31 Mei 2009

Doa bagi orang yang dikasihi

Beberapa hari lalu ibu mertuaku berulang-tahun. Karena kami tinggal berbeda kota, kami tak bisa datang untuk menyelamati, dan sebagai gantinya kami berbicara lewat telepon.

Aku mengucapkan selamat ulang-tahun, semoga panjang umur dan tetap sehat serta bersuka cita senantiasa dalam menjalani hidup. Ucapan itu juga adalah doa dan harapan baginya.

Hari ini aku membaca dari sebuah perikop di Alkitab bagaimana Rasul Paulus mendoakan orang-orang yang dikasihinya. Dia tidak hanya berdoa hal-hal yang 'standard', tetapi juga berdoa tentang iman, kasih dan kekudusan orang-orang yang dikasihnya.

Membandingkan apa yang kuharapkan dengan apa yang didoakan Paulus membuatku merenung : bukankah sebagai orang Kristen, kita memang seharusnya peduli dengan pertumbuhan iman, kasih dan pengharapan saudara-saudara kita ?



Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.

Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudusNya.

(1 Tesalonika 3 : 10-13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon sertakan alamat email.