Jawa.
Tidak ada yang istimewa dari seorang pendeta yang berasal dari suku Jawa, karena memang cukup banyak orang Jawa yang Kristen dan memang cukup banyak pula yang menjadi pendeta dan salah seorang pendeta tetap di gereja tersebut juga dari suku Jawa.
Yang membuatku terhenyak adalah ketika memimpin doa syafaat, Pak Pendeta berdoa untuk para saudara yang mendekam di rumah tahanan karena kasus demonstrasi Provinsi Tapanuli. Sungguh di luar dugaanku, karena gereja tempatku beribadah tersebut bukanlah 'gereja Batak', meskipun jemaatnya cukup banyak halak Batak. Seingatku, hanya pada awal kasus insiden demo Provinsi Tapanuli saja ada pendeta yang menyebut kasus tersebut di dalam doanya, setelah itu kasus tersebut tak lagi penting untuk di'syafaat'kan.
Enampuluhan halak Batak Kristen yang sekarang menunggu kasusnya disidangkan pastilah bukan orang suci. Bahkan, di antara mereka mungkin akan ada yang jadi terdakwa dan harus menjalani hidupnya di penjara karena pelanggaran hukum. Tetapi, mereka adalah sesama kita yang perlu mendapat dukungan doa dari saudaranya seiman. Mauliate, Amang Pandita. Matur nuwun, Romo....
Tidak ada yang istimewa dari seorang pendeta yang berasal dari suku Jawa, karena memang cukup banyak orang Jawa yang Kristen dan memang cukup banyak pula yang menjadi pendeta dan salah seorang pendeta tetap di gereja tersebut juga dari suku Jawa.
Yang membuatku terhenyak adalah ketika memimpin doa syafaat, Pak Pendeta berdoa untuk para saudara yang mendekam di rumah tahanan karena kasus demonstrasi Provinsi Tapanuli. Sungguh di luar dugaanku, karena gereja tempatku beribadah tersebut bukanlah 'gereja Batak', meskipun jemaatnya cukup banyak halak Batak. Seingatku, hanya pada awal kasus insiden demo Provinsi Tapanuli saja ada pendeta yang menyebut kasus tersebut di dalam doanya, setelah itu kasus tersebut tak lagi penting untuk di'syafaat'kan.
Enampuluhan halak Batak Kristen yang sekarang menunggu kasusnya disidangkan pastilah bukan orang suci. Bahkan, di antara mereka mungkin akan ada yang jadi terdakwa dan harus menjalani hidupnya di penjara karena pelanggaran hukum. Tetapi, mereka adalah sesama kita yang perlu mendapat dukungan doa dari saudaranya seiman. Mauliate, Amang Pandita. Matur nuwun, Romo....
03 Mei 2009
Dengarkanlah didikan, dapatkanlah hikmat
Apakah yang dicari orang ?
Jawaban paling sering adalah uang, karena dengan uang manusia bisa membeli barang dan jasa dan memenuhi semua kebutuhannya.
Lalu, ada yang menjawab : teman atau koneksi, karena dengan pertemanan bisa mendapatkan berbagai hal dalam hidup, termasuk uang.
Ada pula yang menjawab : pendidikan dan gelar akademik yang mentereng, karena itu akan membukakan pintu kesempatan yang luar biasa.
Tak sedikit menjawab : kekuasaan, karena kemampuan menguasai dan mengendalikan orang lain memungkinkan orang untuk mendapatkan apa saja yang diinginkannya.
Ada lagi banyak jawaban lain.
Beberapa orang telah mendapatkan apa yang dicarinya. Sempurnakah hidup mereka? Dapatkah mereka menatap matamu dengan percaya diri dan berkata : inilah hidup yang sesungguhnya, hidup yang kuinginkan, hidup yang kuingin juga dinikmati oleh semua orang ?
Manusia, oh, manusia... Engkau mewarisi kelinglungan orang-orang sebelummu, dan kau meneruskannya kepada orang-orang sesudahmu . Mengapakah engkau tidak mencari yang berarti dalam hidup ?
Apakah yang seharusnya kita cari siang dan malam agar kita menjalani hidup sebagaimana layaknya seharusnya hidup dijalani ? Apakah yang menjadikan hidup berarti dan membuat Tuhan berkenan kepada kita ?
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombonngan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
Buahku lebih berharga daripada emas, bahkan daripada emastua, hasilku lebih daripada perak pilihan.
Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
.....
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
Dengarkanlah didikan, maka kau menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.
(Amsal 8:12-22,32-35)
Jawaban paling sering adalah uang, karena dengan uang manusia bisa membeli barang dan jasa dan memenuhi semua kebutuhannya.
Lalu, ada yang menjawab : teman atau koneksi, karena dengan pertemanan bisa mendapatkan berbagai hal dalam hidup, termasuk uang.
Ada pula yang menjawab : pendidikan dan gelar akademik yang mentereng, karena itu akan membukakan pintu kesempatan yang luar biasa.
Tak sedikit menjawab : kekuasaan, karena kemampuan menguasai dan mengendalikan orang lain memungkinkan orang untuk mendapatkan apa saja yang diinginkannya.
Ada lagi banyak jawaban lain.
Beberapa orang telah mendapatkan apa yang dicarinya. Sempurnakah hidup mereka? Dapatkah mereka menatap matamu dengan percaya diri dan berkata : inilah hidup yang sesungguhnya, hidup yang kuinginkan, hidup yang kuingin juga dinikmati oleh semua orang ?
Manusia, oh, manusia... Engkau mewarisi kelinglungan orang-orang sebelummu, dan kau meneruskannya kepada orang-orang sesudahmu . Mengapakah engkau tidak mencari yang berarti dalam hidup ?
Apakah yang seharusnya kita cari siang dan malam agar kita menjalani hidup sebagaimana layaknya seharusnya hidup dijalani ? Apakah yang menjadikan hidup berarti dan membuat Tuhan berkenan kepada kita ?
Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.
Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombonngan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.
Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.
Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan.
Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi.
Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
Buahku lebih berharga daripada emas, bahkan daripada emastua, hasilku lebih daripada perak pilihan.
Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.
TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
.....
Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, karena berbahagialah mereka yang memelihara jalan-jalanku.
Dengarkanlah didikan, maka kau menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.
(Amsal 8:12-22,32-35)
02 Mei 2009
Tik...tik...tik....detik berlalu
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun...
Lalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan,...
Hari berganti hari...
Tik...tik...tik...detik berlalu
Usia luruh bagai daun kering
Tak pernah kita sadari sungguh-sungguh : begitu banyak yang telah lalu
Entah seberapa lagi yang masih tersisa
..., pergunakanlah waktu yang ada
(Kolose 4:5b)
Lalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan,...
Hari berganti hari...
Tik...tik...tik...detik berlalu
Usia luruh bagai daun kering
Tak pernah kita sadari sungguh-sungguh : begitu banyak yang telah lalu
Entah seberapa lagi yang masih tersisa
..., pergunakanlah waktu yang ada
(Kolose 4:5b)
01 Mei 2009
Hak para janda dan yatim piatu
Pagi ini aku dan istriku membaca satu perikop dari Kitab Rut mengikuti panduan dari buku renungan Saat Teduh.
Kisah Rut dan Naomi sangat dikenal oleh orang Kristen, karena menjadi teladan hubungan yang mesra antara mertua dan menantu. Tetapi, renungan pagi ini lebih menekankan tentang perilaku Boaz - yang kelak akan menikahi Rut - dalam memberikan kesempatan kepada Rut untuk mengutip jelai yang tercecer dan tersisa. Boaz melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan (tertulis di dalam Kitab Ulangan) agar dari setiap hasil panen, disisakan sebagian bagi para janda, yatim piatu dan orang asing. Rut memenuhi ketiga kriteria tersebut.
Hampir semua gereja mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan dana dari jemaatnya. Ada yang disebut gugu tok-tok ripe atau persembahan bulanan yang - walau tidak disebut wajib - dikumpulkan rutin, ada persembahan ucapan syukur untuk hari Natal, Paskah atau Pentakosta, ada kolekte rutin mingguan, ada kolekte untuk pembangunan rumah ibadah, ada kolekte di partangiangan wijk atau bajem (bagian jemaat),.... Gereja tidak kekurangan ide untuk mengumpulkan dana.
Bagaimanakah dengan hak para janda ? Adakah gereja rutin mengumpulkan dana dan menyantuni para janda dan yatim piatu ?
Berapa banyakkah dana yang dikumpulkan oleh gereja disalurkan bagi para janda, anak yatim dan orang asing ? Tidakkah sebagian besar uang yang dikumpulkan digunakan sendiri oleh gereja untuk berbagai kegiatan internalnya ?
Berapa banyakkah hasil ladang atau dari mata pencarian lainnya disisihkan langsung oleh anggota jemaat untuk para janda, anak yatim dan orang asing ? Ingat, ini adalah di luar perintah perpuluhan.
Dapatkah kita mengatakan diri sebagai pengikut Kristus, jika kita mengabaikan nasihat "Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka" (Yakobus 1 : 27) ?
E..he.., na godangan hata do halak Kristen i ?
Kisah Rut dan Naomi sangat dikenal oleh orang Kristen, karena menjadi teladan hubungan yang mesra antara mertua dan menantu. Tetapi, renungan pagi ini lebih menekankan tentang perilaku Boaz - yang kelak akan menikahi Rut - dalam memberikan kesempatan kepada Rut untuk mengutip jelai yang tercecer dan tersisa. Boaz melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan (tertulis di dalam Kitab Ulangan) agar dari setiap hasil panen, disisakan sebagian bagi para janda, yatim piatu dan orang asing. Rut memenuhi ketiga kriteria tersebut.
Hampir semua gereja mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan dana dari jemaatnya. Ada yang disebut gugu tok-tok ripe atau persembahan bulanan yang - walau tidak disebut wajib - dikumpulkan rutin, ada persembahan ucapan syukur untuk hari Natal, Paskah atau Pentakosta, ada kolekte rutin mingguan, ada kolekte untuk pembangunan rumah ibadah, ada kolekte di partangiangan wijk atau bajem (bagian jemaat),.... Gereja tidak kekurangan ide untuk mengumpulkan dana.
Bagaimanakah dengan hak para janda ? Adakah gereja rutin mengumpulkan dana dan menyantuni para janda dan yatim piatu ?
Berapa banyakkah dana yang dikumpulkan oleh gereja disalurkan bagi para janda, anak yatim dan orang asing ? Tidakkah sebagian besar uang yang dikumpulkan digunakan sendiri oleh gereja untuk berbagai kegiatan internalnya ?
Berapa banyakkah hasil ladang atau dari mata pencarian lainnya disisihkan langsung oleh anggota jemaat untuk para janda, anak yatim dan orang asing ? Ingat, ini adalah di luar perintah perpuluhan.
Dapatkah kita mengatakan diri sebagai pengikut Kristus, jika kita mengabaikan nasihat "Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka" (Yakobus 1 : 27) ?
E..he.., na godangan hata do halak Kristen i ?
Langganan:
Komentar (Atom)